Strategi 'Bunuh Dulu' Israel Kini Sasar Turki
1 Jul 2026, 05.00

Administrasi AS baru-baru ini menandatangani dua perjanjian yang saling bertentangan untuk mengakhiri perang melawan Iran. Kekuatan Israel yang hilang untuk menentukan syarat perdamaian dengan Iran, kini dicoba untuk direbut kembali di Lebanon. Hal ini dibantu besar-besaran oleh pemerintah Lebanon, yang menandatangani penyerahan kedaulatan atas tanahnya dan kewajiban untuk mencari ganti rugi hukum atas kejahatan perang yang dilakukan Israel.
Di bawah perjanjian yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Washington menerima kaitan eksplisit antara Iran dan Lebanon dengan mengizinkan 'penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon'. Komitmen ini, jika dilaksanakan, membuat perjanjian kedua yang ditandatangani di Washington antara perwakilan pemerintah Lebanon, Israel, dan AS menjadi usang.
Implikasi Perjanjian
Perjanjian ini memberikan izin bagi pasukan Israel untuk menduduki wilayah Lebanon selatan secara permanen. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana regional akan merespons strategi 'bunuh dulu' Israel yang kini ditujukan ke Turki.
