Republikan Serang Rencana Perdamaian Trump dengan Iran
24 Mei 2026, 11.01
Republikan AS melancarkan kritik terhadap Presiden Donald Trump terkait rencana perdamaian dengan Iran. Mereka khawatir bahwa kesepakatan itu akan memperkuat Tehran dan melemahkan Israel.
Kesepakatan Perdamaian
Trump mengatakan bahwa kesepakatan perdamaian dengan Iran telah 'sebagian besar dinegosiasikan' dan menunggu finalisasi. Kesepakatan itu akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur energi global vital yang dikendalikan oleh Iran sejak perang dimulai pada akhir Februari.
Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa Tehran sedang memfinalisasi nota kesepahaman yang akan berlaku sebagai kerangka awal yang berlangsung selama 30-60 hari. Menurut Baghaei, kesepakatan 14 pasal tersebut akan mencakup masalah seperti Selat Hormuz, blokade laut AS terhadap Iran, dan mengakhiri perang 'di semua front', termasuk Lebanon.
Kritik Republikan
Senator Lindsey Graham memperingatkan bahwa kesepakatan apa pun yang membiarkan Iran tetap militer dan politik akan menjadi 'mimpi buruk bagi Israel'. Ia menulis di X bahwa jika kesepakatan itu ditandatangani karena keyakinan bahwa Selat Hormuz tidak dapat dilindungi dari terorisme Iran dan Iran masih memiliki kemampuan untuk menghancurkan infrastruktur minyak Teluk yang besar, maka Iran akan dianggap sebagai kekuatan dominan yang memerlukan solusi diplomatik.
Kritik serupa juga disampaikan oleh Senator Tom Cotton, ketua Komite Intelijen Senat, dan Senator Roger Wicker, ketua Komite Layanan Bersenjata Senat. Mereka khawatir bahwa kesepakatan itu akan melemahkan Israel dan memperkuat Iran.
