Perpustakaan Kitab / Bahasa Arab Dasar 3 / Modul 5: Ism Zaman, Ism Makan, dan Ism Alat
Bahasa Arab Bab 5 / 8 Menengah Awal

Modul 5: Ism Zaman, Ism Makan, dan Ism Alat

Kata benda waktu, tempat, dan alat yang lahir dari fi'il.

Modul ini membuat santri semakin akrab dengan cara bahasa Arab membentuk kata. Dari fi'il bermain, menulis, atau membuka, lahir kata tempat, waktu, dan alat yang sangat fungsional.

Fokus Bab

Kata benda waktu, tempat, dan alat yang lahir dari fi'il.

Posisi

Bab 5

Kitab

Bahasa Arab Dasar 3

Diperbarui

20 April 2026

Mode Baca

Pilih tampilan belajar

Mode Santri

Ism Zaman, Ism Makan, dan Ism Alat

Modul ini membuat santri semakin akrab dengan cara bahasa Arab membentuk kata. Dari fi'il bermain, menulis, atau membuka, lahir kata tempat, waktu, dan alat yang sangat fungsional.

Bab Ini Tentang

Kata benda waktu, tempat, dan alat yang lahir dari fi'il.

Cara Belajar

Baca pelan, pahami 2-3 inti dulu, lihat contoh, lalu kerjakan latihan sederhana.

Yang Harus Diingat

Inti bab untuk santri

Inti 1

Ism zaman menunjukkan waktu berlangsungnya pekerjaan.

Inti 2

Ism makan menunjukkan tempat berlangsungnya pekerjaan.

Inti 3

Ism alat menunjukkan sarana yang dipakai untuk melakukan pekerjaan.

Contoh Bacaan

Baca contoh yang paling penting

مَكْتَبٌ

maktabun

tempat menulis / kantor

مَوْعِدٌ

maw'idun

waktu janji

Latihan Ringan

Kerjakan sedikit tapi rutin

Latihan 1

Cari tiga kata yang termasuk tempat, waktu, atau alat.

Latihan 2

Hubungkan tiap kata dengan fi'il asalnya.

Catatan Guru

Untuk TPQ, cukup tuntaskan satu bab sekali duduk. Jangan pindah ke bab berikutnya sebelum anak paham inti dan berani membaca contoh.

Urutan Bab

Lanjut belajar dalam kitab ini

Fokus tetap pada kitab yang sama, tidak menampilkan kitab lain.

Bab 1

Modul 1: I'rab Isim dan Fi'il

Jilid ketiga membuka pintu i'rab dengan lebih sistematis. Santri mulai melihat bahwa perubahan akhir kata bukan hiasan, tetapi penanda fungsi yang sangat menentukan makna.

Bab 2

Modul 2: Waw, Penghubung, dan Arah Makna

Bahasa Arab sering tampak sederhana di permukaan, tetapi satu huruf bisa membawa makna yang berbeda. Modul ini melatih ketelitian santri membaca waw dan partikel lain dalam konteks kalimat.

Bab 3

Modul 3: Kalimat Aktif dan Pasif

Bagian pasif membuat pembaca mulai sadar bahwa sebuah tindakan bisa ditampilkan tanpa menyebut pelakunya. Ini penting karena teks Arab klasik dan modern sama-sama sering memakainya.

Bab 4

Modul 4: Ism Fa'il dan Ism Maf'ul

Santri mulai melihat bahwa dari satu fi'il bisa lahir kata benda yang sangat berguna untuk membaca kitab: penulis, yang ditulis, pengawas, yang diawasi, dan seterusnya.

Bab 5

Modul 5: Ism Zaman, Ism Makan, dan Ism Alat

Modul ini membuat santri semakin akrab dengan cara bahasa Arab membentuk kata. Dari fi'il bermain, menulis, atau membuka, lahir kata tempat, waktu, dan alat yang sangat fungsional.

Bab 6

Modul 6: Ma'rifah, Nakirah, dan Susunan Nominal Lanjutan

Di jilid ini, ma'rifah dan nakirah tidak lagi dibahas sebagai hal sangat dasar. Santri diajak melihat bagaimana status ketentuan kata mempengaruhi sifat, idhafah, mutsanna, dan jamak.

Bab 7

Modul 7: Zharf, Syarth, dan Istifham

Setelah struktur kata dan kalimat cukup kuat, santri mulai merasakan alur berpikir Arab dalam bentuk pertanyaan, syarat, dan keterangan yang lebih rinci. Ini membuat bacaan terasa jauh lebih hidup.

Bab 8

Modul 8: Enam Bab Tsulatsi dan Pintu ke Bab Af'ala

Penutup jilid 3 memperlihatkan bahwa fi'il tiga huruf tidak berjalan semaunya. Ia punya kelompok, pola mudhari, dan masdar yang perlu dibiasakan. Dari sini santri siap masuk ke fi'il mazid pada jilid berikutnya.

Bab Sebelumnya

Modul 4: Ism Fa'il dan Ism Maf'ul

Santri mulai melihat bahwa dari satu fi'il bisa lahir kata benda yang sangat berguna untuk membaca kitab: penulis, yang ditulis, pengawas, yang diawasi, dan seterusnya.

Bab Berikutnya

Modul 6: Ma'rifah, Nakirah, dan Susunan Nominal Lanjutan

Di jilid ini, ma'rifah dan nakirah tidak lagi dibahas sebagai hal sangat dasar. Santri diajak melihat bagaimana status ketentuan kata mempengaruhi sifat, idhafah, mutsanna, dan jamak.