Perang Melawan Iran, Bencana Strategis Bagi Amerika dan Israel
24 Jun 2026, 11.00

Perang melawan Iran telah berakhir dengan kegagalan proyek Amerika-Zionis untuk mengubah kawasan. Perang ini dimulai dengan serangan-serangan yang ditargetkan pada infrastruktur militer, pemimpin, dan ilmuwan Iran, serta perekonomian negara tersebut.
Definisi Kemenangan
Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana kita mengukur kemenangan dalam perang. Jika perang diukur dengan jumlah kerusakan yang ditimbulkan, maka pihak yang memiliki kekuatan militer yang lebih besar akan selalu tampak sebagai pemenang. Namun, sejarah telah menunjukkan bahwa kerusakan dan kemenangan bukanlah hal yang sama.
Contohnya, Amerika Serikat telah menghancurkan sebagian besar Vietnam, tetapi gagal mencapai tujuannya. Demikian pula, Uni Soviet telah menimbulkan kerusakan besar di Afganistan, tetapi tetap mundur dalam kekalahan.
Perang Iran-Amerika Serikat-Israel
Perang melawan Iran bukanlah tentang pengayaan nuklir, misil, sanksi, atau dukungan Iran untuk sekutu regionalnya. Pada intinya, perang ini adalah tentang masa depan keseimbangan kekuatan di Asia Barat.
Amerika Serikat dan Israel berusaha untuk memperkuat tatanan regional yang didasarkan pada supremasi Israel dan dominasi Amerika, sementara Iran berusaha untuk mempertahankan kebijakan dan sekutunya yang telah membuatnya menjadi hambatan utama bagi proyek tersebut.
Dengan demikian, perang ini berakhir bukan dengan kekalahan Iran, tetapi dengan kegagalan proyek Amerika-Zionis untuk mengubah kawasan.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



