— Bagian 3 · 6. آهِ، آهٍ adalah isim fi'il⁴⁰ yang berarti 'sa… —
Bagian 3
| "Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir." (QS Al-Balad [90]:8-9) | أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ |
|---|---|
| "Karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu." (QS Al-Hujarat [49]:14) | وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ |
| "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." (QS At-Taubah [9] : 40) | لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا |
| "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya." (QS Abasa [80]:24) | فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ |
- آهِ، آهٍ adalah isim fi'il⁴⁰ yang berarti 'saya merasa sakit'. Fa'ilnya adalah dhamir yang tersembunyi yang mewakili أَنَا.
⁴⁰ Untuk isim fi'il lihat Pelajaran 1 dan 2.
🖎 Latihan:
U m u m Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
لَامُ الْأَمْرِ :
-
Tunjukkanlah contoh-contoh لَامُ الْأَمْرِ yang terdapat di dalam pelajaan utama.
-
Tunjukkanlah لَامُ الْأَمْرِ dalam setiap contoh berikut, dan bunyikanlah dengan benar.
-
Tulislah setiap fi'il berikut dengan لَامُ الْأَمْرِ, dan bunyikanlah لَامُ الْأَمْرِ dengan benar.
-
Berikanlah empat kalimat yang mengandung لَامُ الْأَمْرِ.
لَا النَّاهِيَةُ :
-
Bacalah contoh-contoh لَا النَّاهِيَةُ berikut, dan bunyikanlah fi'il yang mengikutinya.
-
Isilah bagian yang kosong dalam setiap kalimat berikut dengan kata kerja (fi'il) yang terdapat di dalam kurung didahului oleh لَا النَّاهِيَةُ, dan bunyikanlah fi'il tersebut dengan benar.
-
Berikanlah tiga contoh لَا النَّاهِيَةُ yang digunakan untuk orang ketiga.
جَوَازِمُ الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ :
Berikanlah empat kalimat yang mengandung satu dari keempat jawazim.
الْجَزْمُ بِالطَّلَبِ :
-
Tunjukkanlah الْجَزْمُ بِالطَّلَبِ dalam setiap kalimat berikut, dan bunyikanlah dengan benar.
-
Isilah bagian yang kosong pada setiap kalimat berikut dengan fi'il yang terdapat di dalam kurung dengan perubahan seperlunya.
-
Berikanlah tiga contoh الْجَزْمُ بِالطَّلَبِ.
النُّدْبَةُ :
Bentuklah nudbah dari isim berikut.
Pertanyaan Umum
- Tulislah bentuk jamak dari setiap isim berikut.
- Tulislah bentuk mufrad dari setiap isim berikut.
- Tulislah bentuk mudhari dari setiap fi'il berikut.
- Latihan pengucapan.
a. Setiap siswa berkata kepada temannya: أَرِنِي كِتَابَكَ / سَاعَتَكَ / دَفْتَرَكَ 'Tunjukkanlah kepadaku buku/jam/buku tulis-mu.'<sup>41</sup>
b. Setiap siswa berkata kepada temannya menunjuk kepada teman lainnya: أَرِهِ كِتَابَكَ 'Tunjukkan kepadanya bukumu'.<sup>42</sup>
[Decorative divider pattern]
Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:
- إِذَا : Ini adalah zarf dengan pengertian syarat. Ia kebanyakan digunakan dengan kata kerja lampau - fi'il madhi, tetapi pengertiannya untuk waktu yang akan datang. Contoh:
| 'Jika⁴³ engkau melihat Khalid, tanyakan kepadanya tentang buku itu.'<br/>'Apabila datang Ramadhan, terbuka pintu-pintu Surga' | إِذَا رَأَيْتَ خَالِدًا فَاسْأَلْهُ عَنِ الْكِتَابِ<br/>إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ |
|---|
Kata Arab untuk syarat adalah syarth (الشَّرْطُ). Ada dua bagian dalam pembentukan syarth. Bagian pertama disebut syarth dan bagian kedua disebut jawabul syarth ( جَوَابُ الشَّرْطِ). Contoh: إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ adalah syarth dan فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ adalah jawabul syarth.
Kita telah melihat sebelumnya bahwa kata yang datang setelah إِذَا kebanyakan adalah madhi. Kadang-kadang mudhari juga digunakan. Fi'il pada jawabul syarth juga dapat berbentuk mudhari sebagaimana yang kita lihat dalam syair berikut:
وَالنَّفْسُ رَاغِبَةٌ إِذَا رَغَّبْتَهَا وَإِذَا تُرَدُّ إِلَى قَلِيلٍ تَقْنَعُ
'Nafsu akan menginginkan (lebih) jika engkau mengizinkannya Tetapi bila engkau mengarahkannya pada yang kecil, ia akan merasa cukup'
<sup>41</sup> Bentuk muannatsnya adalah أَرِينِي كِتَابَكِ
<sup>42</sup> Bentuk muannatas-nya adalah أَرِيهَـا كِتَابَكِ.
<sup>43</sup> Kata إِذَا dapat diterjemahkan jika atau ketika (atau kata yang semisalnya –pent.).
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 3
Jawabul syarth harus mengambil ف dalam keadaan berikut:
- Jika ia adalah jumlatul ismiyah. Contoh:
| "Bila engkau berusaha keras, maka sukses adalah kepastian'<br/>'D an apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (QS Al-Baqarah [2]:186) | إِذَا اجْتَهَدْتَ فَـالنَّجَاحُ مَضْمُونٌ<br/>وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ |
|---|
- Jika fi'il dalam jawabul syarth adalah thalabi. Fi'il thalabi adalah yang mengandung amr, nahy, atau istihfam<sup>44</sup>, contoh:
a. Amr
| 'Jika engkau melihat Hamid, tanyakan kepadanya waktu keberangkatan'<br/>'Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid, hendaklah ia melakukan shalat dua rakaat sebelum ia duduk." | إِذَا رَأَيْتَ حَامِدًا فَاسْأَلْهُ عَنْ مَوْعِدِ السَّفَرِ<br/>إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ<br/>قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ |
|---|
b. Nahy
| 'Jika engkau mendapati pasien tidur, jangan bangunkan dia' | إِذَا وَجَدْتَ الْمَرِيضَ نَائِمًا فَلَا تُوقِظْهُ |
|---|
c. Istifham
| 'Jika saya berjumpa Bilal, apa yang harus saya katakan kepadanya?' | إِذَا رَأَيْتُ بِلَالًا فَمَاذَا أَقُولُ لَهُ ؟ |
|---|
- Kita telah mempelajari nasab pada Pelajaran 3 (poin 4). Contoh: سُودَانِيٌّ dari السُّودَانُ.
