Kesultanan Nusantara ±13–16 M ±7–10 H

Kesultanan Samudera Pasai

Di antara kesultanan Islam awal di Nusantara; simpul dagang dan islamisasi pesisir Sumatra.

Ibu kota

Pasai (Aceh Utara)

Wilayah inti

Pesisir Sumatra utara & jaringan Selat Malaka

Uraian sejarah

Samudera Pasai muncul di pesisir Sumatra utara sebagai kesultanan Islam awal yang terhubung dengan jalur dagang Samudera Hindia. Ia menjadi ruang perjumpaan pedagang, ulama, dan budaya lokal—fondasi islamisasi damai di Nusantara.

Warisan

Menjadi gerbang penting masuknya Islam, jaringan ulama, dan perdagangan di Selat Malaka.

Sorotan

  • Islamisasi pesisir
  • Bandar dagang
  • Jembatan Arab–India–Nusantara

Tokoh penting

Sultan Malik ash-Shalih (tradisi)Para ulama pendatang

Ibrah untuk santri

  • Dagang dan dakwah sering berjalan beriringan
  • Pesisir adalah pintu peradaban

Bola dunia wilayah (skema)

Bola dunia interaktif wilayah Kesultanan Samudera Pasai: Nusantara

Geser mendatar untuk memutar

Peta Wilayah

Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.

Ibu kota: Pasai (Aceh Utara)

Wilayah disorot

Nusantara

Ringkasan data: Pesisir Sumatra utara & jaringan Selat Malaka.

Catatan adab: Riwayat awal bersifat rekonstruksi sejarah; detail nama/tahun bisa berbeda antar sumber.

Sumber sejarah (kronik)

  1. 1. Kitab Hikayat Raja-Raja Pasai — naskah Melayu (abad 14–15 M)
  2. 2. Kitab Rihlah Ibnu Bathuthah (Tuhfatun Nuzhzhar) — Ibnu Bathuthah (w. 779 H) , Sumatra: Sultan al-Malik azh-Zhahir
  3. 3. Kitab Sulalatus Salatin (Sejarah Melayu) — Tun Sri Lanang (1612 M) , kisah Pasai