Bani Umayyah di Andalus
Kelanjutan politik Umayyah di Barat Islam yang menjadikan Cordoba pusat ilmu, seni, urbanisme, dan diplomasi dunia Mediterania.
Ibu kota
Cordoba
Wilayah inti
Andalus dan bagian Semenanjung Iberia
Uraian sejarah
Abdurrahman ad-Dakhil selamat dari revolusi Abbasiyah dan membangun emirat Andalus (756). Cordoba menjadi salah satu kota paling cerah di Eropa abad pertengahan: masjid agung, perpustakaan, kedokteran, dan filsafat. Khalifah an-Nashir mengangkat status menjadi kekhalifahan. Setelah 1031, Andalus pecah menjadi muluk ath-thawaif sebelum fase Murabithun/Muwahhidun.
Warisan
Masjid Cordoba, perpustakaan besar, dan tradisi ilmu Andalus menjadi warisan utama yang berpengaruh ke Eropa dan Maghrib.
Sorotan
- •Cordoba pusat ilmu Eropa
- •Masjid Cordoba
- •Perpustakaan & terjemah
- •Diplomasi Mediterania
Tokoh penting
Ibrah untuk santri
- ✓Diaspora politik bisa menumbuhkan peradaban baru
- ✓Ilmu adalah soft power
- ✓Fragmentasi politik merapuhkan wilayah
Bola dunia wilayah (skema)
Seret untuk memutar · gulir untuk zoomGeser mendatar untuk memutar
Peta Wilayah
Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.
Ibu kota: Cordoba
Wilayah disorot
Ringkasan data: Andalus dan bagian Semenanjung Iberia.
Sumber sejarah (kronik)
- 1. Kitab Al-Bayan al-Mughrib fi Akhbar al-Andalus wal-Maghrib — Ibnu ‘Idzari al-Marrakusyi (w. setelah 712 H) , jilid Andalus
- 2. Kitab Nafh ath-Thib min Ghushn al-Andalus ar-Rathib — Al-Maqqari (w. 1041 H) , Bani Umayyah di Andalus
- 3. Kitab Al-Kamil fit-Tarikh — Ibnul Atsir (w. 630 H) , Abdurrahman ad-Dakhil
- 4. Kitab Kitab al-‘Ibar (Tarikh Ibnu Khaldun) — Ibnu Khaldun (w. 808 H) , Bani Umayyah di Andalus