Sekarang kita mempelajari bahwa jika sebuah kata berakhiran ta marbuthoh (ة), maka ia
dihilangkan sebelum penambahan ya nasab, contoh: مَكِّيٌّ : مَكَّةُ (bukan : مَكَّتِيٌّ) --
مَدْرَسِيٌّ : مَدْرَسَةٌ
<sup>44</sup> Istihfam (الاِسْتِفْهَامُ) adalah kata tanya. Contoh: أَفَهِمْتَ ؟
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 3
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
إذا :
-
Tunjukkanlah syarth dan jawabul syarth pada setiap kalimat berikut. Jika jawabul syarth memiliki ف, sebutkan alasannya.
-
Gunakanlah إذا dalam dua kalimat yang anda buat sendiri tanpa menggunakan dalam syarth.
-
Gunakanlah إذا dalam empat kalimat yang anda buat sendiri. Jawabul syarth harus:
a) Merupakan jumlatul ismiyah pada contoh pertama. b) Amr di contoh kedua. c) Fi'il dengan lam-ul amr pada contoh ketiga. d) Nahy pada contoh keempat.
Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:
- Pada pelajaran terdahulu, kita telah diperkenalkan dengan syarth. Kita akan belajar lebih jauh mengenainya pada bab pelajaran ini.
Kata lain yang sangat penting dalam menunjukkan syarth adalah إِنْ. Artinya 'jika'. Contoh:
'Jika anda pergi saya (juga) pergi' إِنْ تَذْهَبْ أَذْهَبْ. Perhatikan bahwa kedua fi'il (yakni dalam syarth dan jawabul syarth) adalah majuzm. Itulah sebabnya mengapa إِنَّ dan saudari-saudarinya (yang akan kita pelajari sebentar lagi) disebut أَدَوَاتُ الشَّرْطِ الْجَازِمَةُ yakni kata-kata bersyarat yang mengubah fi'il menjadi majzum. Berikut beberapa contoh tambahan:
| 'Jika kamu memakan makanan yang rusak, kamu akan jatuh sakit' | إِنْ تَأْكُلْ طَعَامًا فَاسِدًا تَمْرَضْ |
|---|
| 'Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.' (QS Muhammad [47]:7) | إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ |
|---|---|
| 'Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi' (QS Hud [11] : 47) | وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ |
Disini إِلَّا = إِنْ لَا.
Berikut beberapa kata yang termasuk ke dalam أَدَوَاتُ الشَّرْطِ الْجَازِمَةِ.
- مَنْ 'Barangsiapa', contoh:
| 'Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.' QS 99:7 | فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ |
|---|
- مَا 'Apabila'. Contoh:
| 'Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya' (QS 2:197) | وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ |
|---|
- مَتَى 'Kapanpun'. Contoh:
| 'Kapanpun engkau bersafar akupun akan bersafar' | مَتَى تُسَافِرْ أُسَافِرُ |
|---|
- أَيْنَ 'Dimanapun'.Contoh:
| 'Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu' (QS 4:78)⁴⁵ | أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ |
|---|
- أَيُّ 'Yang manapun', Contoh:
| 'Kamus manapun yang kami dapatkan di toko buku, kami akan membelinya' | أَيَّ مُعْجَمٍ نَجِدْهُ فِي الْمَكْتَبَةِ نَشْتَرِهِ |
|---|
- مَهْمَا 'Apapun', Contoh:
| 'Apapun yang kamu katakan, kami mempercayaimu' | مَهْمَا تَقُلْ نُصَدِّقْكَ |
|---|
Bentuk waktu (tense) fi'il syarth dan jawab:
<sup>45</sup> Fi'il syart pada ayat tersebut adalah madhi. Ini akan dibahas kemudian dalam pelajaran ini.
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 3
a) <ins>Keduanya dapat berupa mudhari, contoh:</ins>
| "dan jika kamu kembali , niscaya Kami kembali (pula)" (QS 8:19) | وَإِن تَعُودُوا نَعُدْ |
|---|
Dalam keadaan ini, kedua fi'il harus berbentuk majzum.
b) Keduanya dapat berupa mudhari, namun memiliki arti waktu yang akan datang.
| "Dan jika kamu kembali, maka Kami pun kembali"⁴⁶ (QS 17:8) | وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا |
|---|
Madhi ini adalah mabni, maka kata bersyarat didalamnya tidak memberikan pengaruh apapun.
c) Yang pertama dapat berupa madhi dan yang kedua mudhari. Contoh:
| "Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya." (QS 42:20) | مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِ |
|---|
Dalam keadaan ini, fi'il kedua adalah majzum.
d) <ins>Yang pertama dapat berupa mudhari dan</ins> yang kedua majzum. Contoh:
| "Barangsiapa yang berdiri (mengerjakan shalat) pada Malam Qadar dengan iman dan mengharapkan pahala, dosadosanya di masa lalu akan diampuni.⁴⁷ | مَن يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنـبِـهِ |
|---|
Dalam keadaan ini fi'il pertama adalah majzum.
Kapan jawab mengambil ف ?
