Perdana Menteri Baru Inggris, Tapi Masih di Jalur yang Sama tentang Israel

12 Agu 2026, 11.02

Thumbnail Perdana Menteri Baru Inggris, Tapi Masih di Jalur yang Sama tentang Israel

Andy Burnham, Perdana Menteri baru Inggris, telah mengambil alih kekuasaan dengan janji untuk membawa perubahan. Namun, dalam masalah Israel dan Gaza, Burnham tampaknya masih di jalur yang sama dengan pendahulunya.

Apologi yang Tidak Diikuti Tindakan

Burnham telah mengeluarkan permintaan maaf atas respon Partai Buruh terhadap serangan Israel di Gaza. Ia mengakui bahwa Partai Buruh terlalu lambat dalam menyerukan gencatan senjata. Namun, permintaan maaf ini tidak diikuti dengan tindakan nyata untuk memperbaiki keadaan.

Partai Buruh telah gagal dalam menangani krisis Gaza, bahkan telah membantu Israel dengan menyediakan intelijen dan persenjataan. Burnham juga telah mempromosikan John Healey, mantan menteri pertahanan yang terlibat dalam kebijakan tersebut, menjadi menteri keuangan.

Tantangan dalam Menyelesaikan Konflik

Burnham menghadapi tantangan dalam memperbaiki hubungan Inggris dengan Israel dan menyelesaikan konflik di Gaza. Ia perlu mengambil keputusan yang berani untuk mengakhiri kekerasan dan memulai proses perdamaian.

Namun, sampai saat ini, Burnham belum menunjukkan kemauan untuk mengambil langkah-langkah yang signifikan dalam menyelesaikan konflik ini. Ia lebih memilih untuk mempertahankan status quo dan tidak mengambil risiko untuk menghadapi Israel.

Refleksi Kita

Kita perlu memahami bahwa konflik di Gaza bukan hanya masalah politik, tetapi juga masalah kemanusiaan. Kita perlu mendukung upaya-upaya untuk mengakhiri kekerasan dan memulai proses perdamaian.

Kita juga perlu memahami bahwa kekuasaan dan politik tidak hanya tentang kepentingan pribadi atau partai, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk melindungi hak-hak asasi manusia dan mempromosikan perdamaian.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye