— Imam an-Nawawi —
[Organizational seal/logo with globe and Arabic text]
شرح الأربعين النووية
SYARAH HADITS ARBAIN
Imam an-Nawawi
Penjelasan Mudah tentang 42 Hadits Pokok-pokok Agama Islam
Syarah Empat Puluh Hadits
Oleh
Imam Ibnu Daqiqil'Ied
Penerjemah:
Hidayat Mustafid, MA
Kantor Kerjasama Da'wah, Bimbingan dan Penyuluhan bagi Pendatang, Rawdhah, Telp. 2492727 Fax. 2401175 P.O Box 8299 Riyadh 11246, KSA
| المكتب التعاوني للدعوة والإرشاد وتوعية الجاليات بالروضة، ١٤٢٩ هـ فهرسة مكتبة الملك فهد الوطنية أثناء النشر النووي، محيي الدين شرح الأربعين النووية / محيي الدين النووي – الرياض : ١٤٢٩ هـ ١٧٢ ص ؛ ١٢ × ١٧ سم ردمك : ٧-٧-٩٥٣٩-٩٩٦٠-٩٧٨ (النص بالغة الأندونيسية) ١- الحديث – شرح ٢- الحديث الصحيح أ–العنوان ديوي ٢٣٧,٧ ١٤٢٩/٢٢٧٢ | (ج) |
|---|
| رقم الإيـــداع: ٢٢٧٢/ ١٤٢٩ ردمك: ٧-٧-٩٥٣٩-٩٩٦٠-٩٧٨ |
|---|
DAFTAR ISI
| JUDUL MATERI HADITS | HAL |
|---|---|
| Daftar Isi | 2 |
| Muqaddimah | 3 |
| Amal Perbuatan Bergantung Kepada Niat | 4 |
| Islam, Iman dan Ihsan | 9 |
| Rukun-Rukun Islam | 21 |
| Baik dan Buruknya Perbuatan Dilihat Akhirnya | 23 |
| Amal Munkar dan Bid'ah Itu Batil | 28 |
| Halal dan Haram Itu Jelas | 30 |
| Agama Itu Adalah Nasehat | 39 |
| Kehormatan Seorang Muslim | 43 |
| Tugas Agama Sesuai Dengan Kemampuan | 47 |
| Mencukupkan Diri Dengan yang Baik | 51 |
| Menjaga Diri dari Syubhat | 53 |
| Tinggalkan Hal-Hal Yang Tidak Penting | 55 |
| Kesempurnaan Iman | 57 |
| Haram Membunuh Orang Muslim Dan | 59 |
| Adab-Adab Keislaman | 63 |
| Menahan Amarah | 67 |
| Perintah Berbuat Ihsan dalam Menyembelih | 70 |
| Baik Perangai | 72 |
| Jagalah Allah, Pasti Engkau Dijaga Allah | 74 |
| Rasa Malu Bagian Dari Iman | 79 |
| Iman kepada Allah kemudian Istiqamah | 81 | | Akan Masuk Surga dengan hanya | 84 | | Bersegera Untuk Kebaikan | 87 | | Zalim itu Haram | 91 | | Orang Kaya Menggondol Pahala | 97 | | Keutamaan Mendamaikan Dan Berbuat Adil | 100 | | Akhlak Mulia Itu Bernilai Kebaikan | 102 | | Wajib Berpegang Teguh Pada Sunnah | 107 | | Amal-Amal yang Mengantarkan Masuk | 111 | | Hak-Hak Allah | 117 | | Zuhud yang Hakiki | 119 | | Larangan Melakukan Hal Yang Mudarat | 122 | | Bukti Bagi Yang Menuduh dan Sumpah | 126 | | Mencegah Kemunkaran Bagian Dari Iman | 129 | | Persaudaraan Dalam Islam | 136 | | Keutamaan Berkumpul Untuk Membaca | 141 | | Karunia dan Kasih Sayang Allah | 145 | | Ibadah Merupakan Sarana Mendapat | 151 | | Dispensasi Hukum Bagi Yang Tidak | 155 | | Dunia Merupakan Sarana dan Ladang | 158 | | Tanda-Tanda Keimanan | 162 | | Luasnya Ampunan Allah | 165 |
Syarah Empat Puluh Hadits ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ مكتب الدعوة بحي الروضة 3
بسم الله الرحمن الرحيم
Muqaddimah
Segala puja dan puji kita sampaikan kepada Dzat yang berhak memilikinya, Allah SWT. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada panutan kita, manusia agung, yaitu Muhammad SAW., keluarga, sahabat, dan semua pengikutnya hingga akhir zaman.
