Tekanan Militer Iran pada Negara Teluk

2 Jul 2026, 11.00

Thumbnail Tekanan Militer Iran pada Negara Teluk

Sebuah kelompok analis muda yang dekat dengan pemerintah Iran menyatakan bahwa tekanan militer pada negara-negara Teluk merupakan kunci untuk mencapai kesepakatan perdagangan. Mereka berpendapat bahwa tanpa tekanan militer, negara-negara Teluk tidak akan serius dalam melakukan kesepakatan perdagangan dengan Iran.

Majid Shakeri, seorang analis yang dekat dengan Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Iran perlu mempertahankan tekanan militer pada negara-negara Teluk untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang nyata. Ia juga menyatakan bahwa Iran perlu terus menyerang pangkalan militer AS di wilayah tersebut untuk memperkuat posisinya dalam negosiasi ekonomi.

Ashura dan Peringatan Korban Protes

Ibu-ibu yang anaknya tewas dalam protes menggunakan masa berkabung Ashura untuk memperingati mereka. Mereka melakukan prosesi berkabung dan membacakan doa untuk anak-anak mereka yang telah meninggal. Video yang beredar menunjukkan ibu-ibu tersebut memegang foto anak-anak mereka dan menangis, sambil memukul dada dan kepala mereka sebagai tanda berkabung.

Menurut otoritas Iran, 3.117 orang tewas dalam protes tersebut. Namun, organisasi hak asasi manusia mempertanyakan angka tersebut dan melaporkan bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya jauh lebih tinggi.

Kritik terhadap Penutupan Parlemen

Beberapa anggota parlemen mengkritik keputusan Mohammad Bagher Ghalibaf untuk menutup parlemen. Mereka menyatakan bahwa Ghalibaf telah melanggar hukum dan mengambil keputusan tanpa persetujuan parlemen.

Dirangkum dari: Middle East Eye