Bahasa Arab Dasar 1

Modul bahasa Arab pemula ala SantriOnline yang merapikan pokok-pokok Durusul Lughah jilid 1 menjadi jalur belajar web-native yang lebih bertahap.

Bagian 1 dari 2 60 halaman

— Bagian 1 · DR V. Abdur Rahim —

Disusun dari indeks kitab digital SantriOnline.

Bagian 1

DR V. Abdur Rahim


مكتبة روضة المحبين

Maktabah Raudhah al-Muhibbin

Judul Asli : Key to Durus al-Lughat-al-Arabiyyah Li Ghairi Natiqina Biha Part I

Penulis : DR. V. Abdur Rahim

Judul Terjemahan : Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah 1

Alih Bahasa : Ummu Abdillah al-Buthoniyah

Editor : Zezen Zainal Mursalin, Lc. Budi Marta Saudin

Desain Sampul : MRM Graph

Disebarluaskan melalui:

[Arabic text: مكتبة روضة المحبين]

Website: <ins>http://www.raudhatulmuhibbin.org</ins>

e-Mail: <ins>redaksi@raudhatulmuhibbin.org</ins>

☺ Copy left, Januari 2009

Buku ini adalah online e-Book dari Maktabah Raudhah al Muhibbin yang diterjemahkan dari on-line e-Book versi bahasa Inggris dari situs <ins>www.kalamullah.com</ins>. Diperbolehkan untuk menyebarluaskannya dalam bentuk apapun, selama tidak untuk tujuan komersil

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Segala Puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikut mereka hingga hari kiamat. Amma ba'du.

Alhamdulillah, atas kemudahan dari Allah, Maktabah Raudhah al-Muhibbin dapat mempersembahkan kepada pembaca yang budiman - yang mempunyai minat yang tinggi untuk mempelajari Bahasa Arab untuk memahami kitabullah, terjemahan dari panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah jilid 1.

Buku Panduan ini merupakan bahan penyerta dari buku Durus al-Lughat-al-Arabiyyah Li Ghairi Natiqina Biha jilid 1, yang berisi penjelasan kaidah-kaidah Bahasa Arab yang digunakan pada bacaan dan latiahn pada setiap Bab Pelajaran. Buku Durus Lughah beserta panduannya ini dapat anda gunakan untuk belajar Bahasa Arab secara individu, meskipun tentu saja belajar dengan seorang guru akan jauh lebih baik.

Agar penggunaan buku Durusul Lughah lebih efektif, berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan:

  1. Membaca terlebih dahulu percakapan atau bahan bacaan pada setiap bab pelajaran..
  2. Mempelajari kaidah-kaidah yang digunakan dengan merujuk kepada Panduan, kemudian menganalisa pola penggunaan tata bahasa (gramatical analysis) dalam bacaan berdasarkan kaidah yang telah dipelajari.
  3. Mengerjakan setiap latihan. Disarankan untuk memiliki kunci jawaban untuk mengecek pemahaman terhadapa setiap pembahasan, yang dapat diketahui dengan melihat jumlah dan jenis kesalahan yang dilakukan dalam setiap latihan.

Jazakumullah khairan kepada berbagai pihak yang telah membantu terealisasinya buku Panduan ini. Semoga Allah menjadikannya, bagi kami dan antum, sebagai tabungan di akhirat kelak.

Berbagai kritik maupun saran untuk perbaikan Panduan ini sangat kami hargai, yang dapat anda sampaikan melalui <ins>redaksi@raudhatulmuhibbin.org</ins>.

14 Februari 2009

Maktabah Raudhah al-Muhibbin Taman Baca Pencinta Ilmu

I. KATA PENGANTAR 1 II. PENJELASAN TANDA, SIMBOL DAN ISITLAH GRAMATIKAL 2

Pelajaran 1 ……………………………………………………. 5 Pelajaran 2 ……………………………………………………. 6 Pelajaran 3 ……………………………………………………. 7 Pelajaran 4 ……………………………………………………. 10 Pelajaran 5 ……………………………………………………. 14 Pelajaran 6 ……………………………………………………. 16 Pelajaran 7 ……………………………………………………. 18 Pelajaran 8 ……………………………………………………. 19 Pelajaran 9 ……………………………………………………. 21 Pelajaran 10 …………………………………………………... 24 Pelajaran 11 …………………………………………………... 27 Pelajaran 12 …………………………………………………... 29 Pelajaran 13 …………………………………………………... 31 Pelajaran 14 …………………………………………………... 38 Pelajaran 15 …………………………………………………... 41 Pelajaran 16 …………………………………………………... 43 Pelajaran 17 …………………………………………………... 45 Pelajaran 18 …………………………………………………... 46 Pelajaran 19 …………………………………………………... 48 Pelajaran 20 …………………………………………………... 50 Pelajaran 21 …………………………………………………... 52 Pelajaran 22 …………………………………………………... 53 Pelajaran 23 …………………………………………………... 55

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Kebutuhan terhadap buku panduan dalam Bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lainnya terhadap buku saya yang berjudul Durus al-Lughah al-Arabiyyah telah lama dirasakan. Panduan dalam Bahasa Inggris akhirnya dapat terealisasikan, alhamdulillah.

Setiap bab pelajaran meliputi tiga bagian. Pada bagian pertama menjelaskan semua kaidah-kaidah tata bahasa yang terdapat dalam bab pelajaran. Bagian kedua arti dari pertanyaan yang terdapat di bagian latihan. Dan bagian ketiga memuat kosa kata.

Semoga dengan hadirnya panduan ini, akan memberikan manfaat yang besar kepada pembacanya yang ingin belajar Bahasa Arab sendiri.

Saya akan sangat senang menerima semua masukan dari para pembaca, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Saran dan pertanyaan dapat dikirimkan kepada saya c/o. Islamic Foundation Trust , 78, Perambur High Road, Chennai – 600 012.

Penulis,

DR. V. Abdur Rahim

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Vokal Pendek; terdapat tiga bunyi vokal dalam Bahasa Arab:

  1. Fathah ( َ ) adalah tanda vokal yang menandakan 'a'.

  2. Kasrah ( ِ ) adalah tanda vokal yang menandakan 'i'.

  3. Dhammah ( ُ ) adalah tanda vokal yang menandakan 'u'.

Vokal Panjang.

Untuk membentuk huruf vokal panjang, fathah, kasrah dan dhammah ditambahkan dengan huruf sebagai berikut:

  1. Fathah (a), dengan menambahkan alif ا pada huruf yang berharakat fathah. Contoh:

    تَا taa جَاjaa بَاbaa

  2. Kasrah (i), dengan menambahkan ya ي pada huruf yang berharakat kasrah. Contoh:

    تِي tii جِيjii بِيbii

  3. Dhammah (u), dengan menambahkan waw و pada huruf berharakat Dhammah. Contoh:

    تُو tuu جُوjuu بُوbuu

Dalam buku ini, vokal yang dibaca panjang ditulis dengan dua cara, yaitu

  1. aa, ii, uu, atau
  2. â, î, û.

