Turki Tunggu Lampu Hijau AS
5 Jul 2026, 11.01

Turki berharap dapat mendapatkan lampu hijau dari Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan mesin jet tempur di KTT NATO yang akan diadakan pada tanggal 7-8 Juli. KTT ini akan dihadiri oleh pemimpin dari 32 negara anggota NATO.
Presiden AS Donald Trump telah berjanji untuk membuat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan "sangat bahagia" ketika ditanya tentang rencana Turki untuk mendapatkan mesin jet F110 dan kembali bergabung dengan program jet tempur F-35.
KAAN, Jet Tempur Stealth Turki
KAAN adalah jet tempur stealth generasi kelima yang sedang dikembangkan oleh Turki untuk menggantikan armada F-16. Turki berencana untuk memasang mesin buatan dalam negeri pada jet tempur KAAN, namun proyek tersebut masih dalam tahap desain awal.
Turki telah menerima batch pertama mesin F110 sebanyak 10 unit pada September lalu, dan negosiasi dengan pemerintah AS untuk mendapatkan 80 unit lagi masih berlangsung. Namun, proses ini terhambat oleh kurangnya izin politik yang terkait dengan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Turki pada tahun 2017.
Sengketa F-35
AS telah mengeluarkan Turki dari program jet tempur F-35 pada tahun 2019 dan mengenakan sanksi CAATSA pada tahun 2020, yang menghambat proyek pertahanan Turki dan memburuknya hubungan antara kedua negara.
Menurut Sinan Ulgen, direktur lembaga pemikir Edam di Istanbul, kemungkinan besar Turki akan mendapatkan lampu hijau untuk mesin F110 GE untuk jet tempur KAAN, sekitar 40 unit.
Konteks Umum
Hubungan antara Turki dan AS telah memburuk sejak Turki membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. AS khawatir bahwa sistem pertahanan ini dapat membahayakan keamanan jet tempur F-35.
Turki berencana untuk mengembangkan kemampuan pertahanan yang lebih kuat dan independen, namun hal ini memerlukan dukungan dari negara-negara lain, termasuk AS.
Pelajaran dan Refleksi
Peristiwa ini menunjukkan bahwa hubungan internasional yang kompleks memerlukan kerja sama dan kompromi. Turki dan AS perlu menemukan solusi yang memuaskan kedua belah pihak untuk mengatasi sengketa F-35 dan memperkuat hubungan bilateral.
Bagi umat Islam, peristiwa ini juga mengingatkan pentingnya kerja sama dan saling menghormati dalam mencapai tujuan bersama. Dalam konteks ini, umat Islam dapat belajar dari contoh kerja sama antar negara dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang damai dan bijaksana.