Kita telah melihat pada pelajaran sebelumnya, dua keadaan dimana jawabus-syarht mengambil ف . Berikut ini keadaan lainnya: (nomor 1 dan 2 telah dibahas sebelumnya):
- Jika jawabus syarth adalah fi'il jamid<sup>48</sup>, Contoh:
| "Barangsiapa yang menipu kami maka bukan bagian dari kami"⁴⁹ | مَن أَشـــا فَلَيْسَ مِنـــا |
|---|
- Jika fi'il pada jawab diawali oleh فَقَدْ, contoh:
| "Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar" (QS 33:71) | وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا |
|---|
- Jika fi'il pada jawab diawali oleh ما nahiyah. Contoh:
<sup>46</sup> Maknanya adalah: "dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu)"
<sup>47</sup> HR Bukhari dalam Kitabul Iman no. 25; dan An-Nasa'i dalam Kitabul Iman no. 32.
<sup>48</sup> Fi'il jamid adalah fi'il yang hanya mempunyai satu bentuk seperti . Fi'il ini tidak mempunyai bentuk mudhari dan amr.
<sup>49</sup> HR Muslim Kitabul Iman no. 164.
| "Apapun keadaannya, jangan berbohong" | مَهْمَا تَكُنِ الظُّرُوفُ فَمَا أَكْذِبْ |
|---|
- Jika fi'il pada jawab diawali oleh لَنْ. Contoh:
| "Barangsiapa yang memakai sutra di dunia, dia tidak akan memakainya di akhirat."⁵⁰ | مَنْ لَبِسَ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا فَلَنْ يَلْبَسَهُ فِي الْآخِرَةِ |
|---|
- Jika fi'il pada jawab diawali oleh س. Contoh:
| "Jika kamu bersafar (bepergian), maka aku pun akan bersafar" | إِنْ تُسَافِرْ فَسَـــأُسَافِرُ |
|---|
- Jika fi'il pada jawab diawali oleh سَوْفَ. Contoh:
| "Dan jika kamu khawatir menjadi miskin , maka Allah nanti akan mem-berimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki" (QS 9:28) | وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ |
|---|
- Jika fi'il pada jawab diawali oleh كَأَنَّمَا (seolah-olah). Contoh:
| "Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain , atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya (QS 5:32) | أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا |
|---|
Jika jawabus-syarth memiliki فَ, maka mudhari didalamnya tidak berbentuk majzum (lihat contoh no. 5,6 & 8 di atas). Dalam keadaan ini, seluruh jawabus-syarth dikatakan menempati posisi majzum (فِي مَحَلِّ الْجَزْمِ).
- Kita telah belajar kata كَمْ 'berapa banyak' pada Buku I. Contoh: كَمْ كِتَابًا عِنْدَكَ؟
"Berapa banyak buku milikmu" Disini كَمْ digunakan untuk mengajukan pertanyaan,
maka ia disebut كَمِ الْاِسْتِفْهَامِيَّةُ (kata tanya kam).
<sup>50</sup> HR Bukhari Kitabul Libas no. 25.
[Logo image showing "RM" with Arabic text]
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 3
Tetapi jika kita katakan كَمْ كِتَابٍ عِنْدَكَ! artinya 'Berapa banyak buku milikmu!!' Disini saya tidak mengajukan pertanyaan tetapi saya terkesan pada sejumlah besar buku yang kamu miliki, maka ia disebut كَمْ الْخَبَرِيَّةُ.
كَمْ الْخَبَرِيَّةُ dan كَمْ الاِسْتِفْهَامِيَّةُ berbeda satu sama lain dalam hal:
Tamyiz<sup>51</sup> كَمْ الاِسْتِفْهَامِيَّةُ selalu berbentuk mufrad, dan ia adalah manshub.
Tamyiz كَمْ الْخَبَرِيَّةُ dapat berupa mufrad atau jamak. Ia adalah majrur. Ia dapat diawali oleh مِنْ, contoh: كَمْ كِتَابٍ عِنْدَكَ! / كَمْ كُتُبٍ عِنْدَكَ! / كَمْ مِنْ كِتَابٍ عِنْدَكَ!
Lebih baik menghindari bentuk كَمْ كُتُبٍ عِنْدَكَ!.
Kedua bentuk كَمْ ini memiliki intonasi masing-masing dalam pengucapan, dan juga tanda baca dalam tulisan (?, !).
Berikut beberapa contoh lain dari كَمْ الْخَبَرِيَّةُ.
| 'Betapa banyaknya bintang di langit!' | كَمْ نَجْمٍ فِي السَّمَاءِ! |
|---|---|
| "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah" (QS 2:249) | كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللهِ |
- حَتَّى memiliki dua arti:
a) Sampai. Contoh:
| 'Barangsiapa yang datang terlambat, maka janganlah masuk sampai dia meminta izin' | مَنْ جَاءَ مُتَأَخِّرًا فَلاَ يَدْخُلْ حَتَّى يَسْتَأْذِنَ |
|---|
Contoh lain: 'Tunggulah sampai saya berpakaian.' اِنْتَظِرْ حَتَّى أَلْبَسَ
b) Agar (supaya). Contoh:
| 'Saya masuk (tanpa izin) agar saya tidak mengganggumu' | دَخَلْتُ حَتَّى لاَ أَشْغَلَكَ |
|---|
Berikut contoh yang lain:
| 'Saya belajar bahasa Arab agar saya dapat memahami Al-Qur'an' | أَدْرُسُ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ حَتَّى أَفْهَمَ الْقُرْآنَ |
|---|
<sup>51</sup> Tamyiz (تَمْيِيْزٌ) adalah kata yang datang setelah كَمْ untuk menkhususkan benda yang ditunjukkan. Kata tersebut akan dibahas secara penuh dalam pelajaran 13 pada Panduan Durusul Lughah Al-Arabiyah 4.
Mudhari yang datang setelah حَتَّى adalah manshub karena adanya أَنْ yang tersembunyi.
