Saksi Perang Salib Abad ke-21?

29 Mei 2026, 11.00

Thumbnail Saksi Perang Salib Abad ke-21?

Sebuah aksi unjuk rasa di London, Inggris, pada tanggal 16 Mei 2026, menampilkan kelompok sayap kanan yang mengenakan kostum perang salib abad pertengahan. Mereka menyebut Islam sebagai musuh utama dan menyerukan untuk menghapus Islam dari semua tempat kekuasaan.

Perang Salib Abad ke-21

Kelompok ini dipimpin oleh Tommy Robinson, seorang aktivis sayap kanan yang menggunakan retorika keamanan nasional untuk membenarkan tindakan mereka. Mereka menganggap Islam sebagai ancaman terhadap keamanan nasional dan menyerukan untuk mengambil tindakan untuk menghapusnya.

Peristiwa ini memiliki kaitan dengan peringatan Nakba, yaitu peristiwa pengusiran paksa bangsa Palestina dari tanah air mereka pada tahun 1948. Kedua peristiwa ini menunjukkan adanya koneksi antara upaya untuk menghapus Muslim dari Tanah Suci dan upaya untuk menghapus Muslim dari Eropa.

Logika Peradaban

Perang melawan terorisme yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya setelah serangan 11 September 2001, biasanya dipahami sebagai kampanye militer dan keamanan global melawan terorisme. Namun, perang ini juga memiliki logika peradaban yang membingkai konflik melalui kategori Islam dan Kristen.

Samuel P. Huntington, arsitek teori 'benturan peradaban', menjelaskan bahwa konflik global di masa depan adalah kelanjutan dari perjuangan berabad-abad antara Islam dan Kristen Barat. Bahasa perang salib dan jihad sering digunakan oleh pejabat politik dan militer dalam perang melawan terorisme.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye