Kesultanan Aceh Darussalam
Kekuatan Islam maritim yang menentang kolonialisme dan menjadi pusat ulama di Asia Tenggara.
Ibu kota
Banda Aceh
Wilayah inti
Sumatra utara & jaringan Samudera Hindia
Uraian sejarah
Aceh bangkit setelah Malaka jatuh, menjadi sultanat kuat di Samudera Hindia. Di era Iskandar Muda, pengaruh politik dan dagang memuncak. Aceh juga pusat dayah dan penulisan yang menghubungkan Nusantara dengan Haramain.
Warisan
Tradisi dayah, kitab kuning, dan perlawanan terhadap Portugis/Belanda; jejaring ulama Aceh–Haramain.
Sorotan
- •Iskandar Muda
- •Dayah & ulama
- •Perlawanan kolonial
- •Sastra & tasawuf Sunni
Tokoh penting
Ibrah untuk santri
- ✓Ulama dan umara saling butuh
- ✓Perlawanan kolonial butuh basis ilmu
- ✓Bandar diganti bandar: Malaka → Aceh
Bola dunia wilayah (skema)
Seret untuk memutar · gulir untuk zoomGeser mendatar untuk memutar
Peta Wilayah
Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.
Ibu kota: Banda Aceh
Wilayah disorot
Ringkasan data: Sumatra utara & jaringan Samudera Hindia.
Sumber sejarah (kronik)
- 1. Kitab Bustanus Salatin — Nuruddin ar-Raniri (w. 1068 H)
- 2. Kitab Hikayat Aceh — naskah Aceh (abad 17 M)
- 3. Kitab Sulalatus Salatin (Sejarah Melayu) — Tun Sri Lanang (1612 M) , hubungan Aceh