- هَاءَ adalah isim fi'il yang berarti 'ambil!'. Ia adalah bentuk amr. Berikut penyandarannya pada dhamir mukhathtab yang lain:
| هَاؤُمُ الْكِتَابَ يَا إِخْوَانُ | هَاءَ الْكِتَابَ يَا عَلِيُّ |
|---|---|
| هَاؤُنَّ الْكِتَابَ يَا أَخَوَاتُ | هَاءِ لِكِتَابِ يَا آمِنَـــةُ |
Dalam Al-Qur'an (69:19): 'Ambil, bacalah bukuku' هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَـــهْ.
- Kami telah memperkenalkan bentuk diminutive/pengecilan (tashghir) pada Buku 2 (Pelajaran 26). Disini kita mempelajarinya lebih lanjut. Ada tiga bentuk tashghir:
a) فُعَيْلٌ contoh: زُهَيْرٌ dari زَهْرٌ; جُبَيْلٌ dari جَبَلٌ. (Huruf pertama diikuti oleh u dan yang kedua oleh ai, contoh: jabal : jubail).
b) فُعَيْعِلٌ contoh: دُرَيْهِمٌ dari دِرْهَمٌ. (Huruf pertama diikuti oleh u, kedua oleh ai dan ketiga oleh i., contoh: dirham : duraihim)
Perhatikan bahwa bentuk tashghir كِتَابٌ adalah كُتَيِّـــبٌ dimana alif berubah menjadi ya.
c) فُعَيْعِيلٌ contoh فُنَيْجِـــينٌ dari فِنْجَانٌ. (Huruf pertama diikuti oleh u, huruf kedua diikuti oleh ai dan huruf ketiga oleh î. Contoh: finjân : funaijîn).
- يَكُنْ، تَكُنْ، أَكُنْ، نَكُنْ: Keempat bentuk majzum dari يَكُونُ dapat mengeluarkan ن menjadi يَكُ، تَكُ، أَكُ، نَكُ. Contoh:
| "Dan aku bukan (pula) seorang pezina" (QS 19:20) | وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا |
|---|---|
| "Padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali" (QS 19:9) | وَقَدْ خَلَقْتُكَ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا |
| "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat," (QS 74:43) | لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ |
| " Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka" (QS 9:74) | فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَهُمْ |
يَجِدُ مُـرًّا بِـهِ الْمَاءُ الزُّلَالَ <sup>52</sup> وَمَنْ يَكُنْ ذَا فَمٍ مُرٍّ مَرِيضٍ
"Barangsiapa yang memiliki mulut yang pahit akan mendapati air segar terasa pahit."
Pilihan menghapusan nun yang merupakan huruf ketiga khusus untuk كَانَ يَكُونُ.
7. Dalam لَيْلَ نَهَارَ, dua isim digabungkan menjadi satu. Penggabungan kata ini adalah mabni. Demikian halnya dengan صَبَاحَ مَسَاءَ. Kita katakan: أَعْمَلُ لَيْلَ نَهَارٍ 'Saya bekerja siang dan malam' نَعْبُدُ اللهَ صَبَاحَ مَسَاءَ. 'Kita beribadah kepada Allah pagi dan petang'.
U m u m Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: Asy-Syarth
-
Setiap contoh berikut mengandung dua kalimat. Gabungkanlah keduanya dengan menggunakan إِنْ dan buatlah perubahan seperlunya.
-
Setiap contoh berikut mengandung dua kalimat. Gabungkanlah keduanya dengan kata bersyarat yang terdapat di dalam kurung, dan buatlah perubahan seperlunya.
Penambahan ف pada jawabus syarth
- Tambahakanlah ف pada jawab yang diperlukan pada kalimat-kalimat berikut, dan jelaskanlah mengapa harus dilakukan penambahan.
- Setiap contoh berikut mengandung dua kalimat. Gabungkanlah keduanya dengan menggunakan lamul amr sebagaimana yang dijelaskan pada contoh pertama, dan buatlah perubahan seperlunya.
- Buatlah sebuah garis dibawah kata bersyarat, dua buah garis dibawah asy-syarth dan tiba garis dibawah jawab pada contoh-contoh berikut. Jika jawab mengambil ف, terangkan mengapa demikian.
- Berikanlah sepuluh contoh syarth dengan yang berikut sebagai jawab-nya. a) Jumlatul ismiyyah b) Amr. c) Nahy. d) Istihfam.
<sup>52</sup> الزُّلَالَ seharusnya adalah الزُّلَالَ tanpa alif yang telah ditambahkan untuk menyesuaikan irama harokat akhir. Bait ini adalah syair terkenal dari Al-Mutanabbi (915-965 M)
e) Fi'il yang didahului oleh lan. f) Fi'il yang didahului oleh ma nahy. g) Fi'il yang didahului oleh saufa. h) Fi'il yang didahului oleh sa. i) Fi'il jamid. j) Fi'il yang didahului oleh qad.
كَمْ :
-
Ubahlah كَمِ الاِسْتِفْهَامِيَّةُ menjadi كَمِ الْخَبَرِيَّةُ pada kalimat-kalimat berikut.
-
Ubahlah كَمِ الْخَبَرِيَّةُ menjadi كَمِ الاِسْتِفْهَامِيَّةُ pada kalimat-kalimat berikut.
حَتَّى :
-
Tunjukkanlah arti dari حَتَّى pada setiap kalimat berikut, dan lafalkanlah fi'il yang mengikutinya.
-
Buatlah kalimat menggunakan حَتَّى pada pola contoh dengan bantuan fi'il yang diberikan dibawah ini.
Diminutive. Bentuklah kata diminutive untuk setiap iism berikut.
Pertanyaan umum:
- Tulislah bentuk mudhari dari setiap fi'il berikut.
- Tulislah bentuk mudhari dari setiap fi'il berikut.
- Berikanlah bentuk jamak pada setiap isim berikut.
Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:
- Kita telah melihat pada Buku II (Pelajaran 4 dan 10) bahwa sebagian besar fi'il dalam Bahasa Arab terdiri dari tiga huruf asli. Contoh: كَتَبَ، جَلَسَ، شَرِبَ. Fi'il yang terdiri dari tiga huruf asli disebut fi'il tsulatsi (الفِعْلُ الثُّلاَثِيُّ).
_________________________________________________________________ 65
Namun demikian adalah fi'il tertentu yang mengandung empat huruf asli, contoh: 'Dia menterjemahkan' تَرْجَمَ. 'Dia mengucapkan bismillahirrahmanirrahim' بَسْمَلَ. 'Dia berjalan cepat' هَرْوَلَ. Fi'il yang terdiri dari empat huruf asli disebut fi'il ruba'i (الفعل الرباعي).
Kata kerja (fi'il) dalam Bahasa Arab dapat berupa mujarad atau mazid.
a) Fi'il mujarad hanya memiliki tiga huruf jika ia adalah tusaltsi dan empat huruf jika ia adalah ruba'i, dan tidak ada huruf lain yang ditambahkan untuk memodifikasi artinya. Contoh: 'Dia selamat' سَلِمَ (salima)<sup>53</sup>, 'Dia mengguncangkan dengan keras' زَلْزَلَ
b) Dalam fi'il mazid satu atau lebih huruf telah ditambahkan pada huruf asli untuk memodifikasi artinya. Contoh:
<ins>Fi'il tsulatsi: dari (salima)</ins>
سَلَّمَ sallama<sup>54</sup> 'Dia menyelamatkan' Disini huruf kedua digandakan.
سَالَمَ sâlama 'Dia membuat perdaiaman'. Disini alif telah ditambahkan setelah huruf pertama.
تَسَلَّمَ tasallama 'Dia menerima'. Disini ta telah ditambahkan sebelum huruf pertama dan huruf kedua digandakan.
أَسْلَمَ ?aslama<sup>55</sup> 'Dia menjadi Muslim'. Disini hamzah telah ditambahkan sebelum huruf pertama.
اِسْتَسْلَمَ ?istaslama 'Dia menyerah'. Disini tiga huruf (ا, س, dan ت) telah ditambahkan sebelum huruf pertama.
<ins>Fi'il ruba'i: dari زَلْزَلَ zalzala :</ins>
تَزَلْزَلَ tazalzala 'Dia berguncang dengan keras'<sup>56</sup> Disini ta telah ditambahkan sebelum huruf pertama.
Setiap bentuk modifikasi ini disebut sebagai bab (الباب).
<sup>53</sup> Huruf asli hanya konsonan. Dalam fi'il ini, huruf asli adalah : س، ل، م
<sup>54</sup> Huruf ekstra yang ditulis tebal untuk membedakan dari huruf asli.
<sup>55</sup> Saya menggunakan tanda (?) untuk mewakili hamzah (ء) pada awal kata karena tanda (') terlalu kecil.
<sup>56</sup> Contoh: زَلْزَلَ اللهُ الأَرْضَ، فَتَزَلْزَلَتْ 'Allah mengucangkan bumi (dengan keras) dan ia berguncang.'
Abwab dari fi'il mujarad:
Ada enam kelompok fi'il mujarad, dimana empat diantaranya telah kita pelajari pada Buku II (Pelajaran 10). Setiap kelompok ini disebut sebagai bab dalam Bahasa Arab, dan jamak-nya adalah abwab (الأَبْوَاب). Berikut keenam kelompok tersebut:
-
Kelompok a-u: سَجَدَ يَسْجُدُ (sajada ya-sjudu)
-
Kelompok a-i: جَلَسَ يَجْلِسُ (jalasa ya-jlisu)
-
Kelompok a-a: فَتَحَ يَفْتَحُ (fataha ya-ftahu)
-
Kelompok i-a: فَهِمَ يَفْهَمُ (fahima ya-fhamu)
-
Kelompok u-u: قَرُبَ يَقْرُبُ (qoruba ya-qrubu) 'mendekati, datang mendekat'
-
Kelompok i-i: وَرِثَ يَرِثُ (waritsa ya-ritsu) 'mewariskan'.
- Kami telah memperkenalkan sebagian bab-bab dari fi'il mazid. Sekarang kita akan mempelajari salah satu dari bab-bab ini lebih rinci. Bab yang akan kita pelajari adalah
bab fa''ala (بَابُ فَعَّلَ). Dalam bab ini huruf kedua digandakan. Contoh: 'Dia mencium'
قَبَّلَ (qabbala), 'Dia mengajar' دَرَّسَ (darrasa), 'Dia merekam' سَجَّلَ (sajjala).
Mudhari : Sekarang mari kita pelajari bentuk mudhari dari bab ini. Sesuai dengan kaidah, <sup>57</sup>حَرْفُ الْمُضَارَعَة berharakat dhammah jika fi'il terdiri dari empat huruf. Karena
fi'il pada bab terdiri dari empat huruf maka حَرْفُ الْمُضَارَعَة berharakat dhammah. Huruf pertama berharakat fathah, kedua sukun, ketika berharakat kashrah dan yang keempat<sup>58</sup> adalah akhiran mu'rab. Contoh:
يُسَجِّلُ : سَجَّلَ (yu-sajjil-u) - يُقَبِّلُ : قَبَّلَ (yu-qabbil-u)
Amr : Amr dibentuk dengan membuang حَرْفُ الْمُضَارَعَة dan akhiran mu'rab. Contoh:
دَرِّسْ : تُدَرِّسُ (tu-darris-u : darris) 'ajarkan!' -- قَبِّلْ : تُقَبِّلُ (tu-qabbil-u : qabbil) 'Cium!'
<sup>57</sup> Kita telah mempelajari pada Buku II (Pelajaran 10) bahwa salah satu dari huruf-huruf ini ي، أ، ت، ن
mengawali mudhari, contoh: يَكْتُبُ، أَكْتُبُ، تَكْتُبُ، نَكْتُبُ. Keempat huruf ini disebut حَرْفُ الْمُضَارَعَة (huruf mudhara'ati).
