Pasangan UK yang Ditahan di Iran Akhiri Mogok Makan

10 Agu 2026, 11.02

Thumbnail Pasangan UK yang Ditahan di Iran Akhiri Mogok Makan

Pasangan Inggris, Lindsay dan Craig Foreman, yang ditahan di Iran atas tuduhan spionase, telah mengakhiri mogok makan mereka yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Menurut keluarga mereka, pasangan ini telah mengakhiri mogok makan sebagai bentuk protes atas perlakuan mereka di penjara.

Latar Belakang

Lindsay dan Craig Foreman, yang berusia awal 50-an, ditangkap pada Januari 2025 saat mereka melakukan perjalanan motor sepeda keliling dunia. Mereka dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun pada Februari atas tuduhan spionase yang mereka tolak. Craig Foreman juga dijatuhi hukuman tambahan 2 tahun karena berbicara dengan media.

Pasangan ini memulai mogok makan terbaru mereka pada Mei, sebagai bentuk protes atas kondisi penjara yang buruk dan dampak fisik yang serius pada kesehatan mereka. Craig Foreman melakukan mogok makan selama 93 hari, sementara istrinya melakukan mogok makan selama 84 hari, menurut keluarga mereka.

Kondisi Penjara

Pasangan ini telah secara konsisten mengeluhkan kondisi penjara yang buruk, termasuk kepadatan dan ketidakbersihan. Mereka telah melakukan beberapa mogok makan sebelumnya sebagai bentuk protes atas kondisi penjara yang buruk.

Pelajaran dari Kasus Ini

Kasus ini mengingatkan kita tentang pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia dan memastikan bahwa semua orang, tanpa memandang kewarganegaraan atau agama, mendapatkan perlakuan yang adil dan humanis. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk selalu memperjuangkan kebenaran dan keadilan, serta memperlakukan semua orang dengan kasih sayang dan hormat.

Kita juga perlu memahami bahwa mogok makan bukanlah solusi yang efektif dalam jangka panjang, dan bahwa kita perlu mencari solusi yang lebih konstruktif dan damai untuk menyelesaikan konflik dan memperjuangkan hak asasi manusia.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye