MINHA dan Pemprov Jatim Lestarikan Warisan Ilmu Islam Melalui Digitalisasi
5 Sep 2026, 11.07

Upaya pelestarian warisan intelektual keislaman terus digalakkan, menyadari betapa berharganya khazanah ilmu yang ditinggalkan oleh para ulama terdahulu. Dalam semangat ini, Museum dan Cagar Budaya Unit Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, menggelar sebuah inisiatif penting.
Inisiatif tersebut diwujudkan dalam bentuk Workshop Digitalisasi Naskah Keislaman. Kegiatan yang mengusung tema “Merekam Ingatan, Menjaga Pengetahuan” ini merupakan langkah konkret untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang terkandung dalam naskah-naskah kuno tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Workshop Digitalisasi: Merawat Jejak Ilmu Para Ulama
Workshop Digitalisasi Naskah Keislaman ini dilaksanakan di Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, Jombang, pada Jumat, 4 September 2026. Acara ini menjadi wadah bagi para pegiat literasi, pustakawan, dan pihak terkait untuk memahami serta mengimplementasikan teknik digitalisasi yang efektif dan aman bagi naskah-naskah bersejarah.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah digitalisasi naskah-naskah keislaman yang banyak tersimpan di berbagai lembaga, termasuk pesantren dan kolektor pribadi. Proses digitalisasi ini tidak hanya sekadar memindai dokumen, melainkan juga melibatkan tahapan kurasi, katalogisasi, hingga penyimpanan digital yang terstruktur, guna memudahkan akses dan penelitian di masa depan.
Kolaborasi antara MINHA dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga aset budaya dan intelektual bangsa, khususnya yang bernafaskan Islam. Langkah ini sangat relevan mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan penyebaran ilmu secara lebih luas dan cepat.
Urgensi Pelestarian Khazanah Keilmuan Islam
Naskah-naskah keislaman merupakan jendela menuju peradaban dan pemikiran ulama-ulama terdahulu. Di dalamnya terkandung berbagai disiplin ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hadis, tasawuf, hingga sejarah dan sastra. Keberadaan naskah-naskah ini sangat rentan terhadap kerusakan fisik akibat usia, cuaca, bencana, bahkan kelalaian manusia.
Oleh karena itu, digitalisasi menjadi solusi modern yang efektif untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan format digital, naskah dapat disimpan dengan aman, direplikasi tanpa batas, dan diakses dari mana saja tanpa perlu menyentuh fisik aslinya. Ini akan sangat membantu para peneliti, santri, dan masyarakat umum dalam mempelajari kekayaan intelektual Islam secara lebih mudah.
Indonesia, khususnya Jawa Timur, memiliki kekayaan naskah keislaman yang luar biasa, tersebar di berbagai pesantren tua, perpustakaan pribadi ulama, dan koleksi masyarakat. Naskah-naskah ini adalah bukti otentik perkembangan Islam di Nusantara, yang seringkali mencerminkan corak keislaman yang moderat dan toleran, sejalan dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Pelajaran dan Refleksi Aswaja: Menjaga Amanah Ilmu
Dalam tradisi Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja), menjaga dan menyebarkan ilmu adalah amanah besar yang diwariskan dari Rasulullah SAW dan para sahabat. Para ulama Aswaja senantiasa menekankan pentingnya sanad (rantai transmisi ilmu) yang sahih, serta adab dalam menuntut dan mengajarkan ilmu.
Inisiatif digitalisasi naskah keislaman ini merupakan bentuk nyata dari pelaksanaan amanah tersebut di era modern. Dengan digitalisasi, kita tidak hanya menjaga fisik naskah, tetapi juga memastikan keberlanjutan sanad keilmuan dan memudahkan akses bagi para penuntut ilmu. Ini adalah wujud cinta kita kepada ilmu dan para ulama yang telah bersusah payah menulis dan mengajarkannya.
Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab kolektif (fardhu kifayah) untuk melestarikan warisan intelektual ini. Upaya seperti yang dilakukan MINHA dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi lembaga lain. Para santri dan generasi muda diharapkan dapat mengambil inspirasi dari upaya mulia ini, yang juga sejalan dengan semangat dakwah dan edukasi yang senantiasa diusung oleh media-media keislaman seperti SantriOnline, agar senantiasa mencintai ilmu, beradab dalam mencarinya, dan bertanggung jawab dalam menyebarkannya.
Semoga dengan adanya workshop ini, semakin banyak naskah keislaman yang berhasil didigitalisasi dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat. Upaya ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan peradaban Islam, memastikan bahwa cahaya ilmu tidak pernah padam dan terus menerangi jalan generasi-generasi mendatang.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