<sup>58</sup> Karena penggandaan huruf kedua, jumlah huruf pada bab ada empat. Jika fi'il terdiri dari empat huruf, حَرْفُ الْمُضَارِعmemiliki dhammah, dan jika tiga, lima atau enam huruf, حَرْفُ الْمُضَارِع memiliki fathah.
Mashdar: Kita telah berkenalan dengan mashdar pada Buku II (Pelajaran 11 poin 4). Fi'il tsulatsi mujarad tidak memiliki pola khusus untuk mashdar. Ia terbentuk dari beberapa pola, contoh:قَتَلَ 'Dia membunuh' : قَتْلٌ 'pembunuhan' -- كَتَبَ 'Dia menulis' : كِتَابَةٌ 'penulisan' -- دَخَلَ 'Dia masuk' : دُخُولٌ 'masuk' -- شَرِبَ 'Dia minum' : شُرْبٌ'meminum'.
Namun pada fi'il mazid setiap fi'il mempunyai pola tersendiri untuk masdar. Pola masdar untuk bab فَعَّلَ adalah تَفْعِيـلٌ. Contoh: قَبَّلَ : تَقْبِيلٌ (taqbîl-un) 'penciuman (kegiatan mencium<sup>p</sup>)' -- سَجَّلَ : تَسْجِيلٌ (tasjîl-un) 'perekeman' -- دَرَّسَ : تَدْرِيسٌ (tadrîs-un) 'pengajaran'.
Masdar fi'il naqis dan fi'il yang huruf ketiganya adalah hamzah termasuk dalam pola تَفْعِلَةٌ (taf'ilat-un), contoh: سَمَّى 'dia menamakan' : تَسْمِيَةٌ (tasmiyat-un) 'penamaan' -- رَبَّى'dia mendidik' : تَرْبِـيـَةٌ (tarbiyat-un) 'pendidikan' --- هَـنَـأَ 'dia memberi selamat' : تَـهْـنِـئَـةٌ (tahni'at-un) 'pemberian selamat'.
ismul Fa'il (اسم الفاعل): Kita telah mempelajari pembentukan ismul fa'il dari tsulatsi mujarad pada Pelajaran 4 dalam panduan ini. Disini kita mempelajari pembentukannya dari bab فَعَّلَ. Ia dibentuk dengan mengganti حرف المضارعة dengan mu- (مُ). Karena isim fa'il adalah isim, maka ia berharakat tanwin, contoh: يُسَجِّلُ : مُسَجِّلٌ (yu-sajjil-u : mu-sajjil-un) 'tape recorder (alat perekam)' -- يُدَرِّسُ : مُدَرِّسٌ (yu-darris-u : mu-darris-un) 'guru'.
ismul maf'ul (اسم المفعول) : Pada semua bab-bab mazid, ismul maf'ul sama seperti ismul fa'il, kecuali huruf kedua berharakat fathah dan bukan kasrah. Contoh: يُجَلِّدُ 'Dia menjilid (buku)' : مُجَلِّدٌ (mujallid-un) 'penjilid buku', مُجَلَّدٌ (mujallad-un) 'yang dijilid' يُحَمِّدُ 'Dia (banyak) memuji' : مُحَمِّدٌ (muhammid-un) 'ia yang banyak memuji' : مُحَمَّدٌ (muhammad-un) 'ia yang banyak dipuji'.
ismul makan dan ismul zaman (اسم المكان و الزمان). Dalam bab-bab mazid pada ismul makan dan ismul zaman sama dengan ismul maf'ul, contoh: يُصَلِّي 'dia shalat' : مُصَلًّى (mushalla-n) 'tempat shalat'.
- Kita telah mempelajari pola tertenu dari jamak taksir. Berikut ini dua pola lainnya:
a) فَعَلَةٌ (fa'alat-un), contoh: طَلَبَـةٌ 'siswa-siswa' jamak dari طَالِبٌ.
b) فُعَلٌ (fu'al-un), contoh: نُسَخٌ 'salinan (copies)' jamak dari نُسْخَةٌ.
- Disini kita belajar lebih banyak pola mashdar dari tsulatsi mujarad:
a) فَعْـلٌ (fa'l-un), contoh: شَرْحٌ (syarh-un) mashdar dari شَرَحَ يَشْرَحُ 'menjelaskan'
b) فِعَالٌ (fi'al-un), contoh: غِيَابٌ (ghiyâb-un) masdar dari غَابَ يَغِيبُ 'absen'.
🖎 Latihan:
U m u m
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
1a. Pisahkanlah tsulatsi dari ruba'i pada yang berikut.
1b. Pisahkanlah tsulatsi mujarad dari tsulatsi mazid pada yang berikut.
-
Tulislah bentuk mudhari, amr dan mashdar dari setiap fi'il berikut sebagaimana yang ditunjukkan dalam contoh.
-
Tulislah ismul fa'il setiap fi'il berikut.
-
Tulislah mudhari, ismul fa'il dan ismul maf'ul setiap fi'il berikut.
-
Berilah garis bawah pada kalimat berikut fi'il yang termasuk dalam bab fa''ala dan jenis-jenis turunannya.
-
Berikanlah bentuk jamak dari setiap isim berikut dengan pola فَعَلَةٌ.
-
Berikanlah bentuk jamak dari setiap isim berikut dengan pola فُعَلٌ.
-
Berikanlah bentuk masdar dari setiap fi'il berikut dengan pola فَعْلٌ.
-
Berikanlah bentuk masdar dari setiap fi'il berikut dengan pola فِعَالٌ.
-
Apakah bentuk jamak dari دُكْتُورٌ?
-
Gunakanlah kata يَبْدُو pada kalimatmu sendiri.