Kitab Arbain Nawawiyah yang berisikan empat puluh dua hadits dan dikenal dengan kitab empat puluh hadits merupakan kitab yang sangat bermanfaat dan banyak digunakan di masyarakat kaum muslimin terutama di kalangan kaum terpelajar yang mencoba untuk menghafal sabda-sabda Rasulullah saw. Sebagai tahap pertama untuk berlatih menghafal hadits, kitab Arba'in Nawawiyah ini sangat tepat untuk menjadi pegangan.
Oleh karena kitab Arbain Nawawiyah banyak digunakan sebagai pegangan untuk level pemula dalam mempelajari dan menghapal hadits maka kami merasa tergugah untuk menerjemahkan syarah kitab ini agar lebih bisa dipahami maksud hadits yang ada, bahkan lebih luas pemahamannya karena didukung oleh hadits-hadits lain. Semoga terjemahan ini bermanfaat bagi pembaca sebagaimana bermanfaat kitab aslinya yang disusun oleh Imam Nawawi dan syarahnya yang diterjemahkan ini yang dikarang oleh Imam Daqiqil-'Ied.
Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita dalam segala urusan kita. Aamien.
Penerjemah
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 4.
الحديث الأول
Hadits Pertama
Amal Perbuatan Bergantung Kepada Niat
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ﷺ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: "إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ" (رَوَاهُ إِمَامَا الْمُحَدِّثِينَ، أَبُو عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ بَرْدِزْبَهْ الْبُخَارِيُّ، وَأَبُو الْحُسَيْنِ مُسْلِمُ بْنُ الْحَجَّاجِ بْنِ مُسْلِمٍ الْقُشَيْرِيُّ النَّيْسَابُورِيُّ فِي صَحِيحَيْهِمَا اللَّذَيْنِ هُمَا أَصَحُّ الْكُتُبِ الْمُصَنَّفَةِ)
Dari Amiril-mu'minin Abu Hafsh, Umar bin Khatthab ﷺ, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seluruh perbuatan tergantung pada niat dan bagi setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang niat hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka (nilai) hijrahnya pada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang niat hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau untuk menikahi wanita maka (nilai) hijrahnya sesuai apa yang ia niatkan."
Hadits ini diriwayatkan oleh dua imam para ahli hadits, yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin
Syarah Empat Puluh Hadits
Syarah Empat Puluh Hadits
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 7
demikian, bila ada kata (إِنَّمَا) maka harus ditimbang dan diperhitungkan.
Bila kontek perkataan menunjukkan pada hal tertentu maka hendaknya diarahkan ke sana. Tapi, jika tidak ada indikator yang mengarahkan kepada hal tertentu maka kata tersebut digunakan untuk pembatasan mutlak. Yang termasuk ke dalam pembatasan mutlak adalah hadits ini. Yang dimaksud dengan amal perbuatan adalah amalan-amalan yang memiliki nilai pahala.
Maksud hadits ini adalah, suatu amal ibadah tidak akan jadi tanpa diiringi niat melakukannya seperti wudhu, mandi dari hadas, tayammum, shalat, zakat, puasa, haji, i'tikaf dan ibadah-ibadah lainnya. Berbeda dengan yang disebutkan di atas, menghilangkan najis. Karena menghilangkan najis termasuk meninggalkan (bukan melakukan) sesuatu. Maka, ia tidak memerlukan niat. Ada sekelompok ulama yang berpendapat bahwa wudhu dan mandi dari hadas sah tanpa niat.
Dalam ungkapan Rasulullah ﷺ (إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ) ada sesuatu yang dibuang. Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan sesuatu yang terbuang tersebut. Para ualama yang mengharuskan adanya niat dalam amal ibadah menentukan yang terbuang itu adalah kata sahnya. Jadi lengkapnya demikian, sesungguhnya sahnya amal-amal ibadah tergantung pada niat. Sementara ulama yang tidak mengharuskan niat dalam amal ibadah menentukan yang terbuang itu adalah kesempurnaan. Secara lengkapnya hadits tersebut berbunyi, sesungguhnya kesempurnaan amal ibadah hanyalah dengan niat.
Menurut al-Khatthabi, ungkapan Rasulullah ﷺ (وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى) menunjukkan pengertian khusus, yaitu (keharusan) menentukan amal dengan niat, tidak seperti ungkapan yang pertama. Syekh Muhyiddin An-Nawawi berkata: "Ungkapan tersebut memberi
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 8
pengertian bahwa menentukan sesuatu yang diniati merupakan syarat. Contohnya, jika seseorang berkewajiban melakukan shalat yang terlewati maka ia tidak cukup meniatkan shalat yang terlewati, akan tetapi disyaratkan menentukan macam shalatnya, seperti Zhuhur, 'Ashar atau yang lainnya. Andaikata tidak ada ungkapan Rasulullah ﷺ yang kedua maka ungkapan beliau yang pertama menegaskan sahnya niat (seperti shalat) tanpa penentuan (macam shalat) atau setidaknya memberikan dugaan seperti itu. Allahu A'lam.
