Mengobati Luka Perang pada Anak-Anak

14 Agu 2026, 11.01

Thumbnail Mengobati Luka Perang pada Anak-Anak

Dokter Ghassan Abu Sittah, seorang ahli bedah plastik dan rekonstruktif berkebangsaan Inggris-Palestina, sedang memeriksa daftar operasinya untuk akhir pekan di kantornya di Beirut, Lebanon. Ia memiliki 11 anak dengan cedera yang dapat mengubah hidup mereka akibat perang Israel di Lebanon dan Gaza.

Menurutnya, ada dua bersaudara yang memiliki pecahan peluru dari perang tahun 2024 yang sekarang menyebabkan masalah kesehatan. Selain itu, ada seorang anak laki-laki dengan amputasi sebagian kaki yang memerlukan rekonstruksi, serta seorang anak laki-laki lainnya dengan amputasi.

Upaya Dokter Abu Sittah

Dokter Abu Sittah berharap dapat menyelesaikan operasi pada anak-anak tersebut sehingga mereka dapat memulai rehabilitasi prostetik. Anak laki-laki lainnya dengan cedera siku memerlukan prosedur rekonstruktif yang panjang untuk menyelamatkan sendi siku mereka.

Dokter Abu Sittah telah melakukan banyak operasi untuk anak-anak yang terluka dalam perang. Ia berharap dapat membantu mereka memulihkan kesehatan dan kehidupan mereka.

Latar Belakang

Perang Israel di Lebanon dan Gaza telah menyebabkan banyak korban, termasuk anak-anak. Banyak dari mereka yang terluka parah dan memerlukan perawatan medis yang serius.

Dokter Abu Sittah dan timnya telah bekerja keras untuk membantu anak-anak tersebut. Mereka telah melakukan banyak operasi dan memberikan perawatan medis yang baik.

Pelajaran dari Kasus Ini

Kasus ini mengajarkan kita tentang pentingnya perawatan medis yang baik untuk anak-anak yang terluka dalam perang. Mereka memerlukan perawatan yang serius dan cepat untuk memulihkan kesehatan mereka.

Kita juga harus menyadari tentang dampak perang pada anak-anak. Mereka adalah korban yang tidak berdosa dan memerlukan perlindungan dan perawatan yang baik.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye