Kesultanan 1250-1517 M 648-923 H

Dinasti Mamluk

Mamluk mempertahankan pusat dunia Islam barat setelah runtuhnya Baghdad dan menghadapi Mongol serta sisa-sisa Perang Salib.

Ibu kota

Kairo

Wilayah inti

Mesir, Syam, Hijaz

Uraian sejarah

Mamluk bangkit di Mesir, menahan Mongol, dan mengakhiri sisa Perang Salib di kawasan. Kairo menjadi pusat ilmu dan wakaf. Mereka juga menjaga dua kota suci dalam orbit politiknya hingga Utsmani mengambil alih (1517).

Warisan

Kairo menjadi pusat ilmu, wakaf, arsitektur, dan jaringan ulama besar pada era Mamluk.

Sorotan

  • Mengalahkan Mongol di Ain Jalut
  • Kairo pusat ulama
  • Menjaga Hijaz
  • Wakaf & madrasah

Tokoh penting

BaibarsQalawunBarquq

Ibrah untuk santri

  • Pertahanan peradaban butuh institusi
  • Wakaf membuat ilmu bertahan
  • Kairo mewarisi peran Baghdad dalam banyak hal

Bola dunia wilayah (skema)

Bola dunia interaktif wilayah Dinasti Mamluk: Mesir, Syam / Levant, Hijaz

Geser mendatar untuk memutar

Peta Wilayah

Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.

Ibu kota: Kairo

Wilayah disorot

MesirSyam / LevantHijaz

Ringkasan data: Mesir, Syam, Hijaz.

Sumber sejarah (kronik)

  1. 1. Kitab As-Suluk li Ma’rifat Duwal al-Muluk — Al-Maqrizi (w. 845 H)
  2. 2. Kitab An-Nujum az-Zahirah fi Muluk Mishr wal-Qahirah — Ibnu Taghribirdi (w. 874 H)
  3. 3. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , Baibars, Qalawun, dan Ain Jalut
  4. 4. Kitab Kitab al-‘Ibar (Tarikh Ibnu Khaldun) — Ibnu Khaldun (w. 808 H) , daulah Turk di Mesir