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 3
Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:
- Bab af'ala (باب أَفْعَلَ): Ini adalah bab lain dari bab-bab fi'il mazid. Dalam bab ini, hamzah di lekatkan di awal huruf pertama yang kehilangan vokalnya. Contoh: نَزَلَ (nazala) 'Dia turun' : أَنْزَلَ (anzala) 'Dia menurunkan' --- خَرَجَ (kharaja) 'Dia keluar' : أَخْرَجَ (akhraja) 'Dia mengeluarkan'.
Mudhari : Bentuk mudhari seharusnya يَأْنَزِلُ (yu-anzil-u) tetapi hamzah bersama dengan harakatnya dihilangkan, sehingga menjadi يُنْزِلُ (yunzil-u)<sup>59</sup>. Perhatikan bahwa حَرْفُ الْمُضَارَعَةِ berharakat dhammah karena fi'il asalnya terdiri dari empat huruf. ( يُنْزِلُ adalah bentuk mudhari dari نَزَلَ, dan يُنْزِلُ adalah bentuk mudhari dari أَنْزَلَ ).
Amr : Perhatikan bahwa bentuk amr dibentuk dari bentuk asal mudhari dan bukan dari bentuk yang ada. Maka setelah menghapus حَرْفُ الْمُضَارَعَةِ dan akhirannya تَأْنَزِلُ dari (tu-anzil-u) kita mendapatkan أَنْزِلْ (anzil).
Mashdar : mashdar dari bab ini adalah dengan pola إِفْعَالٌ (if'âl-un), contoh: أَنْزَلَ : إِنْزَالٌ (?inzâl-un) 'menurunkan' --- أَخْرَجَ : إِخْرَاجٌ (ikhrâj-un) 'mengeluarkan' -- أَسْلَمَ : إِسْلَامٌ (?islâm-un) 'menjadi seorang Muslim.
Ismul fa'il : seperti yang kita lihat dalam bab fa''ala حَرْفُ الْمُضَارَعَةِ digantikan oleh mu. Contoh: يُسَلِّمُ (yusallim-u) 'dia menjadi seorang Muslim'. مُسْلِمٌ (muslim-un) 'muslim' -- يُمْكِنُ (yumkin-u) 'itu mungkin' : مُمْكِنٌ (mumkin-un) 'mungkin'.
<sup>59</sup> -yu?anzil-u tanpa ?a menjadi yunzilu.
___________________________________________________________________ 70
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 3
Ismul maf'ul : Sama seperti ismul fa'il kecuali huruf kedua berharakat fathah, contoh: يُرْسِلُ (yursil-u) 'Dia mengirimkan' : مُرْسِلٌ (mursil-un) 'yang mengirim' : مُرْسَلٌ (mursal-un) 'yang dikirim' -- يُغْلِقُ (yughliq-u) 'Dia menutup' : مُغْلِقٌ (mughliq-un) 'yang menutup' : مُغْلَقٌ (mughlaq-n) 'tertutup'.
Ismul makan waz-zaman (اسم المكان و الزمان): Sama seperti ismul maf'ul, contoh: أَتْحَفَ يُتْحِفُ (at-haf-a yut-hif-u) 'menampilkan kepada seseorang dengan sesuatu yang tidak biasa' : مُتْحَفٌ (mut-haf-un) 'museum'.
Beriktu ini beberapa fi'il yang bukan fi'il salim dimasukkan ke dalam bab ini:
| الماضي | المضارع | المصدر | اسم الفاعل | اسم المفعول |
|---|---|---|---|---|
| 'Dia membuatnya berdiri' أَقَامَ | يُقِيمُ | إِقَامَـةٌ | مُـقِـيـمٌ | مُقَامٌ |
| آمَنَ 'Dia beriman' untuk أَأْمَنَ | يُؤْمِنُ | إِيمَانٌ untuk إِئْمَانٌ | مُؤْمِنٌ | مُؤْمَنٌ |
| 'Dia mewajibkan' أَوْجَبَ | يُوجِبُ | إِيجَابٌ untuk إِوجَابٌ | مُوجِبٌ | مُوجَبٌ |
| 'Dia menyempurnakan' أَتَمَّ | يُتِمُّ | إِتْمَامٌ | مُـتِـمٌّ | مُـتَـمٌّ |
| 'Dia meletakkan' أَلْقَى | يُلْقِي | إِلْقَاءٌ untuk إِلْقَايٌ | (الْمُلْقِي) مُلْقٍ | (الْمُلْقَى) مُلْقًى |
- Fi'il أَعْطَى 'Dia memberikan' adalah dari bab af'ala. Mudhari-nya adalah يُعْطِي, mashdar-nya adalah إِعْطَاءٌ, amr-nya adalah أَعْطِ, ismul fa'il-nya adalah مُعْطٍ, dan ismul maf'ul-nya adalah مُعْطًى.
Ia mengambil dua obyek. Contoh: أَعْطَيْتُ بِلَالَا سَـــاعَةً 'Saya memberi Bilal sebuah jam tangan'. Dalam Al-Qur'an "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni'mat yang banyak." إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ.
Obyek dapat berupa dhamir, contoh:'Siapa yang memberikannya kepadamu?' مَنْ أَعْطَاكَهُ؟
'Guru (itu) yang memberikannya kepadaku.' أَعْطَانِيـــهِ الْمُدَرِّسُ
- وَلَوْ berarti 'meskipun/walaupun', contoh:
| 'Belilah kamus ini walaupun (harganya) mahal; | اِشْتَرِ هٰذَا الْمُعْجَمَ وَلَوْ كَانَ غَالِيًـا |
|---|---|
| 'Hadirilah ujian meskipun kamu sakit' | اُحْضُرِ الْامْتِحَانَ وَلَوْ كُنْتَ مَرِيـضًـا |
| 'Saya tidak akan tinggal dalam rumah ini meskipun kamu memberikannya secara cuma-cuma' | لَنْ أَسْكُنَ هٰذَا الْبَيْتَ وَلَوْ أَعْطَيْتَنِيهِ مَجَّـانًـا |
Perhatikan bahwa fi'il setelah وَلَوْ adalah madhi.
