Peziarah yang Terlupakan
23 Mei 2026, 05.00
Sebagai seseorang yang lahir dengan disabilitas fisik, saya sering diberitahu oleh masyarakat sekitar bahwa saya dibebaskan dari kewajiban haji. Meskipun ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan, saya merasa terlupakan dan kehilangan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji.
Bahasa yang digunakan untuk membicarakan tentang hal ini seringkali tidak sensitif dan membuat saya merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa mereka yang dibebaskan dari kewajiban haji juga memiliki peran penting dalam masyarakat.
Menghormati Peziarah yang Terlupakan
Kita perlu menghormati dan menghargai mereka yang tidak dapat menunaikan haji karena berbagai alasan, termasuk disabilitas fisik. Mereka juga memiliki hak untuk merasakan kebahagiaan dan kepuasan spiritual, meskipun tidak dapat menunaikan ibadah haji.