Ungkapan Rasulullah ﷺ (فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُـهُ إِلَى اللهِ وَرَسُـوْلِهِ فَهِجْرَتُـهُ إِلَى اللهِ وَرَسُـوْلِهِ) menurut ahli bahasa Arab bahwa syarat dan jawab atau mubtada dan khabar harus berbeda. Sementara di sini, syarat dan jawab sama. Maka, jawabannya adalah sebagai berikut "Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya" dalam niat dan maksudnya "maka hijrahnya kepada Allah dan Rasu-Nya" dalam hukum dan mendapat nilai dalam syari'at.
Hadits ini muncul dengan adanya sebab, yaitu sebagaimana riwayat yang menerangkan bahwa ada seseorang yang hijrah dari Mekah ke Madinah dengan niat ingin menikahi seorang wanita (yang ikut hijrah) bernama Ummu Qais. Orang tersebut ikut hijrah bukan karena ingin mendapatkan keutamaan hijrah melainkan ingin menikahi wanita yang dicintainya. Oleh karenanya, orang tersebut dijuluki "Muhajir Ummi Qais". Allahu A'lam.
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 9
الحديث الثاني
Hadits Kedua
Islam, Iman dan Ihsan
عَنْ عُمَرَ ﷺ أَيْضًا قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُـــولِ اللهِ ﷺ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ، لَا يُـرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِـــيِّ ﷺ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، أَخْبِرْنِـــي عَنِ الْإِسْلَامِ! فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
"الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا"
قَالَ: صَدَقْتَ. فَعَجِبْنَا لَهُ، يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ: أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ! قَالَ:
"أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ"
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 10
قَالَ: صَدَقْتَ. قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِحْسَانِ! قَالَ:
"أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ"
قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ! قَالَ:
"مَا الْمَسْؤُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ".
قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا! قَالَ:
"أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَـــــاءَ الـــــنِّـــــشَاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ".
ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ: "يَا عُمَرُ، أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟" قُلْتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ:
"فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ" (رواه مسلم)
Dari Umar ؓ juga, ia berkata: Pada suatu hari ketika kami duduk-duduk di sisi Rasulullah ﷺ, tiba-tiba muncul seorang laki-laki berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Ia tidak terlihat sebagai orang yang datang dari jauh. Sementara tidak ada seorang pun di antara kami yang mengenalinya. Ia duduk menghadap kepada Nabi ﷺ dengan merapatkan kedua lututnya kepada kedua lutut Nabi ﷺ dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya sendiri kemudian berkata: Wahai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam! Rasulullah ﷺ menjawab:
"Islam adalah hendaknya kamu bersyahadat (bersaksi) bahwa tidak ada ilah (tuhan) selain Allah dan sesungguhnya
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 11
Muhammad adalah utusan Allah, kamu mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan kamu menunaikan haji ke Baitullah jika kamu mampu di perjalanannya.<sup>(1)</sup>
Ia berkata: Anda benar. Maka, kami merasa heran kepadanya. Ia bertanya kemudian ia membenarkan jawaban. Ia berkata lagi: Beritahukan kepadaku tentang Iman! Rasulullah ﷺ menjawab:
"Bahwa kamu beriman kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, kepada hari akhir dan beriman kepada ketentuan Allah, yang baik maupun yang buruk."
Ia berkata: Anda benar kemudian berkata lagi: Beritahukan kepadaku tentang Ihsan! Rasulullah ﷺ menjawab:
"Ihsan adalah bahwa kamu menyembah Allah dengan kondisi seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak dapat melihat-Nya maka (yakini bahwa) Allah melihat kamu."
Ia bertanya lagi: Beritahukan kepadaku tentang As-Saa'ah (hari kiamat)! Rasulullah ﷺ menjawab:
"Orang yang ditanya (maksudnya, dirinya) tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya."
· Ia berkata: (kalau demikian) beritahukan kepadaku tanda-tandanya! Rasulullah ﷺ menjawab:
"(Tanda-tandanya adalah) jika seorang amat (wanita budak yang dijual belikan) melahirkan tuannya, jika kamu melihat orang-orang tanpa alas kaki, berpakaian telanjang, fakir dan pengembala kambing saling berbangga-banggaan dengan tingginya bangunan."
- Yang dimaksud dengan mampu di perjalanannya adalah ada bekal dan aman di perjalanan
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 12
Kemudian orang tadi pergi dan aku pun terdiam lama. Kemudian Rasulullah ﷺ bertanya: "Wahai Umar, tahukah kamu siapakah yang bertanya tadi?" Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Rasulullah ﷺ bersabda: "Dia adalah Jibril yang datang untuk mengajarkan agama kamu sekalian." (HR. Muslim)
❀ ❀ ❀



