Kesultanan Nusantara ±16–20 M ±10–14 H

Kesultanan Aceh Darussalam

Kekuatan Islam maritim yang menentang kolonialisme dan menjadi pusat ulama di Asia Tenggara.

Ibu kota

Banda Aceh

Wilayah inti

Sumatra utara & jaringan Samudera Hindia

Uraian sejarah

Aceh bangkit setelah Malaka jatuh, menjadi sultanat kuat di Samudera Hindia. Di era Iskandar Muda, pengaruh politik dan dagang memuncak. Aceh juga pusat dayah dan penulisan yang menghubungkan Nusantara dengan Haramain.

Warisan

Tradisi dayah, kitab kuning, dan perlawanan terhadap Portugis/Belanda; jejaring ulama Aceh–Haramain.

Sorotan

  • Iskandar Muda
  • Dayah & ulama
  • Perlawanan kolonial
  • Sastra & tasawuf Sunni

Tokoh penting

Sultan Ali Mughayat SyahSultan Iskandar MudaHamzah Fansuri (jaringan intelektual)

Ibrah untuk santri

  • Ulama dan umara saling butuh
  • Perlawanan kolonial butuh basis ilmu
  • Bandar diganti bandar: Malaka → Aceh

Bola dunia wilayah (skema)

Bola dunia interaktif wilayah Kesultanan Aceh Darussalam: Nusantara

Geser mendatar untuk memutar

Peta Wilayah

Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.

Ibu kota: Banda Aceh

Wilayah disorot

Nusantara

Ringkasan data: Sumatra utara & jaringan Samudera Hindia.

Sumber sejarah (kronik)

  1. 1. Kitab Bustanus Salatin — Nuruddin ar-Raniri (w. 1068 H)
  2. 2. Kitab Hikayat Aceh — naskah Aceh (abad 17 M)
  3. 3. Kitab Sulalatus Salatin (Sejarah Melayu) — Tun Sri Lanang (1612 M) , hubungan Aceh