Tanda Orthographic

  1. Sukun adalah tanda ( ْ ) yang menunjukkan tidak adanya vokal.

    Contoh: تَحْتَ

  2. Syaddah adalah tanda ( ّ ) yang menunjukkan pengulangan huruf.

    Contoh: مَرَرَ dituliskan مَرَّ

  3. Tanwin ( ً ٍ ٌ )

<sup>1</sup> Penjelasan pada Bab ini kami masukkan sebagai pengantar yang sebagiannya dinukil dan diringkas dari buku The Essential Arabic karya Rafi el-Imad Faynan, hal. 15-19, Penerbit: Goodword Books Pvt. Ltd., Cetakan tahun 2005.

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

• Dalam Bahasa Arab, kata benda dan kata sifat/ajektif dapat berupa indefinite - nakirah (umum) atau definite – ma'rifah (khusus/tertentu). • Sebagian besar kata benda dan ajektif yang bersifat nakirah berharakat tanwin pada huruf terakhir. Misalnya وَلَدٌ

• Tanwin dengan fathah dituliskan ( ـً ), dengan kasrah ditulskan ( ـٍ ). Dengan dhammah dituliskan ( ـٌ ). Alif ( ا ) ditambahkan pada tanwin dengan fathah, seperti وَلَدًا, kecuali pada kata yang berakhiran ta marbuthoh ة. Contoh: زَهْرَةً.

  1. Mad. Tanda yang disebut 'mad' adalah tanda yang diletakkan di atas alif jika bunyi alif dipanjangkan. Contoh penulisan: آب dan bukan اَب ; الاب dan bukan ditulis االب.

<ins>Definite Article (Isim Ma'rifah)</ins>

  1. Dalam Bahasa Arab, kata benda dan kata sifat bisa berbentuk definite / ma'rifah (tertentu) atau indefinite / nakirah (tak tentu). Sebagian besar kata seperti 'anak laki-laki (وَلَدٌ) berharakat tanwin pada huruf terakhir.

  2. Kata benda dan kata sifat yang berbentuk ma'rifah diawali dengan partikel al – ال - (alif lam) yang disebut أَدَاةُ التَّعْرِيفِ. 'anak laki-laki (itu)' الوَلَدُ.

  3. Apabila kata diawali dengan ال maka dia tidak boleh memiliki harakat tanwin di huruf terakhir. Oleh karena itu وَلَدٌ adalah 'seorang anak laki-laki', sedangkan الوَلَدُ tanpa tanwin berarti 'anak laki-laki itu' (makusdnya anak laki-laki yang telah diketahui, -pent.)

  4. Apabila ال dilekatkan di awal sebuah kata yang dimulai dengan huruf-huruf berikut, maka ل pada ال tidak dilafalkan, sebaliknya huruf tersebut menjadi syaddah. Keempat belas huruf tersebut dinamakan Huruf Syamsiyah, yaitu: ظ ط ض ص ش س dan ن ز ر ذ د ث ت Contoh:

زَهْرَةٌ (zahratun) 'sekuntum bunga' الزَّهْرَةُ (az-zahratun) 'sekuntum bunga (itu)'

  1. Empat belas huruf lainnya dimana huruf ل pada ال dilafalkan disebut Huruf Qamariyah.

Pada buku panduan ini, kami terkadang menggunakan kata di dalam kurung yaitu "(ini)" atau "(itu)" yang tidak terdapat pada teks asli secara tertulis, namun untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang disebutkan adalah ma'rifah.

  1. Dalam bahasa Arab terdapat tiga kasus pengharokatan / at-tasykiil التَّشْكِيْلُ atau asy-syakl الشَّكْلُ, yaitu:

    • Berakhiran dhammah – marfu' (normative case) وَلَدُ، الْوَلَدُ

    • Berakhiran fathah – manshub (accusative case) وَلَدًا، الْوَلَدَ

    • Berakhiran kasrah – majrur (genitive case) وَلَدٍ، الْوَلَدِ

    Setiap kata dapat memiliki ketiga akhiran ini (dhammah, fathah, kasrah) tergantung dari posisi kata dalam kalimat.

Kata benda atau isim dalam Bahasa Arab dapat berjenis maskulin atau feminin sebagian besar kata benda yang tidak disetai dengan ta marbutho – ة – menunjukkan bahwa benda tersebut maskulin. Sejumlah besar kata benda dan kata sifat dapat dibentuk menjadi feminin dengan menambahkan akhiran ta marbutho – ة. Maskulin disebut mudzakkar - مُذَكَّرٌ - dan feminin disebut muannatas – مُؤَنَّثٌ.

Dalam buku ini, terkadang kami menggunakan kata maskulin dan feminin, atau mudhzakar dan muannats dan menunjukkan sesuatu berjenis maskulin atau feminin dengan memberi keterangan di dalam kurung, yaitu (lk) atau laki-laki untuk maskulin dan (pr) atau perempuan untuk feminin.

[Logo with Arabic text and "RM"]

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Dalam bagian ini kita mempelajari:

Apa ini? ما هَذَا ؟

Ini buku هَذَا كِتَابٌ

Apakah ini rumah? أَ هَذَا بَيْتٌ ؟

Ya, ini adalah rumah نَعَمْ ، هَذَا بَيْتٌ

Tidak, ini adalah masjid لَا ، هَذَا مَسْجِدٌ

Siapa ini? مَنْ هَذَا ؟

Catatan:

  1. هَذَا dilafalkan هَاذَا namun ditulis tanpa alif setelah huruf ha ه .

  2. Bunyi n pada akhir kata benda bahasa Arab (kitabu-n, baitu-n, masjidu-n) adalah menunjukkan indefinite article atau isim nakirah dalam bahasa Arab (yakni kata benda atau isim yang menunjukkan makna umum, yakni belum diketahui kekhususannya<sup>pent</sup>). Bunyi n ini disebut tanwin.

  3. Partikel أ yang ditempatkan di awal kalimat mengubahnya menjadi bentuk kata tanya.

Contoh:

Ini rumah هَذَا بَيْتٌ

Apakah ini rumah? أ هَذَا بَيْتٌ ؟

Rumah بَيْتٌ Meja مَكْتَبٌ Anak laki-laki وَلَدٌ Keledai حِمَارٌ
Masjid مَسْجِدٌ Tempat tidur سَرِيرٌ Pelajar طَالِبٌ Kuda حِصَانٌ
Pintu بَابٌ Kursi كُرْسِيٌّ Laki-laki رَجُلٌ Unta جَمَلٌ
Buku كِتَابٌ Bintang نَجْمٌ Pedagang تَاجِرٌ Ayam jantan دِيكٌ
Pulpen قَلَمٌ Kemeja قَمِيصٌ Anjing كَلْبٌ Guru (lk) مُدَرِّسٌ
Kunci مِفْتَاحٌ Dokter طَبِيبٌ Kucing قِطٌّ Sapu tangan مِنْدِيلٌ

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Dalam bagian ini, kita mempelajari penggunaan ذَلِكَ yang berarti "itu" dan وَ yang berarti "dan". Contoh:

Ini rumah dan itu masjid هَذَا بَيْتٌ وَذَلِكَ مَسْجِدٌ

Catatan:

  1. ذَلِكَ dilafalkan ذَالِكَ tetapi ditulis tanpa alif.

