Kesultanan Samudera Pasai
Di antara kesultanan Islam awal di Nusantara; simpul dagang dan islamisasi pesisir Sumatra.
Ibu kota
Pasai (Aceh Utara)
Wilayah inti
Pesisir Sumatra utara & jaringan Selat Malaka
Uraian sejarah
Samudera Pasai muncul di pesisir Sumatra utara sebagai kesultanan Islam awal yang terhubung dengan jalur dagang Samudera Hindia. Ia menjadi ruang perjumpaan pedagang, ulama, dan budaya lokal—fondasi islamisasi damai di Nusantara.
Warisan
Menjadi gerbang penting masuknya Islam, jaringan ulama, dan perdagangan di Selat Malaka.
Sorotan
- •Islamisasi pesisir
- •Bandar dagang
- •Jembatan Arab–India–Nusantara
Tokoh penting
Ibrah untuk santri
- ✓Dagang dan dakwah sering berjalan beriringan
- ✓Pesisir adalah pintu peradaban
Bola dunia wilayah (skema)
Seret untuk memutar · gulir untuk zoomGeser mendatar untuk memutar
Peta Wilayah
Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.
Ibu kota: Pasai (Aceh Utara)
Wilayah disorot
Ringkasan data: Pesisir Sumatra utara & jaringan Selat Malaka.
Sumber sejarah (kronik)
- 1. Kitab Hikayat Raja-Raja Pasai — naskah Melayu (abad 14–15 M)
- 2. Kitab Rihlah Ibnu Bathuthah (Tuhfatun Nuzhzhar) — Ibnu Bathuthah (w. 779 H) , Sumatra: Sultan al-Malik azh-Zhahir
- 3. Kitab Sulalatus Salatin (Sejarah Melayu) — Tun Sri Lanang (1612 M) , kisah Pasai



