Bahasa Arab Dasar 4

Jilid penutup seri inti yang membawa santri ke bentuk fi'il turunan, fungsi objek lanjut, jenis dhamir, dan struktur yang lebih dekat dengan bacaan kitab menengah.

Bagian 4 dari 4 94 halaman

— Bagian 4 · Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut: —

Bagian 4

Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:

  1. المَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ. Ia adalah isim mu'rab yang tidak dikenai tanwin. Contoh: إِبْرَاهِيمُ، فَاطِمَةُ، أَحْمَرُ، مَسَاجِدُ، زُمَلاَءُ

Ia terdiri dari dua jenis: a. Isim yang tidak dikenai tanwin karena satu alasan. b. Isim yang tidak dikenai tanwin karena dua alasan.

Alasannya adalah salah satu dari yang berikut:

a) أَلِفُ التَّأْنِيثِ yakni alif yang menunjukkan jenis muanntats. Ia berupa مَقْصُورَةٌ (pendek) atau مَمْدُودَةٌ (dipanjangkan). Yang pertama adalah á panjang yang dalam bahasa Arab ditulis dengan ya ( ـى ), dan yang kedua adalah á panjang yang dalam bahasa Arab ditulis dengan hamzah ( ءا ), dan keduanya harus ditambahkan pada huruf ketiga. Contoh:

• <sup>29</sup>مَرْضَى، دُنْيَا، حُبْلَى، هُدَايَا، فَتَاوَى: <ins>أَلِفُ التَّأْنِيثِ مَقْصُورَةٌ</ins>. Perhatikan bahwa kata seperti فَتَى 'anak muda', رَحَى 'batu gerinda', عَصَا 'tongkat' bukan termasuk المَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ karena alif pada kata-kata ini adalah huruf ketiga dan bukan alif tambahan.

• <sup>30</sup>صَحْرَاءُ، حَمْرَاءُ، أَصْدِقَاءُ، فُقَرَاءُ : <ins>أَلِفُ التَّأْنِيثِ مَمْدُودَةٌ</ins>. Perhatikan bahwa kata seperti أَسْمَاءُ، آبَـاءُ، آلاَءُ، أَنْحَـاءُ bukan المَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ karena mereka seperti أَقْلاَمُ، أَوْلاَدُ، أَحْكَامُ dalam pola أَفْعَالٌ dan hamzah adalah huruf ketiga, dan bukan ekstra atau tambahan.


<sup>29</sup> مَرْضَى Adalah bentuk jamak dari مَرِيضٌ -- دُنْيَا 'dunia' -- حُبْلَى 'hamil' -- هُدَايَا 'hadiah' -- فَتَاوَى adalah bentuk jamak dari فَتْوَى 'fatwa'.

<sup>30</sup> عَرَاءُ 'desert (makanan penutup) -- حَمْرَاءُ 'merah', bentuk muannats dari أَحْمَرُ -- أَصْدِقَاءُ jamak dari صَادِقٌ -- فُقَرَاءُ jamak dari فَقِيرٌ.

b) الْجَمْعُ الْمُنْتَهَى<sup>31</sup> adalah jamak dengan pola مَفَاعِلُ dan مَفَاعِيل. Contoh: مَسَاجِدُ، مَدَارِسُ، أَسَاوِرُ، حَدَائِقُ، سَلاَسِلُ، أَنَامِلُ، فَنَادِيقُ، مَفَاتِيحُ، أَسَابِيعُ، فَنَاجِينُ، تَعَابِينُ، مَنَادِيلُ أَسَاتِذَةٌ. Kata dalam pola مُفَاعَلَةٌ (yakni مَفَاعِيلُ + ةٌ) bukan الْمَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ. Contoh: أَسَاتِذَةٌ، تَلاَمِيذَةٌ، دَكَاتِرَةٌ. Kata-kata ini dikenai tanwin.

Bahkan kata mufrad dalam pola ini adalah الْمَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ. Contoh: طَمَاطِمُ 'tomat', طَبَاشِيرُ 'kapur'<sup>32</sup>, طَنَاجِيرُ 'kentang', سَرَاوِيلُ 'celana panjang'.

B. Kata yang tidak dikenai tanwin karena dua alasan

Ia dapat berupa isim 'alam (الْعَلَمُ) atau sifat (الْوَصْفُ).