  2. Kata وَ ditulis berdampingan dengan kata yang mengikutinya.

<ins>🕮 Kosa-kata Baru:</ins>

Imam إِمَامٌ Gula سُكَّرٌ
Batu حَجَرٌ susu لَبَنٌ

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Pada bagian ini kita mempelajari definite article (isim ma'riifah, yakni isim yang telah diketahui kekhususannya atau benda tertentu<sup>pent.</sup>) – (al). Ketika al- mengawali sebuah kata benda maka tanda isim nakirah –n- dibuang. Contoh:

بَيْتٌ اَلْبَيْتُ
Baitu-n al-baitu

Bahasa Arab terdiri dari 28 huruf. Empat belas diantaranya disebut huruf Syamsiyah dan 14 lainnya disebut huruf Qamariyah.

Dalam artikulasi (pengucapan) huruf Syamsiyah, ujung lidah berpadu seperti pada huruf-huruf t, n, r, s, dan sebagainya. Ujung lidah tidak mengalami perubahan dalam pengucapan huruf-huruf Qamariyah, seperi huruf b, w, m. k, dan lain-lain.

Manakala al dipasangkan mengawali sebuah kata benda yang diawali dengan huruf Syamsiyah maka l pada al berpadu dengan huruf Syamsiyah, contoh: al-syams (matahari) diucapkan as-syams. Tidak ada perubahan pada penulisan ( اَلشَّمْسُ ). Perpaduan itu ditunjukkan dengan syaddah ( ّ ) pada huruf pertama kata benda tersebut.

Tidak ada perpaduan serupa yang terjadi pada kata Qamariyah, contoh: al-qamaru (bulan) diucapkan al-qamaru ( اَلْقَمَرُ ).

Dibawah ini beberapa contoh perpaduan –l- dari –al- pada huruf Syamsiyah.

al-najmu diucapkan an-najmu (bintang)
ar-rajulu diucapkan ar-rajulu (laki-laki)
al-diiku diucapkan ad-diiku (ayam jantan)
al-samaku diucapkan as-samaku

Lihat tabel huruf-huruf Qamariyah dan Syamsiyah pada hal. 19 dari Durus Lughah I.

Catatan: Huruf –a- pada –al- diucapkan hanya apabila tidak didahului oleh kata lainnya. Jika diikuti oleh kata lain maka dalam pengucapannya dihilangkan, meskipun tetap ada pada tulisan. Contoh: al-baitu. Disini huruf a dilafalkan, namun apabila didahului oleh kata wa (dan) maka a tidak dilafalkan dan kalimat dilafalkan dengan wa-l-baitu dan bukan wa-al-baitu. Untuk menunjukkan penghilangan a tersebut dalam pengucapan, tanda ٱ diletakkan di atas hamzah: وَٱلْبَيْتُ

Huruf vokal di awal (a, i atau u) yang dihilangkan ketika didahului oleh kata lain disebut hamzatu-l-wasl (hamzah wasl).

Pintu (itu) terbuka

الْبَابُ مَفْتُوحٌ

Pulpen (itu) patah

الْقَلَمُ مَكْسُورٌ

Catatan:

Kita telah belajar bahwa tanwin adalah tanda isim nakirah (kata benda tak tentu). Contoh بَيْتٌ Hal ini tidak berlaku untuk kata sifat (adjective) seperti مَفْتُوحٌ (terbuka) dan مَكْسُورٌ (patah).<sup>2</sup>

Kaya غَنِيٌّ x Miskin فَقِيرٌ
Tinggi طَوِيلٌ x Pendek قَصِيرٌ
Dingin بَارِدٌ x Panas حَارٌّ
Duduk جَالِسٌ x Berdiri وَاقِفٌ
Baru جَدِيدٌ x Lama قَدِيمٌ
Dekat قَرِيبٌ x Jauh بَعِيدٌ
Bersih نَظِيفٌ x Kotor وَسِخٌ
Kecil صَغِيرٌ x Besar كَبِيرٌ
Ringan خَفِيفٌ x Berat ثَقِيلٌ
Kertas الْوَرَقُ Air الْمَاءُ
Apel التُّفَّاحُ Indah جَمِيلٌ
Toko الدُّكَّانُ Manis حُلْوٌ
Sakit مَرِيضٌ

<sup>2</sup> Dalam buku aslinya, keberadan tanwin sebagai tanda isim nakirah diartikan dengan 'sesuatu, atau sebuah (untuk tunggal)' sedangkan pengertian tersebut (yakni sesuatu atau sebuah) tidak dapat digunakan untuk kata sifat, sebagaimana contoh diatas.

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

🖎 Latihan:

  1. (hal. 15). Bacalah dan tulislah dengan akhiran yang benar. Contoh:

    مَسْجِدٌ Masjidun dengan tanwin

    الْمَسْجِدُ Al-masjidu tanpa tanwin

  2. (hal 15). Baca dan tulislah.

  3. (hal 15) Isilah bagian yang kosong dengan kata-kata yang ada.

  4. (hal 16) Isilah bagian yang kosong dengan kata-kata yang sesuai. Ingatlah bahwa kata pertama dalam kalimat harus mengandul al, misalnya: الْبَيْتُ نَظِيفٌ

  5. (hal 17) Baca dan tulislah dengan akhiran yang benar.

  6. (hal 17) Isilah bagian yang kosong dengan kata-kata yang sesuai.

  7. (hal. 18) Padankanlah kata-kata pada (a) dan (b)

  8. (hal 20) Baca dan tulislah kata-kata di bawah ini sambil menerapkan kaidah-kaidah huruf Syamsiyah dan Qamariyah.

Dalam bagian ini, kita akan mempelajari penggunaan preposition atau kata depan.

  1. Kata benda (isim) dalam bahasa Arab memiliki akhiran untuk menunjukkan fungsinya dalam kalimat. Akhiran normal dari sebuah kata benda adalah –u- sebagaimana dalam kata:

    Rumah baru al-bait-u jadîd-u-n البَيْتُ جَدِيدٌ

    Kata benda yang memiliki akhiran yang normal disebut berbentuk normative case atau dalam bahasa Arab disebut مَرْفُوعٌ.

    Setelah kata depan (yang dalam bahasa arab dinamakan huruful jar atau huruf-huruf yang bisa mengkasrohkan kata benda setelahnya, seperti fi, min, ala, dst<sup>-ed.</sup>) akhiran ini berubah menjadi –i- contoh:

    al-bait-u rumah (itu)

[Logo image showing "RM" with Arabic text below]

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Dia (lk) ada di dalam masjid

هُوَ فِي الْمَسْجِدِ

Dimana buku (itu)?

