Dinasti Mamluk
Mamluk mempertahankan pusat dunia Islam barat setelah runtuhnya Baghdad dan menghadapi Mongol serta sisa-sisa Perang Salib.
Ibu kota
Kairo
Wilayah inti
Mesir, Syam, Hijaz
Uraian sejarah
Mamluk bangkit di Mesir, menahan Mongol, dan mengakhiri sisa Perang Salib di kawasan. Kairo menjadi pusat ilmu dan wakaf. Mereka juga menjaga dua kota suci dalam orbit politiknya hingga Utsmani mengambil alih (1517).
Warisan
Kairo menjadi pusat ilmu, wakaf, arsitektur, dan jaringan ulama besar pada era Mamluk.
Sorotan
- •Mengalahkan Mongol di Ain Jalut
- •Kairo pusat ulama
- •Menjaga Hijaz
- •Wakaf & madrasah
Tokoh penting
Ibrah untuk santri
- ✓Pertahanan peradaban butuh institusi
- ✓Wakaf membuat ilmu bertahan
- ✓Kairo mewarisi peran Baghdad dalam banyak hal
Bola dunia wilayah (skema)
Seret untuk memutar · gulir untuk zoomGeser mendatar untuk memutar
Peta Wilayah
Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.
Ibu kota: Kairo
Wilayah disorot
Ringkasan data: Mesir, Syam, Hijaz.
Sumber sejarah (kronik)
- 1. Kitab As-Suluk li Ma’rifat Duwal al-Muluk — Al-Maqrizi (w. 845 H)
- 2. Kitab An-Nujum az-Zahirah fi Muluk Mishr wal-Qahirah — Ibnu Taghribirdi (w. 874 H)
- 3. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , Baibars, Qalawun, dan Ain Jalut
- 4. Kitab Kitab al-‘Ibar (Tarikh Ibnu Khaldun) — Ibnu Khaldun (w. 808 H) , daulah Turk di Mesir