<ins>اسم العلم Isim 'Alam</ins>

Isim alam tidak dikenai tanwin ketika ia memiliki satu dari dua sebab berikut:

(1) Jika ia adalah muanntas, contoh: آمِنَةُ، زَيْنَبُ، هَمْزَةُ. Perhatikan bahwa هَمْزَةُ adalah nama laki-laki, namun jenis katanya adalah muannats karena ia berakhiran ta' marbutho' (ة).

Jika isim alam muannats dibentuk dari tiga huruf yang huruf keduanya adalah sukun, maka dapat digunakan sebagai الْمَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ atau triptote<sup>33</sup> kata biasa yang dapat dimasuki tanwin, akan tetapi lebih baik bila digunakan sebagai triptote. Contoh: هِنْدُ، دَعْدُ، رِيْمُ

(2) Jika bukan dari bahasa Arab (أَعْجَمِيُّ), contoh: إِبْرَاهِيمُ، وِلْيَامُ، بَاكِسْتَانُ. Jika isim alam yang bukan dari bahasa Arab adalah mudzakar, dan terdiri dari tiga huruf yang


<sup>31</sup> الْجَمْعُ الْمُنْتَهَى artinya adalah jamak yang paling tinggi. Beberapa bentuk jamak dapat dirubah ke dalam bentuk ini untuk mendapatkan apa yang disebut جَمْعُ الْجَمْعِ. Contoh: أَمْكِنَةٌ adalah bentuk jamak dari مَكَانٌ, dan أَمْكِنَةٌ sendiri dapat dirubah menjadi أَمَاكِنُ. Akan tetapi bentuk yang terakhir ini tidak dapat dirubah menjadi bentuk jamak lebih lanjut. Itulah sebabnya disebut jamak paling terakhir.

<sup>32</sup> Kedua kata ini termasuk ke dalam kelas اسم الجنس الجمعي seperti التَّمْرُ، الْعِنَبُ dst. Kata-kata ini diperlakukan sebagai kata tunggal (mufrad), meskipun maknanya adalah jamak.

<sup>33</sup> Triptote adalah isim yang dapat dimasuki tanwin.

Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 4

huruf keduanya adalah sukun, maka ia dapat dimasuki tanwin, contoh: نُوحٌ، لُوطٌ، شِيثٌ، جِرْجٌ، خَانٌ <sup>34</sup>. Namun apabila dia adalah muannats, ia tetap sebagai al-mamnu' minash sharf, contoh: بَلْخٌ، حِمْصٌ، نِيسٌ، مُوشٌ، بَاثٌ، بَرْثٌ <sup>35</sup>. Jika kata yang bukan Bahasa Arab diserap dalam Bahasa Arab menjadi isim biasa dan kemudian digunakan sebagai isim alam, maka ia dapat dimasuki tanwin, contoh: جَوْهَرٌ yaitu kata dari Bahasa Persia yang berarti pertama, dan juga digunakan sebagai nama.

  1. Jika mereka adalah مَعْدُولٌ yakni memiliki pola فُعَلُ (fu'al-u), contoh: عُمَرُ، زُفَرُ، زُحَلُ، هُبَلُ <sup>36</sup>.

  2. Jika berakhir dengan alif tambahan dan nun tambahan, contoh: رَمَضَانُ، مَرْوَانُ، فَعَّالٌ. Kata حَسَّانٌ dapat dimasuki tanwin karena ia memiliki pola فَعَّالٌ dari حُسْنٌ, maka نٌ adalah huruf ketiga dan bukan nun tambahan.

  3. Jika menyerupai fi'il dalam bentuknya, contoh: أَذْهَبُ yang mengikuti pola أَحْمَدُ 'Saya pergi', يَزِيدُ yang mengikuti pola يَبِيعُ 'dia menjual'.

  4. Jika terdiri dari dua isim, contoh: مَعْدِيكَرِبَ، حَضْرَمَوْتَ.

Kata sifat tidak memiliki tanwin dalam keadaan sebagai berikut:

  1. Jika ia berada dalam pola أَفْعَلُ selama ia tidak dijadikan muannats dengan ta marbutho. Contoh: أَكْبَرُ، أَحْمَرُ. Bentuk muaanntas dari أَكْبَرُ adalah كُبْرَى dan أَحْمَرُ adalah حَمْرَاءُ. Kata أَرْمَلٌ 'duda' dimasuki tanwin karena bentuk muannatsnya adalah أَرْمَلَةٌ 'janda'.