أَيْنَ الْكِتَابُ ؟

Dia (buku itu) di atas meja

هُوَ عَلَى الْمَكْتَبِ

Dan kata benda feminin - isim muannats – merujuk pada kata ganti هِيَ apakah menunjukkan manusia, hewan atau sebuah benda lainnya yang dianggap feminin.

Dimana Aminah?

أَيْنَ آمِنَةُ ؟

Dia (berada) di rumah

هِيَ فِي الْبَيْتِ

Dimana jam tangan (itu)

أَيْنَ السَّاعَةُ ؟

Dia (jam tangan itu) ada di atas tempat tidur

هِيَ عَلَى السَّرِيرِ

Sebagian besar kata isim muannats berakhiran huruf ta marbuthoh ة namun ada pula sebagian yang tidak memliki akhiran tersebut.

Catatan:

  1. Kita telah mempelajari bahwa tanwin adalah indefinite article (kata benda tak tentu) misalnya بَيْتٌ 'rumah' . Kaidah ini tidak berlaku terhadap kata benda yang telah tetap, seperti nama orang. Maka حَامِدٌ tetap Hamid (bukan seorang Hamid ).

  2. Nama perempuan tidak memiliki tanwin. Misalnya فَاطِمَةُ ، زَيْنَبُ ، آمِنَةُ

<ins>🕮 Kosa kata Baru:</ins>

Dimana أَيْنَ Di atas عَلَى
Ruang غُرْفَةٌ Langit السَّمَاءُ
Kamar mandi الْحَمَّامُ Ruang kelas الْفَصْلُ
Dapur الْمَطْبَخُ Toilet الْمِرْحَاضُ
Di (dalam) فِي

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

🖎 Latihan:

  1. Jawablah pertanyaan berikut ini (jawaban harus berdasarkan pelajaran bagian ini).
  2. Baca dan tulislah dengan memberikan harakat (akhiran) yang benar
  3. Di akhir halaman 23. Baca dan tulislah dengan memberikan harakat yang benar. Ingatlah bahwa nama laki-laki berakhiran –un dan nama perempuan berakhiran –u.

Pada bagian ini kita mempelajari dua kata depan ( حَرْفُ جَرّ ) yakni مِنْ yang berarti 'dari' dan إِلَى yang berarti 'ke' (atau kepada).

• Kita juga mempelajari dua kata ganti (dhamir): أَنَا 'saya' dan أَنْتَ 'kamu/anda' أَنَا 'saya' untuk maskulin (mudzakar) dan feminin (mu'annats). Contoh:

Saya Muhammad أَنَا مُحَمَّدٌ
Saya Aminah أَنَا آمِنَةُ

Tetapi أَنْتَ 'kamu/anda' hanya dipakai untuk maskulin tunggal 'mufrad mudzakar'. Anda akan mempelajari feminin tunggal mufrad muannats dan bentuk plural 'jamak' nanti.

• Kita juga telah mempelajari dua kata kerja bentuk lampau فِعْلٌ مَاضِي (Fi'il Madhi) yakni ذَهَبَ '(dia lk) telah pergi' dan خَرَجَ '(dia lk) telah keluar'. Perhatikan yang berikut:

Di mana Bilal? أَيْنَ بِلَالٌ
Dia telah pergi ke masjid ذَهَبَ إِلَى الْمَسْجِدِ
Bilal telah pergi ke masjid ذَهَبَ بِلَالٌ إِلَى الْمَسْجِدِ

Maka ذَهَبَ berarti 'dia telah pergi' tetapi jika diikuti oleh kata benda sebagai subjek maka kata 'dia' ditinggalkan.

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

مِنْ 'dari' (jika bertemu الْ maka berubah menjadi مِنَ

Ke إِلَى Filipina الْفِلِبِّينُ
Jepang الْيَابَانُ Sekolah الْمَدْرَسَةُ
Cina الصِّينُ Pasar السُّوقُ
India الْهِنْدُ Universitas الْجَامِعَةُ
Direktur الْمُدِيرُ
  1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini (jawabannya harus berdasarkan bab ini).
  2. Baca dan tulislah dengan harakat yang benar.
  3. Baca dan tulislah.
  4. Isilah bagian yang kosong dengan kata depan yang sesuai.

Dalam bagian ini kita telah mempelajari sebagai berikut:

  1. Buku (milik) Bilal (kitab-u bilal-i-n) كِتَابُ بِلَالٍ

    Rumah (milik) Imam (bait-u-l-imam-i-n) بَيْتُ الْإِمَامِ

    Dalam كِتَابُ بِلَالٍ kata yang pertama كِتَابُ adalah benda yang dimiliki. Ini disebut

    mudhaf 'مُضَافٌ'. Kata yang kedua بِلَالٍ pemilik disebut mudhaf ilaihi 'مُضَافٌ إِلَيْهِ'.

Catatan:

a). Mudhaf tidak berbentuk nakirah atau ma'rifah. Maka salah jika menuliskan

كِتَابٌ بِلَالٍ atau الْكِتَابُ بِلَالٍ. Mudhaf merupakan bentuk ma'rifah karena

posisinya, dan tidak membutuhkan partikel ma'rifah (yakni tidak membutuhkan

penambahan awalan –al sebagai tanda isim ma'rifah<sup>pent.</sup>)

b). Mudhaf ilaihi berbentuk majrur. Dia dapat dimasuki tanwin seperti di contoh

pertama, dan al-. di contoh ke dua.

بِلَالٌ بَيْتُ بِلَالٍ

Bilâl-u-n Bait-u Bilâl-i-n

الْإِمَامُ بَيْتُ الْإِمَامِ

al-imâm-u Bait-u-l-imâm-i

c). كِتَابُ مَنْ؟ Perhatikan bahwa مَنْ tidak berbentuk majrur karena dia berbentuk mabni,

yakni dia tidak mengalami perubahan untuk menunjukkan kedudukannya dalam

kalimat. Ada bentuk mabni pada kata-kata tertentu dalam bahasa Arab yang tetap

tidak berubah.

d) عَلَى مَكْتَبِ الْمُدَرِّسِ. Perhatikan bahwa مَكْتَبِ berbentuk majrur karena kata depan

عَلَى dan الْمُدَرِّسِ karena dia berada pada posisi mudhaf ilaihi.

  1. تَحْتَ 'dibawah'. Kata benda yang mengikuti تَحْتَ berada dalam posisi majrur

    karena dia menempati fungsi mudhaf ilaihi.تَحْتَ الْمَكْتَبِ

3). يَا adalah kata seruan. Isim yang mengikuti يَا hanya memiliki satu dhammah.

يَا بِلَالُ، يَا شَيْخُ، يَا أُسْتَاذُ bukan يَا بِلَالٌ dan lain-lain.

4). Kata ism-u-n اِسْمٌ dan ibn-u-n اِبْنٌ berawal dengan hamzatu-l-wasl. Jika didahului oleh sebuah kata, maka 'i- ' dihilangkan dalam pengucapan.

