Penggantian Starmer dengan Burnham Belum Cukup untuk Selamatkan Partai Buruh
23 Jun 2026, 11.00

Penggantian Keir Starmer dengan Andy Burnham mungkin tidak cukup untuk menyelamatkan Partai Buruh dari krisis. Partai tersebut masih memiliki masalah internal dan eksternal yang kompleks, termasuk ketidakpuasan masyarakat dan perpecahan di dalam partai.
Keputusan Starmer untuk Mundur
Keputusan Keir Starmer untuk mundur sebagai pemimpin Partai Buruh tidak mengejutkan banyak orang. Starmer telah kehilangan otoritas dan dukungan dari dalam partai dan masyarakat luas. Hasil pemilu lokal, Senedd, dan Holyrood bulan lalu menunjukkan bahwa Partai Buruh menghadapi kemungkinan kekalahan besar.
Kembalinya Andy Burnham ke parlemen dalam pemilu sela di Makerfield minggu lalu telah menyegel nasib Starmer. Burnham memenangkan pemilu sela dengan lebih dari 55% suara, mengalahkan kandidat Reform UK, Robert Kenyon, dengan selisih lebih dari 20 poin persentase.
Tantangan Burnham
Bagi Burnham, tantangan utama adalah mengatasi perpecahan di dalam partai dan memenangkan kembali kepercayaan para pemilih. Partai Buruh telah kehilangan dukungan di daerah-daerah industri tradisional dan juga telah menyinggung para pemilih sayap kiri dan Muslim melalui kebijakan yang dianggap memihak Israel.
Burnham harus melakukan perubahan signifikan untuk mengatasi ketidakpuasan masyarakat dan memenangkan kembali kepercayaan para pemilih. Ia harus menghadapi tantangan dari dalam partai dan juga dari luar, termasuk dari Partai Hijau yang semakin populer di kalangan para pemilih muda dan multikultural.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