<sup>34</sup> نُوحٌ dan لُوطٌ adalah nama-nama Nabi, شِيثٌ adalah nama salah satu anak Nabi Adam alaihis salam. جِرْجٌ adalah George, خَانٌ adalah nama di India dan Pakistan.

<sup>35</sup> Nama-nama kota di Australia, Inggris, Turki, Prancis, Syria, dan Afghanistan. Perth, Bath, Mus, Nice, Homs, Balkh

<sup>36</sup> عُمَرُ dan زُفَرُ adalah nama-nama orang. زُحَلُ adalah planet Saturnus dan هُبَلُ adalah nama berhala.

  1. Jika berada dalam pola فُعْلَانُ, contoh: جُوعَانُ، عَطْشَانُ، عُطْشَانُ، مَلْآنُ، فُلَانُ.

  2. Jika ia adalah مَعْدُولٌ. Kata sifat ma'dul adalah salah satu di antara yang berikut:

    a. Bilangan yang memiliki pola ثُلَاثُ dan مَفْعَلُ، فُعَالُ, contoh ثُلَاثُ 'tiga-tiga', رُبَاعُ 'empat-empat'; مَثْنَى 'dua-dua', 'tiga-tiga'. Dalam al-Qr'an:

"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat." (QS An-Nisa : 3) وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ

b. Kata أُخَرُ adalah jamak dari أُخْرَى. Dalam al-Qur'an:

"Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS Al-Baqarah : 185) فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Kita telah mempelajari I'rab al-mamnu' minash sharf pada Pelajaran 6, dan di bagian awal buku Panduan ini. Akhiran jarr dari al-mamnu' minash sharf adalah fathah dan bukannya kashrah. Contoh:

'Saya belajar di banyak sekolah' دَرَسْتُ فِي مَدَارِسَ كَثِيرَةٍ
'Saya bepergian dari London ke Berlin' سَافَرْتُ مِن لَنْدَنَ إِلَى بَرْلِينَ
'Ini adalah buku Zainab' هٰذِهِ كُتُبُ زَيْنَبَ

Akan tetapi ia berharakat kashrah dalam dua keadaan berikut:

a. Apabila kata tersebut memiliki ال sebagai tanda ma'rifah. Contoh:

'Saya tinggal di hotel-hotel ini' نَزَلْتُ فِي هٰذِهِ الْفَنَادِقِ
'Tulislah dengan pulpen merah' اُكْتُبْ بِالْقَلَمِ الْأَحْمَرِ
'Saya memberikan roti kepada anak yang lapar itu' سَلَّمْتُ الرَّغِيفَ لِلْوَلَدِ الْجَوْعَانِ

Dalam Al-Qur'an:

'Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.' (QS Al-Ma'aarij : 40) فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ

b. Ketika kata tersebut merupakan mudhaf.

'Saya belajar di sekolah-sekolah Madinah' دَرَسْتُ فِي مَدَارِسِ الْمَدِينَةِ
'Saya menghubungi teman Bilal' اِتَّصَلْتُ بِأَصْدِقَاءِ بِلَالٍ
'Dia salah satu siswa terbaik' هُوَ مِنْ أَحْسَنِ الطُّلَّابِ
"sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya" (QS At-Tiin : 4) لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Perhatikan kata: مَعَانٍ adalah jamak dari مَعْنَى 'arti/makna', جَوَارٍ adalah jamak dari جَارِيَةٌ 'anak gadis'; نَوَادٍ jamak dari نَادٍ 'klub'. Kata-kata ini adalah dalam wazan (pola) مَفَاعِلُ dan pada saat yang sama kata-kata tersebut adalah manqus karena huruf ketiganya adalah المَعَانِي، الجَوَارِي، ma'rifah: ال yang akan terlihat jika kata tersebut mendapat ، ي النَّوَادِي. Ini disebut manqus dari الجَمْعُ المُتَنَاهِي, dan mereka diperlakukan sebagaiman manqus dalam i'rab. Kata-kata tersebut mendapat tanwinn dalam bentuk rafa, dan jarr, akan tetapi tidak dalam bentuk nashab. Contoh:

Marfu : 'Kata ini memiliki banyak mankna' هٰذِهِ الْكَلِمَةُ لَهَا مَعَانٍ كَثِيرَةٌ

Di sini مَعَانٍ adalah mubtada dan ia adalah marfu. Dalam hal ini ia mendapat tanwin.