اِسْمُ الْوَلَدِ بِلَالٌ ، وَاسْمُ الْبِنْتِ آمِنَةُ

ism-u-l walad-i bilal-u-n, wa sm-u-l-bint-i aminat-u

اِبْنُ الْمُدَرِّسِ طَبِيبٌ ، وَابْنُ الْإِمَامِ تَاجِرٌ

ibn-u-l-mudarrisi tabib-u-n wa-bn-u-l-imam-i tajir-u-n

أَيْنَ ابْنُ حَامِدٍ ؟

aina bn-u hamid-i-n?

🖎 Latihan:

  1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

  2. Bentuklah menjadi mudhaf-mudhaf ilaihi dengan bantuan dua kata.

  3. Baca dan tulislah dengan harakat akhir yang benar. Perhatikan bahwa mudhaf memiliki akhiran –u dan mudhaf ilaihi memiliki akhiran –i.

  4. Bacalah.

  5. Isilah bagian yang kosong dengan kata-kata yang sesuai.

  6. Benarkanlah kalimat di bawah ini.

  7. Bacalah dengan harakat yang benar di akhir kalimat.

    Perhatikan bahwa setelah يَا tidak berbentuk tanwin, namun hanya memiliki satu dhammah. Contoh: syaikh-u-n >> ya syaikh-u.

  8. Buatlah pertanyaan dengan pola seperti pada contoh dengan bantuan gambar.

  9. Bacalah yang berikut ini dengan tetap mengingat kaidah mengenai hamzatul wasl.

🕮 <ins>Kosa Kata Baru:</ins>

Rasul الرَّسُولُ Dibawah تَحْتَ
Paman dari ayah الْعَمُّ Anak laki-laki الْاِبْنُ
Jalan الشَّارِعُ Mobil السَّيَّارَةُ
Ka'bah الْكَعْبَةُ Di sini هُنَا
Paman dari ibu الْخَالُ Di sana هُنَاكَ
Tertutup مُغْلَقٌ Anak perempuan الْبِنْتُ
Nama الْاِسْمُ Dokter الطَّبِيبُ
Tas الْحَقِيبَةُ

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

  1. هَذِهِ adalah bentuk feminin dari هَذَا . Diucapkan هَاذِهِ namun alif tidak disertakan dalam tulisan.

    Ini anak laki-laki dan ini anak perempuan

    هَذَا وَلَدٌ وَ هَذِهِ بِنْتٌ

  2. Kata benda dan kata sifat berubah menjadi feminin dengan menambahkan ة di akhir kata. Huruf terakhir sebelum ة berharakat fathah.

    مُدَرِّسَةٌ guru (pr) >> مُدَرِّسٌ guru (lk)

    mudarrisat-u-n Mudarris-u-n

    Kata-kata benda tertentu memiliki bentuk feminin yang khusus.

    بِنْتٌ anak perempuan اِبْنٌ anak laki-laki

    أُخْتٌ saudara (pr) أَخٌ saudara (lk)

    Semua kata dalam bahasa Arab termasuk maskulin atau feminin. Kata benda feminin (isim mu'annats) dan kata sifat biasanya berakhiran ة. Namun ada kata-kata tertentu yang tidak memiliki kahiran ini. Para pelajar yang mempelajari kata-kata baru harus mengetahui jenisnya pula. Anggota tubuh yang berpasangan biasanya adalah feminin dan yang tunggal adalah maskulin.

Feminin Maskulin
يَدٌ Tangan رَأْسٌ kepala
رِجْلٌ Kaki أَنْفٌ hidung
عَيْنٌ Mata فَمٌ mulut
أُذُنٌ Telinga وَجْهٌ wajah
  1. لِ adalah kata depan (harf jar) yang berarti 'milik' , 'untuk'. Contoh:

    Ini milik Bilal dan itu milik Hamid

    هَذَا لِبِلَالٍ ، وَ ذَلِكَ لِحَامِدٍ

Segala puji milik Allah

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

Perhatikan kata اللهُ menjadi لِلَّهِ lillahi (milik Allah) dengan membuang huruf alif. Tidak perlu menambahkan huruf lam pada kata.

لِمَنْ berarti 'milik siapa'. Contoh:

Milik siapa ini?

لِمَنْ هَذَا ؟

Buku milik siapa ini?

لِمَنِ الْكِتَابُ ؟

Perhatikan bahwa مَنْ berubah menjadi مَنِ jika diikuti dengan ال.

  1. أَيْضًا berarti 'juga', contoh:

Ini indah,

هَذَا جَمِيلٌ

dan itu juga indah

وَ ذَلِكَ أَيْضًا جَمِيلٌ

  1. جِدًّا berarti 'sangat', contoh:

Ini sangat besar

هَذَا كَبِيرٌ جِدًّا

🖎 Latihan:

  1. Baca dan tulislah.
  2. Jawablah pertanyaan ini.
  3. Isilah bagian kosong di kolom sebelah kiri dengan predikat yang sama dengan yang berada di sebelah kanan dengan merubahnya dalam bentuk muannats (feminin).
  4. Perbaikilah kalimat berikut.
  5. Bacalah kalimat berikut dengan harakat yang benar.

🕮 Kosa Kata Baru:

Setrika الْمِكْوَاةُ Hidung الْأَنْفُ Bapak الْأَبُ Kaki الرِّجْلُ
Sapi الْبَقَرَةُ Mulut الْفَمُ Kulkas الثَّلَّاجَةُ Cepat سَرِيعٌ
Sepeda الدَّرَّاجَةُ Panci الْقِدْرُ Teh الشَّايُ Jendela النَّافِذَةُ
Sendok الْمِلْعَقَةُ Telinga الْأُذُنُ Barat الْمَغْرِبُ Timur الشَّرْقُ
Petani الْفَلَّاحُ Mata الْعَيْنُ Kopi الْقَهْوَةُ
Ibu الْأُمُّ Tangan يَدٌ

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Dalam bagian ini kita belajar mengenai penggunaan تِلْكَ yang merupakan bentuk

feminin dari ذَلِكَ yang berarti 'itu', contoh:

Ini Bilal dan itu Hamid هَذَا بِلَالٌ ، وَ ذَلِكَ حَامِدٌ

Ini Aminah dan itu Maryam هَذِهِ آمِنَةٌ ، وَ تِلْكَ مَرْيَمُ

🖎 Latihan:

  1. Baca dan tulislah.
  2. Isilah bagian yang kosong dengan ذَلِكَ atau تِلْكَ

🕮 Kosa Kata Baru:

Unta betina النَّاقَةُ Telur البَيْضَةُ
Bebek البَطَّةُ Mu'adzin المُؤَذِّنُ
Suster المُمَرِّضَةُ Ayam betina الدَّجَاجَةُ

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Dalam bagian ini, kita mempelajari:

  1. Bagaimana mengatakan 'ini buku' dalam bahasa Arab. Kita lihat bahwa هَذَا كِتَابٌ berarti 'ini sebuah buku'. Sekarang kita belajar هَذَا الْكِتَابُ berarti 'buku ini'. Ini bukanlah kalimat. Untuk membuatnya menjadi kalimat, kita harus menambahkan predikat, contoh: 'buku ini baru' هَذَا الْكِتَابُ جَدِيدٌ.

