Kesultanan Nusantara ±1475–1554 M ±9–10 H

Kesultanan Demak

Kesultanan Islam awal di Jawa yang berkaitan erat dengan jaringan Walisongo dan peralihan dari Majapahit.

Ibu kota

Bintoro Demak

Wilayah inti

Pantai utara Jawa & pengaruh Jawa–Sumatra

Uraian sejarah

Demak menandai fase penting berdirinya kekuasaan Islam di Jawa, beriringan dengan dakwah Walisongo. Ia menjadi pusat politik-pesisir yang menghubungkan dagang, masjid, dan penyebaran syariat secara bertahap di masyarakat agraris-maritim.

Warisan

Masjid Agung Demak, patronase para wali, dan model politik Islam Jawa pesisir.

Sorotan

  • Islam Jawa pesisir
  • Masjid Demak
  • Jaringan Walisongo

Tokoh penting

Raden PatahSunan Kalijaga (jaringan)Sunan Ampel (jaringan)

Ibrah untuk santri

  • Dakwah kultural dan politik bisa saling menopang
  • Pesisir Jawa adalah laboratorium islamisasi

Bola dunia wilayah (skema)

Bola dunia interaktif wilayah Kesultanan Demak: Nusantara

Geser mendatar untuk memutar

Peta Wilayah

Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.

Ibu kota: Bintoro Demak

Wilayah disorot

Nusantara

Ringkasan data: Pantai utara Jawa & pengaruh Jawa–Sumatra.

Catatan adab: Tradisi lokal dibaca dengan tapisan akidah; karamah tidak menasakh syariat.

Sumber sejarah (kronik)

  1. 1. Kitab Babad Tanah Jawi — naskah Keraton Mataram (abad 17–18 M) , Raden Patah dan Demak
  2. 2. Kitab Suma Oriental — Tomé Pires (1515 M), saksi Portugis di Malaka , Jawa: Demak
  3. 3. Kitab Serat Walisana — dinisbatkan kepada Sunan Giri II (naskah Jawa)

Disebut dalam kisah ini