Manshub : 'Saya mengetahui banyak makna dari kata ini' أَعْرِفُ مَعَانِيَ كَثِيرَةً لِهٰذِهِ الْكَلِمَةِ

Di sini ia adalah maf'ul bihi, oleh karena itu kata tersebut adalah manshub. Di sini kata ini tidak dimasuki tanwin.

Majrur: 'Kata ini digunakan dalam banyak makna' تُسْتَعْمَلُ هٰذِهِ الْكَلِمَةُ بِمَعَانٍ كَثِيرَةٍ

Di sini kata tersebut adalah majrur karena didahului oleh harful jarr. Di sini kata tersebut juga memiliki tanwin.

Berikut ini beberapa contoh tambahan:

Marfu : 'Berbagai macam klub dijumpai di sini' تُوجَدُ هُنَا نَوَادٍ مُخْتَلِفَةٌ
Manshub : 'Orang-orang mendirikan berbagai macam klub' أَسَّسَ النَّاسُ نَوَادِيَ مُخْتَلِفَةً
Majrur: 'Ia adalah anggota berbagai macam klub' هُوَ عُضْوٌ فِي نَوَادٍ مُخْتَلِفَةٍ
  1. Tunjukkanlah semua contoh الممنوع من الصرف yang terdapat dalam buku utama, dan sebutkan alasannya mengapa ia termasuk الممنوع من الصرف.

  2. Tunjukkanlah الممنوع من الصرف yang terdapat dalam buku utama yang berharokat kashrah pada keadaan jarr, dan sebutkan alasannya mengapa demikian.

  3. Tunjukkanlah الممنوع من الصرف dalam kalimat berikut ini, dan sebutkan alasannya mengapa demikian. Jika ia berharokat kashrah pada bentuk jarr, jelaskan mengapa demikian.

  4. Tulislah kembali kalimat berikut ini dengan الممنوع من الصرف yang berharokat kashrah.

  5. Gunakanlah kata جَوَّارٍ dalam tiga kalimat dengan bentuk marfu pada kalimat pertama, manshub pada kalimat kedua, dan majrur pada kalimat ketiga.

  6. Dalam kalimat عَائِشَةُ عَائِشَةٌ kata yang pertama (di kanan) tidak memiliki tanwin dan kata kedua berharokat tanwin. Mengapa demikian?

  7. Mengapa kata أَرْنَبٌ bukan الممنوع من الصرف padahal ia a memiliki pola verbal?

  8. Berikan contoh الممنوع من الصرف yang berharokat kashrah dalam kedudukan jarr karena memiliki ال ma'rifah.

  9. Berikanlah contoh الممنوع من الصرف yang berharokat kashrah pada posisi jarr karena kata tersebut adalah mudhaf.

  10. Berikanlah contoh masing-masing dari yang berikut ini: a. Kata sifat yang berupa ma'dul. b. Isim alam yang bukan dari Bahasa Arab. c. Kata sifat dengan wazan (pola) فَعْلَانُ.

![Logo] Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah – 4

d. Isim alam muanntas. e. Isim alam ma'dul.

f. Kata sifat dengan wazan أَفْعَلُ.

g. Isim alam yang berakhiran dengan tambahan alif dan nun. h. Isim alam majemuk.

i. الجَمْعُ المُتَنَاهِي.

j. Isim yang berakhiran alif ta'nits mamdudah. k. Isim yang berakhiran alif ta'nits maqsurah.

l. Manqus dari الجَمْعُ المُتَنَاهِي.

m. Isim alam muanntas yang dapat berharokat tanwin. n. Isim alam yang bukan Bahasa Arab yang dimasuki tanwin.

  1. Kedua isim alam إِبْرَاهِيمُ dan لُوطٌ adalah bukan Bahasa Arab, akan tetapi yang pertama tidak berharokat tanwin, sedangkan yang kedua berharokat tanwin. Mengapa demikian?

  2. Kedua isim alam جَرَّحَ dan بَلْحٌ bukan dari Bahasa Arab, dan keduanya terdiri dari tiga huruf yang huruf keduanya adalah sukun. Namun yang pertama berharokat tanwin sedangkan yang kedua tidak. Mengapa demikian?

  3. Isim alam yang mana yang dapat diperlakukan sebagai المَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ dan sebagai isim biasa?

Bagian 4 dari 4