Serangan terhadap Masjid di Inggris
23 Jul 2026, 11.02

Masjid di Inggris diserang setiap lima hari sekali, menurut data terbaru dari British Muslim Trust (BMT), mitra pemerintah untuk memantau kebencian anti-Muslim.
Lebih dari 70 Serangan
Lebih dari 70 serangan terhadap masjid tercatat dalam setahun terakhir, termasuk kekerasan, intimidasi, vandalisme, kerusakan properti, pelecehan, ucapaan kebencian, dan pelecehan online.
London, Greater Manchester, dan West Midlands mencatat jumlah serangan tertinggi. Sembilan insiden terpisah menargetkan masjid di London, sementara satu masjid di Birmingham mengalami tiga serangan dalam 12 bulan.
Meningkatnya Islamofobia
Data Kantor Dalam Negeri menunjukkan bahwa kejahatan kebencian anti-Muslim di Inggris meningkat 19 persen dalam setahun hingga Maret 2025, dari 2.690 pelanggaran yang tercatat dalam 12 bulan hingga Maret 2024 menjadi 3.199 pelanggaran dalam setahun hingga Maret 2025.
"Kami melihat peningkatan stabil dalam jumlah serangan terhadap masjid, dan kami percaya pemerintah harus melakukan segala yang mereka bisa untuk membantu masjid melindungi diri," kata Akeela Ahmed, CEO BMT.
Bantuan Keamanan
Pemerintah Inggris telah berjanji untuk memberikan hingga £40 juta ($53 juta) untuk keamanan masjid, sekolah Muslim, dan pusat komunitas selama 2026-2027. Masjid dapat mengajukan permohonan untuk CCTV, alarm, pagar, dan personil keamanan.
Namun, BMT menyatakan bahwa hambatan birokratis, penolakan permohonan yang tidak jelas, dan keterlambatan hingga 18 bulan telah meninggalkan komunitas yang rentan tanpa perlindungan. Pedoman pemerintah memerlukan pelamar untuk memberikan bukti kuat bahwa mereka menghadapi ancaman.
Pelajaran dan Refleksi
Serangan terhadap masjid di Inggris merupakan peringatan bagi kita semua tentang pentingnya mempromosikan toleransi dan menghormati perbedaan. Kita harus bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan menghormati hak-hak semua orang, terlepas dari latar belakang atau keyakinan mereka.
Sebagai umat Islam, kita harus terus mempromosikan nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, dan saling menghormati. Kita harus bekerja sama dengan masyarakat lain untuk menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis.
Dalam menghadapi tantangan Islamofobia, kita harus tetap tegar dan tidak menyerah. Kita harus terus berjuang untuk mempromosikan kebenaran dan keadilan, serta memperjuangkan hak-hak kita sebagai umat Islam.
