Vance: Iran Harus Bertindak, Bukan Berbicara

22 Jun 2026, 23.00

Thumbnail Vance: Iran Harus Bertindak, Bukan Berbicara

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa kemajuan dalam perundingan dengan Iran akan diukur dari tindakan, bukan janji. Ia menilai keputusan Iran untuk mengizinkan inspektor senjata dan nuklir sebagai langkah besar, tetapi menekankan bahwa AS akan memantau akses inspektor dengan ketat.

Perundingan di Swiss

Vance mendeskripsikan putaran terbaru perundingan di Swiss sebagai produktif. Namun, ia menegaskan bahwa kepercayaan harus dibangun melalui tindakan, bukan kata-kata. "Kamu tidak bisa mempercayai kata-kata seseorang, kamu harus mempercayai apa yang mereka lakukan," ujarnya.

Vance menekankan bahwa AS akan terus memantau akses inspektor di Iran dan menilai apakah negara itu memenuhi komitmennya. "Kita akan melihat apa yang mereka izinkan inspektor lakukan sekali mereka berada di negara itu. Itu akan terus menjadi bagian dari perundingan kita," katanya.

Dalam perspektif Islam, kejujuran dan kepercayaan sangat penting dalam hubungan antar negara. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji" (QS. Al-Maa'idah: 1). Oleh karena itu, Iran dan AS harus menunjukkan komitmen yang nyata dan tindakan yang konsisten untuk membangun kepercayaan dan mencapai kesepakatan yang adil.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye