Kesultanan Nusantara ±1400–1511 M ±8–10 H

Kesultanan Malaka

Pusat dagang dan penyebaran Islam di Asia Tenggara sebelum jatuh ke Portugis (1511).

Ibu kota

Malaka

Wilayah inti

Semenanjung Malaya & jaringan Selat Malaka

Uraian sejarah

Malaka menjadi bandar paling strategis di Selat Malaka. Islam, dagang, dan bahasa Melayu menyatu. Kejatuhannya ke Portugis (1511) memaksa pusat-pusat Islam menyebar ke Aceh, Johor, Banten, Demak, dan lain-lain.

Warisan

Standar bahasa Melayu, jaringan ulama, dan model bandar Islam yang memengaruhi Jawa–Sumatra–Sulawesi.

Sorotan

  • Bandar dunia
  • Melayu sebagai lingua franca
  • Jatuh ke Portugis 1511

Tokoh penting

Parameswara / Iskandar Syah (tradisi)Sultan Mansur Syah

Ibrah untuk santri

  • Kontrol selat = kontrol peradaban maritim
  • Kekalahan bandar memindahkan pusat dakwah

Bola dunia wilayah (skema)

Bola dunia interaktif wilayah Kesultanan Malaka: Nusantara

Geser mendatar untuk memutar

Peta Wilayah

Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.

Ibu kota: Malaka

Wilayah disorot

Nusantara

Ringkasan data: Semenanjung Malaya & jaringan Selat Malaka.

Sumber sejarah (kronik)

  1. 1. Kitab Sulalatus Salatin (Sejarah Melayu) — Tun Sri Lanang (1612 M)
  2. 2. Kitab Suma Oriental — Tomé Pires (1515 M), saksi Portugis di Malaka , Malaka