    Semua kata ganti penunjuk – isim isyarah - (demonstrative pronoun) dapat digunakan untuk model ini. Contoh:

Laki-laki itu seorang insinyur ذَلِكَ الرَّجُلُ مُهَنْدِسٌ
Jam tangan ini indah هَذِهِ السَّاعَةُ جَمِيلَةٌ
Suster itu dari Jepang تِلْكَ الْمُمَرِّضَةُ مِنَ الْيَابَانِ
  1. Kita telah mempelajari bahwa akhiran kata yang biasanya adalah 'u', dan berubah menjadi 'i' setelah kata depan (huruf jarr), dan apabila kata bendanya adalah menunjukkan milik (mudhaf ilaihi). Contoh:
Rumah (ini) indah الْبَيْتُ جَمِيلٌ
Bilal ada di dalam rumah بِلَالٌ فِي الْبَيْتِ
Ini kunci rumah هَذَا مِفْتَاحُ الْبَيْتِ

Kata yang berakhiran a yang panjang (mad) tidak memiliki akhiran. Keadaannya tetap, tidak berubah. Contoh:

Ini Amerika هَذِهِ أَمْرِيكَا
Saya dari Amerika أَنَا مِنْ أَمْرِيكَا
Dia presiden Amerika هُوَ رَئِيسُ أَمْرِيكَا
  1. خَلْفَ 'di belakang' dan أَمَامَ 'di depan'. Kata benda (isim) yang mengikutinya juga berakhiran 'i'.
Rumah (itu) berada di belakang masjid الْبَيْتُ خَلْفَ الْمَسْجِدِ
Hamid (berada) di depan guru حَامِدٌ أَمَامَ الْمُدَرِّسِ
  1. جَلَسَ berarti 'dia (lk) telah duduk' (kt kerja bentuk lampau fi'il madhi)

Di mana Muhammad duduk? أَيْنَ جَلَسَ مُحَمَّدٌ ؟

Dia duduk di depan guru جَلَسَ أَمَامَ الْمُدَرِّسِ

🖎 Latihan:

  1. Jawablah pertanyaan berikut.
  2. Baca dan tulislah.
  3. Ubahlah kalimat berikut seperti yang terdapat dalam contoh.
هَذَا كِتَابٌ هَذَا الْكِتَابُ لِمُحَمَّدٍ
Ini buku Buku ini milik Muhammad
  1. Buatlah pertanyaan dan jawaban sebagaimana di atas dengan menggunakan kata لِمَنْ 'milik siapa'
  2. Bacalah yang berikut dengan tetap mengingat kaidah isim yang berakhiran â (a yang dibaca panjang).
  3. Baca dan tulislah dengan tetap mengingat kaidah أَمَامَ dan خَلْفَ
Amerika أَمْرِيكَا Pisau السِّكِّينُ
Tertutup مُغْلَقٌ Jerman أَلْمَانِيَا
Irak الْعِرَاقُ Inggris إِنْكِلْتَرَا
Swiss سُوِيسْرَا Rumah sakit *الْمُسْتَشْفَى

*Perhatikah bahwa ى di akhir yang diucapkan alif tidak memiliki titik. Maka فِي adalah fi dan عَلَى adalah 'ala.

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

A

Pada bagian ini kita mempelajari:

  1. Kata sifat dalam bahasa Arab. Kata sifat dalam Bahasa Arab mengikuti benda yang disifatinya. Contoh:

Rumah baru بَيْتٌ جَدِيدٌ

Dalam Bahasa Arab kata sifat disebut na't ( نَعْتٌ ) dan benda yang disifatinya disebut

man'ut ( مَنْعُوتٌ ). Kata sifat mengikuti kata benda dalam hal:

a) Jenis. Sifat dari benda mudzakar (maskulin) juga berbentuk mudzakar dan benda mu'annats (feminin) juga berbentuk mu'annats. Contoh:

anak kecil laki-laki وَلَدٌ صَغِيرٌ anak kecil perempuan بِنْتٌ صَغِيرَةٌ

buku baru كِتَابٌ جَدِيدٌ mobil baru سَيَّارَةٌ جَدِيدَةٌ

b) Berbentuk ma'rifah (tertentu) atau nakirah (tak tentu). Jika bendanya isim ma'rifah maka na't-nya ma'rifah. Dan jika bendanya isim nakirah maka man'ut-nya juga berbentuk nakirah. Contoh:

Bilal (adalah) guru baru بِلَالٌ مُدَرِّسٌ جَدِيدٌ

Guru yang baru itu berada di dalam kelas الْمُدَرِّسُ الْجَدِيدُ فِي الْفَصْلِ

c) Status. Kata sifat berstatus sama dengan benda yang disifatinya.

Ini rumah baru (hâdzihi bait-u-n jadîd-u-n ) هَذَا بَيْتٌ جَدِيدٌ

Saya berada di rumah (yang) baru (ana fi baitin jadîdin) أَنَا فِي بَيْتٍ جَدِيدٍ

Rumah (yang) baru (itu) indah. الْبَيْتُ الْجَدِيدُ جَمِيلٌ

Siapa yang berada di rumah (yang) baru? (man fi-l-bait-i-l-jadid-i)

مَنْ فِي الْبَيْتِ الْجَدِيدِ ؟

  1. Na't yang berakhiran '-ân' / alif dan nun tidak boleh tanwin

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

كَسْلَانُ kaslân-u malas
جَوْعَانُ jau'ân-u lapar
عَطْشَانُ 'athsyân-u haus
غَضْبَانُ ghadbân-u marah
مَلْآنُ mal'ân-u kenyang

🖎 Latihan:

  1. Baca dan tulislah.
  2. Isilah bagian yang kosong dengan kata sifat yang sesuai
  3. Isilah bagian yang kosong dengan kata yang sesuai dengan kata sifat
  4. Bacalah dengan menerapkan kaidah kata sifat yang berakhiran 'â'.
Buah-buahan الْفَاكِهَةُ Bahasa Inggris الْإِنْجِلِيزِيَّةُ
Burung kecil الْعُصْفُورُ Sukar صَعْبٌ
Burung الطَّائِرُ Kota Madinah الْمَدِينَةُ
Bahasa Arab الْعَرَبِيَّةُ Kairo الْقَاهِرَةُ
Bahasa اللُّغَةُ Hari ini الْيَوْمَ
Mudah سَهْلٌ Mengapa لِمَاذَا
Bersungguh-sungguh مُجْتَهِدٌ Gelas الْكُوبُ
terkenal شَهِيرٌ

[Logo image] Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1


B


Di bagian ini, kita mempelajari:

  1. Kata sifat yang mensifati isim ma'rifah (kata benda tertentu).

    Dimana guru (yang) baru (itu) ؟ أَيْنَ الْمُدَرِّسُ الْجَدِيدُ

  2. Kata ganti penghubung –isim maushul- (relative pronoun) الَّذِي . Contoh:

    الرَّجُلُ الَّذِي خَرَجَ مِنَ الْمَسْجِدِ تَاجِرٌ شَهِيرٌ

    Laki-laki yang baru keluar dari masjid sekarang adalah seorang pedagang terkenal.

