Mengapa Persetujuan Mekkah Diperlukan
10 Agu 2026, 23.01

Pada bulan Oktober, akan genap tiga tahun sejak Israel memulai tindakan genosida di Gaza, sebuah kejahatan perang yang juga dilakukan di Tepi Barat yang Diduduki, Lebanon Selatan, dan Iran.
Sebagian besar waktu itu, Turki dan dunia Arab hanya menonton dengan kengerian tetapi tidak mengambil tindakan apa pun. "Apa yang bisa kita lakukan? Memulai perang dengan Israel?" begitulah seruan kolektif dari mereka yang merasa tidak berdaya.
Persetujuan Mekkah
Persetujuan Mekkah yang baru saja ditandatangani oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandai langkah penting dalam menentang kebijakan Israel. Ini merupakan upaya untuk menunjukkan kekuatan dan solidaritas di kalangan negara-negara Muslim.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Pangeran Mohammed bin Salman dari Arab Saudi, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan menandatangani persetujuan pertahanan bersama di Mekkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus 2026.
Latar Belakang
Sebelumnya, Turki dan Arab Saudi telah menunjukkan sikap yang berbeda-beda dalam menanggapi tindakan Israel. Turki telah melanjutkan embargo perdagangan dengan Israel, tetapi juga membiarkan minyak Azerbaijan mengalir melalui salah satu pelabuhannya ke tangan militer Israel.
Arab Saudi, di sisi lain, telah menolak untuk menormalkan hubungan dengan Israel tanpa adanya jalur yang kredibel menuju negara Palestina.
Pelajaran dan Refleksi
Persetujuan Mekkah menunjukkan bahwa negara-negara Muslim dapat bersatu dan menunjukkan kekuatan dalam menentang kebijakan Israel. Ini juga menunjukkan bahwa solidaritas dan kerja sama di kalangan negara-negara Muslim sangat penting dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh umat Islam.
Sebagai umat Islam, kita harus terus mendukung upaya-upaya yang bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama di kalangan negara-negara Muslim. Kita juga harus terus mengingatkan diri kita akan pentingnya persatuan dan kekuatan dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh umat Islam.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



