Lebih 800 Pekerja Medis UK Desak Pemerintah Selamatkan Dr Abu Safiya

15 Jul 2026, 11.00

Thumbnail Lebih 800 Pekerja Medis UK Desak Pemerintah Selamatkan Dr Abu Safiya

Lebih 800 dokter, perawat, dan pekerja medis di Inggris telah menandatangani surat terbuka kepada Menteri Luar Negeri Yvette Cooper, mendesak campur tangan yang sangat penting untuk memastikan pembebasan Dr Hussam Abu Safiya, yang nyawanya terancam setelah lebih dari 550 hari dalam tahanan Israel.

Dr Abu Safiya adalah seorang dokter anak Palestina dan direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, yang mendapat perhatian internasional karena perannya dalam membantu korban selama konflik Israel. Ia diculik oleh Israel dan telah ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan sejak 27 Desember 2024.

Surat Terbuka

Surat terbuka tersebut, yang dikoordinasikan oleh Amnesty International UK dan kelompok kampanye pekerja kesehatan Health Workers 4 Palestine, menyatakan: "Kami mendesak Anda untuk secara terbuka dan tanpa syarat menuntut pembebasannya segera dan menggunakan semua alat ekonomi, politik, dan diplomatik yang ada untuk memastikan pembebasannya."

Surat tersebut juga menyebutkan kunjungan ke fasilitas penahanan Israel oleh seorang pengacara dari Physicians for Human Rights Israel (PHRI) pada 2 Juli, yang melaporkan adanya lebam dan tanda-tanda penyiksaan yang luas di kepala dan tubuh Dr Abu Safiya, sehingga ia menjadi lemah dan hampir tidak dikenali.

Konteks Umum

Situasi di Gaza dan konflik Israel-Palestina telah berlangsung lama dan kompleks, dengan banyak korban sipil dan kerusakan infrastruktur. Pekerja medis dan organisasi kemanusiaan telah bekerja keras untuk memberikan bantuan dan perawatan kepada mereka yang terkena dampak.

Penahanan Dr Abu Safiya dan kondisi penahanannya yang buruk telah memicu kekhawatiran dan protes dari masyarakat internasional, termasuk pekerja medis dan organisasi hak asasi manusia.

Pelajaran dan Refleksi

Peristiwa ini mengingatkan kita tentang pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia dan perlindungan terhadap mereka yang rentan, termasuk pekerja medis dan pasien. Kita harus terus mendesak pemerintah dan lembaga internasional untuk mengambil tindakan yang efektif untuk melindungi hak-hak tersebut.

Kita juga harus menyadari pentingnya solidaritas dan dukungan terhadap mereka yang terkena dampak konflik dan penindasan. Dengan bekerja sama dan mendesak perubahan, kita dapat membantu menciptakan dunia yang lebih adil dan manusiawi.

Dirangkum dari: Middle East Eye