    الْبَيْتُ الَّذِي أَمَامَ الْمَسْجِدِ لِلْإِمَامِ

    Rumah yang (berada) di depan masjid (itu) milik imam.

  3. Perhatikan jika لِ digunakan dengan isim ma'rifah لِلْ, maka alif pada الْ dihilangkan.

    لِلْإِمَامِ الْإِمَامُ

    لِلْمُدَرِّسِ الْمُدَرِّسُ

  4. عِنْدَ 'dengan / di sisi / bersama'. Isim yang mengikutinya berharakat kasrah / mempunyai akhiran 'i'. Contoh:

    Guru di sisi / bersama Kepala Sekolah الْمُدَرِّسُ عِنْدَ الْمُدِيرِ

🖎 Latihan:

  1. Baca dan tulislah.

  2. Isilah bagian yang kosong dengan kata sifat yang terdapat dalam tanda kurung.

Perhatikan, jika isim mengandung الْ maka kata sifatnya juga mengandung الْ .

  1. Baca dan tulislah.

🕮 <ins>Kosa Kata Baru:</ins>

Perpustakaan الْمَكْتَبَةُ SMU الثَّانَوِيَّةُ Klinik الْمُسْتَوْصَفُ Pasar السُّوقُ
Sekarang الْآنَ Menteri الْوَزِيرُ Kipas angin الْمِرْوَحَةُ Indonesia إِنْدُونِيسِيَا
Di sana هُنَاكَ Tajam حَادٌّ Kuwait الْكُوَيْتُ jalan الشَّارِعُ

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Pada bagian ini kita mempelajari :

  1. Kata ganti milik ي ، ها ، ه ، كَ

Kitâbu-ka (buku-mu >> untuk mudzakar/maskulin كِتَابُكَ

Kitâbu-hu (buku-nya >> mudzakar) كِتَابُهُ

Kitâbu-ha (buku-nya >> muannats/feminin) كِتَابُهَا

Kitâb-i dari kitâbu-i (bukuku)) كِتَابِي

Kata ganti ini tidak berdiri sendiri. Kata ganti ini menyerupai suffix yang melekat pada kata benda.

  1. Sebagaimana yang kita lihat 'bukumu' adalah كِتَابُكَ dan 'bukunya' adalah كِتَابُهُ.

Kata untuk 'ayah' adalah أَبٌ dan untuk 'saudara laki-laki' adalah أَخٌ.

'Saudara laki-lakimu' adalah أَخُوكَ dan bukan أَخُكَ.

وَ harus ditambahkan diantara mudhaf dan mudhaf ilaih. Dengan cara yang sama 'ayahnya' tidak ditulis أَبُهُ tetapi أَبُوهُ.

Perhatikan yang berikut:

"Rumah Muhammad" adalah بَيْتُ مُحَمَّدٍ

Tetapi "ayah Muhammad" adalah أَبُو مُحَمَّدٍ

Dan "saudara laki-laki Muhammad" adalah أَخُو مُحَمَّدٍ

"Ayahku" dan "saudara laki-lakiku" tidak ditambahkan وَ. Contoh: أَخِي ، أَبِي

Kata benda yang diikuti tambahan وَ ketika berfungsi sebagai mudhaf ada empat kata. Anda telah belajar dua kata, dan anda akan mempelajari dua kata lagi di waktu mendatang, إِنْ شَاءَاللهُ

![Logo image showing "RM" with Arabic text underneath]

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

  1. Kita telah belajar bahwa kata عِنْدَ berarti "bersama dengan / di sisi". Ia juga digunakan untuk menyampaikan maksud "mempunyai/memiliki", misalnya: أَعِنْدَكَ قَلَمٌ ؟ 'Apakah engkau memiliki pulpen?'

  2. Kita telah belajar mengenai kata depan لِ berarti 'milik…'. Apabila diikuti oleh kata ganti milik maka harakatnya berubah menjadi fathah ( لَ ، لَكَ 'milikmu', لَهُ 'miliknya (lk)', لَهَا 'miliknya (pr), tetapi لِي 'milikku' berharakat kasrah.

Catatan:

لِي أَخٌ Berarti 'saya mempunyai seorang saudara laki-laki'. Secara harafiah berarti 'saudara laki-laki milikku'.

لِي فَمٌ Berarti 'saya mempunyai mulut', secara harafiah berarti 'mulutku'.

Keliru jika mengatakan عِنْدِي أَخٌ / عِنْدِي فَمٌ karena عِنْدَ digunakan untuk sesuatu yang dapat terpisahkan, sedangkan hubungan (kekeluargaan) dan bagian tubuh tidak termasuk dari jenis ini.

  1. Kita telah mempelajari ذَهَبَ 'dia (lk) telah pergi'. Sekarang kita belajar ذَهَبْتَ 'kamu (lk) telah pergi' (mufrad mudzakar) dan ذَهَبْتُ 'saya telah pergi'. (Semua kata kerja ini dalam bentuk lampau atau fi'il madhi).

Apakah anda (kamu) telah pergi ke sekolah hari ini? أَذَهَبْتَ إِلَى الْمَدْرَسَةِ الْيَوْمَ ؟

Ya, saya telah pergi. نَعَمْ ، ذَهَبْتُ

  1. Kita telah mempelajari bahwa nama orang feminin tidak memiliki tanwin seperti مَرْيَمُ ، آمِنَةُ . Demikian juga nama laki-laki yang berakhiran ta' marbuthah, maka tidak boleh tanwin: حَمْزَةُ ، أُسَامَةُ ، مُعَاوِيَةُ

  2. مَعَ berarti 'bersama'. Untuk membedakan مَعَ dengan عِنْدَ ingatlah, jika anda mengatakan:

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

الْمُدَرِّسُ عِنْدَ الْمُدِيرِ

"Guru ada bersama kepala sekolah" berarti guru pergi ke kantor kepala sekolah dan dia bersama kepala sekolah disana. Tetapi:

الْمُدَرِّسُ مَعَ الْمُدِيرِ

Tidak memiliki batasan ini. Guru dapat berada di mana saja bersama kepala sekolah.

Kata benda setelah مَعَ berharakat kasrah atau berakhiran 'i'.

  1. بِالْجَامِعَةِ "di universitas" بِ adalah kata depan yang berarti 'di, pada'.

Perhatikan bahwa الْجَامِعَةُ الْإِسْلَامِيَّةُ بِالْمَدِينَةِ الْمُنَوَّرَةِ berarti 'Universitas Islam di Madinah Al-Munawarah'.

