Terjemah Syarah Arba'in Nawawiyah - Ibnu Daqiqil 'Ied

Jalur hadits yang diperluas dari pembahasan awal PDF: niat, Islam-Iman-Ihsan, rukun Islam, bid'ah, halal-haram, nasehat, kehormatan muslim, syubhat, dan adab menjaga hati.

Bagian 44 dari 64 173 halaman

— Keterangan: —

Keterangan:

Ungkapan "Kebaikan itu akhlak mulia" maksudnya, akhlak mulia merupakan nilai kebaikan yang paling besar. Sebagaimana hadits "Haji adalah Arafah." Yang dimaksud dengan "الـبـر" sesuatu yang pelakunya dianggap patuh dan akan dikelompokkan dengan orang-orang yang taat kepada Allah. Sedang yang dimaksud dengan "baik akhlak" adalah melakukan yang seharusnya dalam berinteraksi, lemah lembut dalam melakukan usaha, bersifat adil dalam memutuskan hukum, mengerahkan segala kemampuan dalam melakukan kebaikan dan sifat-sifat orang-orang beriman yang lain, sebagaimana digambarkan oleh Allah ﷺ :


Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 104

﴿ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ، الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ، أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ﴾

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hatinya, dan apabila ayat-ayat-Nya dibacakan kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya." (QS. 8: 2 – 4)

Dan firman Allah ﷺ:

﴿ التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ ﴾

"Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, beribadat, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman." (QS. 9: 112)

Di ayat lain, Allah ﷺ berfirman:

﴿ قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ، الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ، وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ ، وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ ، وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ، إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ، فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ ، وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ ، وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ


Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 105

صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ ، أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴾

"Sungguh beruntung orang-orang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi, barangsiapa mencari yang di balik itu (zina dan sebagainya) maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan (sungguh beruntung) orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya serta orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya" (QS. 23: 1 – 11)

Demikian juga Allah berfirman:

﴿ وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا ﴾

"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati." (QS. 25: 63)

Barangsiapa yang merasa janggal atas dirinya maka hendaknya bercermin dengan ayat-ayat di atas. Jika semua sifat-sifat di atas dimiliki maka itu pertanda ia berbudi luhur dan jika kesemuanya tidak ada maka itu pertanda buruk perangai. Dan jika hanya sebagian yang ada maka hendaknya yang ada dipelihara dan yang belum ada diusahakan untuk dimiliki.

Jangan sekali-kali ada yang mengira bahwa baik budi pekerti adalah hanya lemah lembut dan meninggalkan kekejian dan kemaksiatan. Orang yang melakukan demikian, baru melatih diri untuk berakhlak baik. Akan tetapi, yang dimaksud dengan


Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 106

berakhlak mulia adalah berusaha memiliki sifat-sifat yang disebutkan dalam ayat-ayat di atas.

Termasuk akhlak mulia adalah tahan uji dari gangguan. Ada sebuah hadits di dua kitab shahih yang menerangkan bahwa seorang badui menarik selendang Rasulullah ﷺ hingga berbekas di leher beliau seraya berkata: "Hai Muhammad, berikan kepadaku sebagian harta Allah yang ada padamu!" Beliau menoleh kepadanya dengan senyum kemudian menyuruh untuk diberikan bagian kepadanya.

Ungkapan "Yang dinamakan dosa adalah sesuatu yang mengganjal di hatimu dan tidak senang untuk diketahui orang lain" Menunjukkan bahwa sesuatu yang menyebabkan gersang dan gelisah di hati adalah dasar perasaan yang perlu dipegang untuk membedakan dosa dan bukan dosa atau kebaikan. Dan yang dimaksud dengan orang lain yang Anda merasa malu jika mereka tahu tentang sesuatu yang Anda sembunyikan adalah orang-orang mulia dan terpandang, bukan orang-orang yang tidak diperhitungkan.


Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 107

Bagian 44 dari 64