— Jagalah Allah, Pasti Engkau Dijaga Allah —
Jagalah Allah, Pasti Engkau Dijaga Allah
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ ﷺ يَوْمًا، فَقَالَ:
"يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَـــيْءٍ قَـــدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَإِنْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَــضُــرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتْ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ"
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ (رَقْمُ: ٢٥١٦) وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ، وَفِـــي رِوَايَـــةِ غَيْـــرِ التِّرْمِذِيِّ:
"احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْـــرِ يُسْرًا."
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 75
Dari Abul-Abbas Abdullah dan Abbas ﷺ, ia berkata: "Pada suatu hari aku berada di belakang Nabi ﷺ, kemudian beliau bersabda:
"Hai anakku, Aku akan mengajarkan beberapa kalimat (pesan) kepadamu: Jagalah Allah agar Allah menjagamu! Jagalah Allah, pasti Allah berada di hadapanmu! Apabila kamu memohon, memohonlah kepada Allah! Apabila kamu mohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah! Ketahuilah, sesungguhnya seandainya seluruh umat bersatu untuk memberi suatu manfaat kepadamu maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat sedikit pun kecuali dengan sesuatu yang Allah tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka bersatu untuk memberi suatu bahaya kepada kamu maka mereka tidak akan membahayakan kamu sedikit pun kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah akan menimpa kamu. Pena telah diangkat dan (tinta) buku catatan telah mengering (selesai dicatat segala yang ditakdirkan)."
(HR. Tirmidzi no. 2516.) Timidzi bekata, hadits ini hasan shahih.
Dan dalam riwayat selain Tirmidzi, redaksinya sebagai berikut:
"Jagalah Allah, pasti Allah berada di hadapanmu! Kenalilah Allah di waktu senang, pasti Allah mengenalimu (menolongmu) di waktu susah! Ketahuilah, sesungguhnya sesuatu yang tidak ditakdirkan tidak akan menimpamu dan sesuatu yang ditakdirkan akan menimpamu tidak akan meleset dari kamu. Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan bersama kesabaran, kesenangan bersama kesusahan dan kesulitan (pasti diiringi) oleh kemudahan."
❀ ❀ ❀
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 76
Keterangan:
Biografi Abdullah bin Abbas ﷺ sangat banyak dan tidak terhingga. Ia pernah dido'akan oleh Nabi ﷺ dimana beliau berdo'a: "اَللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْـلَ" artinya, ya Allah, berilah ia kepahaman dalam agama dan ajarkan kepadanya kepandaian menafsirkan.<sup>(1)</sup> Dan beliau pun mendo'akannya dua kali agar ia diberi hikmah,<sup>(2)</sup> sebagaimana ada riwayat bahwa ia pernah melihat malaikat Jibril dua kali.<sup>(3)</sup>
Ibnu Abbas ini merupakan samudra ilmu di umat ini. Rasulullah ﷺ memandang dia –meskipun masih kecil– sudah pantas untuk menerima pesan. Oleh karenanya, Rasulullah ﷺ berkata kepadanya: "اِحْفَـظِ اللهَ يَحْفَظْـكَ" artinya, jadilah engkau seorang yang patuh kepada Tuhanmu, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya!
Ungkapan "اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ" bermakna, berbuat taatlah kepada-Nya dan hendaknya engkau tidak dilihat-Nya dalam melakukan kesalahan terhadap-Nya. Jika demikian maka engkau mendapatkan Allah di hadapanmu (menolongmu) dalam kesulitan-kesulitan, sebagaimana yang terjadi pada tiga orang yang terkepung hujan kemudian mereka singgah di suatu gua. Ketika mereka berada di dalam gua, sebuah batu besar menggelinding menutupi mulut gua. Kemudian dikatakan kepada mereka, coba lihat dan ingat-ingat perbuatan baik kalian lalu berdo'alah kepada Allah dengan
-
Diriwayatkan Imam Ahmad 1/314 dan diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban dan At-Thabari. Dalam hadits Bukhari dan Muslim tidak seperti redaksi ini.
-
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di Bab: Keutamaan Para Sahabat, Pasal: Keterangan tentang Ibnu Abbas ﷺ, no. 3756 dengan redaksi berikut " مَضَى ابْنُ أَبِيْ رَبِيْعٍ وَقَالَ: اَللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الْحِكْمَةَ"
-
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi pada Bab: Manaqib, Pasal: 43 no hadits: 3822 dari Laits dari Abu Jahdham, dari Ibnu Abbas bahwa ia pernah melihat Jibril ﷺ dan dido'akan Nabi ﷺ dua kali. Abu Isa berkata: Hadits ini mursal karena Abu Jahdham, setahu kami, tidak mendengar dari Ibnu Abbas ﷺ.
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 77
perantara amal baik itu! Insya Allah, hal itu akan dapat menyelamatkan kalian! Kemudian, satu persatu dari mereka menyebutkan amal kebaikan dalam berdo'a kepada Allah. Akhirnya batu besar tersebut menggelinding dari mulut gua dan mereka pun dapat berjalan keluar dengan leluasa. Kisah mereka terkenal diriwayatkan dalam hadits shahih.<sup>(1)</sup>
Ungkapan "إِذَا سَـأَلْتَ فَاسْـأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْـتَعَنْتَ فَاسْـتَعِنْ بِـاللهِ" memberi pengarahan untuk bertawakal kepada Allah ﷺ, tidak menjadikan ilah selain Allah dan tidak bergantung kepada selain Allah dalam seluruh urusan, baik kecil maupun besar. Allah ﷺ berfirman:
﴿ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ﴾
"Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. 65: 3)
Oleh karena itu, sejauh mana seseorang cenderung kepada selain Allah ﷺ dalam peraktek usahanya, dengan hati atau harapannya maka sejauh itu juga ia berpaling dari Allah ﷺ dan menghadap kepada yang tidak mampu memberi manfaat atau mudarat. Yang sama seperti tawakal adalah rasa takut dan cemas dari selain Allah. Rasulullah ﷺ telah menegaskan hal itu dengan sabdanya: "... وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ ..."
Inilah yang dinamakan iman kepada qadha dan qadar (takdir). Mengimani takdir baik dan buruk merupakan kewajiban. Jika seorang mukmin mengimani hal ini maka tidak ada gunanya berdo'a atau meminta pertolongan kepada selain Allah ﷺ. Demikianlah jawaban Nabi Ibrahim ﷺ kepada Jibril ﷺ ketika ditanya di langit,
- Shahih Muslim, Bab Dzikir, Do'a, Taubah dan Istighfar, Pasal: Kisah Orang-Orang Yang Masuk Gua, no. 2743
Syarah Empat Puluh Hadits
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 79
الحديث العشرون
Hadits Kedua Puluh
Rasa Malu Bagian Dari Iman
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ، عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيِّ الْبَدْرِيِّ ﷺ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : "إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ"
[أرواه البخاري (رقم: ٣٤٨٣)]
Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr ﷺ, seorang sahabat Anshar yang ikut perang badar, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya termasuk sesuatu yang didapatkan manusia dari kenabian pertama adalah ungkapan, "Jika kamu tidak tahu malu, perbuatlah sekehendakmu""
(HR. Bukhari no. 3483)
❀ ❀ ❀