  1. Pada pelajaran 1 kita telah mempelajari bahwa مَا berarti 'apa'. Kata ini juga digunakan sebagai partikel negatif, maka: مَا عِنْدِي سَيَّارَةٌ berarti 'saya tidak mempunyai mobil'.

🖎 Latihan:

  1. Jawablah pertanyaan berikut.
  2. Isilah bagian yang kosong dengan kata ganti milik yang sesuai.
  3. Buatlah lima pertanyaan dan jawaban seperti pola yang terdapat pada contoh.
  4. Buatlah lima pertanyaan dan jawaban seperti pola yang terdapat pada contoh.
  5. Tambahkanlah kata ganti milik pada kata benda berikut sebagaimana yang terdapat pada contoh. Hilangkan tanwin sebelum menambahkan kata ganti.

Kitâb-u-nkitab-u-ka

Kata ganti milik orang pertama akhiran '-u' juga harus dihilangkan.

Kitâb-u-nkitab-i

  1. Bacalah yang berikut ini.
  2. Bacalah yang berikut ini.
  3. Bacalah yang berikut ini.
  4. Bacalah yang berikut ini dan kemudian bacalah isim a'lam dengan akhiran yang benar.

🕮 <ins>Kosa Kata Baru</ins>

Teman الزَّمِيلُ Pemuda الْفَتَى
Suami الزَّوْجُ Satu وَاحِدٌ
Anak kecil<br/>(lk) الطِّفْلُ

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Ini bagian revisi. Hanya mengandung dua kata baru: فِيهَا / فِيهِ dan أُحِبُّ

  1. فِيهِ berarti 'di dalamnya'. Contoh:

    Siapa (yang berada) di dalam rumah?

    مَنْ فِي الْبَيْتِ ؟

    Di dalamnya ada ayah dan ibu

    . فِيهِ أَبِي وَ أُمِّي

  2. Bentuk femininnya adalah فِيهَا . Contoh:

    Siapa di dalam kamar?

    مَنْ فِي الْغُرْفَةِ ؟

    Di dalamnya ada saudara laki-lakiku.

    فِيهَا أَخِي

  3. أُحِبُّ berarti 'saya mencintai, saya menyukai'. Contoh:

    Saya mencintai ayahku, ibuku, saudara laki-lakiku, dan saudara perempuanku.<sup>3</sup>

    أُحِبُّ أَبِي وَ أُمِّي وَ أَخِي وَ أُخْتِي

Objek dari sebuah kata kerja– berada dalam bentuk مَنْصُوبٌ 'manshub', memiliki akhiran '-a' (fathah), namun tidak tampak pada kata benda yang melekat padanya kata ganti milik orang pertama.

Berikut beberapa contoh obyek tanpa kata ganti orang pertama.

(uhibbu –llah-a) Saya mencitai Allah

أُحِبُّ اللهَ

(uhibbu –r-rasûl-a) Saya mencintai Rasul

أُحِبُّ الرَّسُولَ

(uhibbu rasûl-a-llaj-i) Saya mencintai Rasul Allah

أُحِبُّ الرَّسُولَ اللهِ

(uhibbu l-lughat-a-l-arabiyyat-a)

Saya mencintai Bahasa Arab

أُحِبُّ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ

<sup>3</sup> Dalam bahasa Indonesia, kata 'dan' biasanya ditambahkan hanya pada akhir kalimat, sedangkan dalam bahasa Arab setiap kata dipisahkan oleh wa.

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Disini kita belajar تُحِبُّ 'engkau mencintai' (maskulin tunggal).

Apakah engkau mencintai Allah? أَتُحِبُّ اللهَ ؟

Apakah engkau mencintai bahasamu? أَتُحِبُّ لُغَتَكَ ؟

Siapa yang engkau cintai? مَنْ تُحِبُّ ؟

Apa yang engkau cintai? مَا ذَا تُحِبُّ ؟

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 1

Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:

  1. Sebelumnya kita telah belajar أَنْتَ 'engkau/kamu/anda' untuk maskulin tunggal 'mufrad mudzakar'. Sekarang kita belajar أَنْتِ 'engkau/kamu' untuk feminin tunggal 'muannats mufrad'. Contoh:

    Anda berasal dari mana Aminah?

    مِنْ أَيْنَ أَنْتِ يَا آمِنَةُ ؟

    Bentuk kata ganti milik untuk أَنْتِ adalah كِ. Contoh:

    Dimana rumahmu, Maryam?

    أَيْنَ بَيْتُكِ يَا مَرْيَمُ ؟

  2. Kita telah mempelajari bentuk kata ganti milik untuk أَنْتَ adalah كَ. Contoh:

    Dimana rumahmu, Bilal?

    أَيْنَ بَيْتُكَ يَا بِلَالُ

    Kita telah belajar ذَهَبَ 'dia (lk) telah pergi', ذَهَبْتُ 'saya (telah) pergi, ذَهَبْتَ 'anda (telah) pergi'. Sekarang kita belajar ذَهَبَتْ 'dia (pr) telah pergi'. Contoh:

    Dimana Aminah?

    أَيْنَ آمِنَةُ ؟

    Dia telah pergi ke universitas

    ذَهَبَتْ إِلَى الْجَامِعَةِ

    Maryam telah pergi ke sekolah

    ذَهَبَتْ مَرْيَمُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ

    Dalam kata ذَهَبَتْ huruf terakhirnya تْ memiiki sukun.

    Jika kata kerja 'fi'il' seperti ini diikuti ال, sukun dirubah menjadi kashrah. Contoh:

    Anak perempuan (itu) telah pergi

    ذَهَبَتِ الْبِنْتُ

  3. Kita telah belajar الَّذِي 'yang' untuk mufrad mudzakar. Sekarang kita belajar الَّتِي untuk muannats mufrad. Contoh:

    الطَّالِبَةُ الَّتِي جَلَسَتْ أَمَامَ الْمُدَرِّسَةِ مِنَ الْمَانِيَا

    Pelajar perempuan yang duduk di depan guru wanita itu dari Jerman.

    السَّاعَةُ الَّتِي عَلَى الْمَكْتَبِ لِلْمُدَرِّسِ

    Jam tangan yang berada di atas meja milik guru.

  4. Kita telah belajar كِتَابُكَ 'bukumu' . Sekarang kita belajar هَذَا كِتَابُكَ أَنْتَ 'ini

buku milikmu'. Disini أَنْتَ digunakan untuk menegaskan (ta'kid) . Ini digunakan ketika ada keraguan atau perdebatan. Perhatikan juga:

هَذَا بَيْتُهُ هُوَ ، هَذَا قَلَمِي أَنَا ، ذَلِكَ كِتَابُهَا هِيَ

🖎 Latihan.

  1. Baca dan tulislah.

  2. Ubahlah kata ganti pada kalimat berikut menjadi bentuk feminin sebagaimana yang dijelaskan dalam contoh.

  3. Ubahlah subjek dari kalimat berikut menjadi bentuk feminin sebagaimana yang dijelaskan dalam contoh.

  4. Isilah bagian yang kosong dengan الَّذِي atau الَّتِي

Bagian 1 dari 2