Yayasan HRF Ajukan Keluhan Terhadap Reservis Israel di Vietnam
9 Agu 2026, 05.01

Yayasan Hind Rajab Foundation (HRF) telah mengajukan keluhan terhadap reservis Israel Matan Jerafi kepada pihak berwenang Vietnam. Jerafi saat ini sedang berlibur di Vietnam.
Menurut HRF, Jerafi adalah CEO dari organisasi nirlaba Israel Im Tirtzu dan anggota Batalyon Infanteri 920 dari Brigade 769. HRF juga mengatakan bahwa bukti menunjukkan Jerafi terlibat dalam penghancuran infrastruktur sipil di Gaza antara Desember 2023 dan Januari 2024, serta di Lebanon antara Oktober dan November 2024.
Tuntutan HRF
HRF juga mengutip pernyataan Jerafi pada Februari 2024, di mana ia mengatakan bahwa warga sipil Gaza adalah "bagian dari Hamas" dan bahwa tidak boleh ada "belas kasihan" untuk mereka. Natacha Bracq, kepala litigasi HRF, mengatakan bahwa Vietnam sebagai penandatangan Konvensi Geneva dan Konvensi Genosida memiliki kewajiban hukum yang jelas untuk menyelidiki tuduhan serius HRF.
Bracq menambahkan bahwa tidak dapat diterima bahwa Matan Jerafi sedang berlibur di antara rakyat Vietnam setelah secara aktif terlibat dan memicu genosida terhadap bangsa Palestina.
Konteks Umum
Konflik Israel-Palestina telah berlangsung selama beberapa dekade dan menyebabkan banyak korban sipil. Penghancuran infrastruktur sipil dan genosida terhadap bangsa Palestina telah menjadi isu yang sangat kontroversial dan mendapat perhatian dari komunitas internasional.
Yayasan HRF berupaya untuk memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina dan menuntut pertanggungjawaban dari mereka yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.
Pelajaran dan Refleksi
Kasus ini mengingatkan kita tentang pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia dan menuntut pertanggungjawaban dari mereka yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia. Kita juga perlu memahami bahwa konflik dan kekerasan tidak memiliki solusi yang mudah dan memerlukan upaya yang berkelanjutan dari komunitas internasional.
Sebagai umat Islam, kita perlu memperkuat solidaritas dan dukungan terhadap bangsa Palestina yang terus mengalami kesulitan dan penindasan. Kita juga perlu terus memperjuangkan perdamaian dan keadilan di seluruh dunia.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