- لَامُ الْإِبْتِدَاءِ adalah lam dengan fathah yang dilekatkan diawal mubtada dalam rangka penekanan. Contoh:
| "Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). (QS 29:45) | وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ |
|---|---|
| " Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu." (QS 2:221) | وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ |
Lam ini jangan dipertukarkan/disalahpahami dengan kata depan لـ yang berharakat kasrah (lam yang bermakna milik atau untuk,-ᵉᵈ) namun berharakat fathah ketika dilekatkan di awal dhamir, contoh: لَامُ الْابْتِدَاءِ لَـهُ، لَكَ، لَهَا، لَكُمْ tidak merubah harakat akhir mubtada.
- Fi'il أَصْبَحَ adalah saudari كَانَ. Artinya 'berada di pagi hari'. Contoh: أَصْبَحَ حَامِدٌ مَرِيضًا 'Hamid jatuh sakit di pagi hari' . Disini حَامِدٌ adalah isim dari أَصْبَحَ dan مَرِيضًا
adalah khabar-nya. Dan dalam أَصْبَحْتُ نَشِيطًا 'Saya menjadi aktif di pagi hari', dhamir تُ adalah isim-nya.
Ia juga digunakan dalam makna 'dia menjadi' tanpa mengacu pada waktu. Contoh:
| " maka Dia (Allah) mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara." (QS 3:103) | فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا |
|---|
- أَوْشَكَ adalah saudari كَانَ. Bentuk mudhari-nya adalah يُوشِكُ. Artinya 'Dia baru saja akan...' Contoh:
| 'Para siswa baru saja akan kembali ke negara mereka pada musim liburan' | يُوشِكُ الطُّلَّابُ أَنْ يَرْجِعُوا إِلَى بِلَادِهِمْ فِي الْإِجَـازَةِ |
|---|
Disini الطُّلَّابُ adalah isim-nya dan mashdar mu'awwal (أَنْ يَرْجِعُوا) adalah khabar. Khabar-nya selalu berupa mashdar mu'awwal, yakni أَنْ + mudhari. Berikut ini contoh yang lain:
| 'Saya baru saja hendak menikah' | أُوشِكُ أَنْ أَتَزَوَّجَ |
|---|
Disini isim-nya adalah dhamir mustatir (dhamir yang tersembunyi) أَنَا dalam fi'il أُوشِكُ.
- يُرِيدُهَـا لِأَمْرٍ مَـا Disini kata مَا adalah kata sifat (adjectif) yang berarti 'sesuatu tertentu'. لِأَمْرٍ مَـا berarti 'untuk alasan tertentu'. Berikut beberapa contoh lainnya:
| 'Berikan aku buku tertentu' | أَعْطِنِي كِتَابًا مَـا |
|---|---|
| 'Saya telah melihatnya di suatu tempat' | رَأَيْتُهُ فِي مَكَانٍ مَـا |
| 'Kamu akan memahaminya suatu hari nanti' | سَتَفْهَمُ هٰذَا يَوْمًا مَـا |
مَـا ini disebut مَا النَّكِرَةُ التَّامَّةُ الْمُبْهَمَةُ.
- Alif pada ابْنَ dihilangkan dalam penulisan juga apabila ia terdapat diantara nama anak dan ayah, contoh: 'Muhammad bin William' مُحَمَّدُ بْـنُ وِلْيَـمَ. Penghilangan ini terjadi karena dua keadaan berikut:
a) Nama ayah tidak boleh didahului oleh gelar apapun. Jika ia didahului oleh gelar, alif harus dipertahankan. Contoh: 'al-Hasan bin Ali' اَلْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ, akan tetapi (alif tetap dituliskan pada kalimat jika nama ayah memakai gelar) 'al-Hasan Ibnul Imam Ali' اَلْحَسَنُ ابْنُ الإِمَامِ عَلِيٍّ.
b) Ketiga kata tersebut harus terdapat dalam satu baris, contoh: خَالِـدُ بْـنُ الْوَلِيْـدِ. Jika ketiganya dalam baris terpisah maka alif tidak boleh dihilangkan. Contoh: خَالِـدُ ابْـنُ الْوَلِيْـدِ
Perhatikan bahwa kata yang mendahului ابْـنُ kehilangan tanwin-nya, Contoh: بِلَالُ بْنُ حَامِدٍ (Bilal-u bnu- Hamid-in), bukan بِلَالٌ بْنُ حَامِدٍ (Bilal-un bn-u Hamid-in)
🖎 Latihan:
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
- Tulislah bentuk mudhari dan mashdar setiap fi'il berikut sebagaimana yang ditunjukkan pada contoh.
- Tulislah bentuk amr dari setiap fi'il berikut sebagaimana yang ditunjukkan pada contoh.
- Tulislan ismul fa'il setiap fi'il berikut.
- Tulislah ismul maf'ul setiap fi'il berikut.
- Garis bawahilah pada contoh-contoh berikut fi'il yang termasuk dalam bab af'ala dan berbagai turunannya.
- Tunjukkanlah fi'il yang termasuk dalam bab af'ala dan turunannya yang terdapat dalam pelajaran utama.
- Jawablah pertanyaan berikut dengan menggunakan dhamir sebagai kedua maf'ul sebagaimana yang ditunjukkan dalam contoh.
- Pelajarilah penggunaan وَلَوْ dalam contoh-contoh berikut.
- Pelajarilah penggunaan لَامُ الْإِبْتِدَاءِ dalam contoh-contoh berikut.
- Tulislah kembali kalimat-kalimat berikut dengan menggunakan أَصْبَحَ.
- Berikanlah bentuk jamak dari setiap isim berikut.<sup>60</sup>
- Berikanlah bentuk madhi dari يَأْبَى.
- Gunakanlah setiap kata dan ungkapan berikut dalam kalimatmu sendiri.
<sup>60</sup> 12, 13, dan 14 bukan merupakan pertanyaan.



