Terjemah Syarah Arba'in Nawawiyah - Ibnu Daqiqil 'Ied

Jalur hadits yang diperluas dari pembahasan awal PDF: niat, Islam-Iman-Ihsan, rukun Islam, bid'ah, halal-haram, nasehat, kehormatan muslim, syubhat, dan adab menjaga hati.

Bagian 57 dari 64 173 halaman

— Keterangan: —

Keterangan:

Ini hadits agung yang menghimpun bermacam-macam ilmu, kaidah dan tatakrama. Dalam hadits ini terkandung keutamaan memenuhi keperluan kaum muslimin, memeberi manfaat kepada mereka dengan sesuatu yang dapat dilakukan, seperti memberi ilmu dan pengertian, memberi harta, membantu dengan tenaga, berisyarat dengan kemaslahatan, nasehat atau yang lainnya.

"Menutupi orang muslim" maksudnya menutupi kesalahan dan kekeliruan orang-orang yang dikenal baik, bukan orang yang dikenal buruk. Ini dalam masalah kemaksiatan yang sudah lalu dan selesai. Adapun aib kemaksiatan yang masih dilakukan maka orang yang mengetahuinya wajib segera mengingkari dan mencegahnya. Jika tidak mampu melaksanakan sendiri, ia wajib melaporkannya kepada yang berwenang jika tidak menimbulkan kerusakan.


Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 143

Dengan demikian, orang yang dikenal tukang maksiat tidak perlu ditutupi aibnya karena menutupinya akan mendorong dia semakin rusak, mengganggu orang, merobek kehormatan dan mendorong orang lain mengikutinya. Bahkan sangat dianjurkan untuk dilaporkan kepada penguasa jika tidak khawatir muncul kerusakan. Demikian pula perlu mengatakan apa adanya dalam menilai perawi, saksi, orang-orang yang diamanahi harta sodakoh, wakaf, anak-anak yatim dan lain sebagainya. Ketika diperlukan, tidak boleh menyembunyikan sesuatu sifat seseorang yang tidak berhak memegang tugas. Ini tidak termasuk ghibah atau bergunjing yang diharamkan, bahkan disebut melakukan nasehat yang wajib.

"Allah akan senantiasa menolong hamba selagi ia menolong saudaranya." Ini ungkapan global dan umum yang di antara penafsirannya adalah jika seseorang bermaksud menolong saudaranya, ia tidak perlu takut mengatakan atau menjelaskan kebenaran karena keyakinannya bahwa Allah akan menolongnya.

Di dalam hadits tersebut terdapat keutamaan memberi kemudahan terhadap orang kesusahan dan keutamaan berusaha mencari dan menyibukan diri dengan ilmu agama dengan syarat karena Allah, sebagaimana syarat di dalam ibadah-ibadah lain.

"Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah Allah, membaca al-Qur'an dan mempelajarinya di antara mereka .." sabda Rasulullah ﷺ ini merupakan dalil keutamaan berkumpul untuk membaca al-Qur'an di dalam masjid.

Yang dimaksud dengan "sakinah" dalam hadits, menurut satu pendapat, adalah rahmat Allah. Pendapat ini lemah karena kata rahmah disebutkan setelahnya. Sebagian ulama mengatakan, yang dimaksud adalah ketentraman dan keanggunan. Ini pendapat yang baik.

"Tidaklah berkumpul suatu kaum", ini ungkapan umum yang mencakup semua satuan pengertiannya. Seakan-akan bunyi hadits itu demikian, suatu kaum mana saja yang berkumpul... maka mereka


Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 144

mendapatkan keutamaan-keutamaan yang disebutkan di dalam hadits. Karena Rasulullah ﷺ tidak menyaratkan yang berkumpul itu para ulama, orang-orang zuhud atau orang-orang yang punya kedudukan. Para malaikat akan meliput dan mengelilingi mereka, ini seperti dalam ayat yang artinya, mereka mengelilingi Arsy. Saking dekatnya para malaikat dari mereka, mereka dikelilingi oleh para malaikat sehingga tidak ada celah yang dapat dimasuki oleh setan.

"Mereka diliputi rahmat" menunjukkan tidak ada bagian yang tertinggal. Syekh Syihabuddin mengatakan, menurut saya, peliputan rahmat ini mencakup seluruh bagian.

"Allah menyebut-menyebut mereka di kalangan makhluk yang ada di sisi-Nya." Ungkapan ini dapat dipahami bahwa Allah menyebut mereka di kalangan para nabi dan para malaikat yang mulia. Allahu 'alam.


Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 145

الحديث السابع والثلاثون

Hadits Ketiga Puluh Tujuh

Karunia dan Kasih Sayang Allah

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُولِ اللهِ ﷺ فِيمَا يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّـهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَ:

"إِنَّ اللهَ تَعَالَى كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ: فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَـــبْعِمِائَةِ ضِـــعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَـــنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً."

[رواه البخاري (رقم: ٦٤٩١) ومُسْلِمٌ (رقم: ١٣١) في صحيحيهما.]

Dari Ibnu Abbas -Semoga Allah meridhai keduanya- dari Rasulullah ﷺ dalam hadits yang diriwayatkan dari Rabbnya ﷺ; Dia berfirman:

"Sesungguhnya Allah ﷺ mencatat kebaikan dan keburukan." Kemudian Allah ﷺ menjelaskan hal yang demikian, "Barangsiapa berniat melakukan kebaikan kemudian tidak melakukannya maka Allah mencatat di sisi-Nya kebaikan yang sempurna dan barangsiapa berniat dengan kebaikan kemudian melakukannya maka Allah mencatat di sisi-Nya sepuluh kebaikan, sampai tujuh


Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 146

ratus kali lipat.. hingga berkali-kali lipat lagi. Barangsiapa berniat dengan keburukan kemudian tidak melakukannya maka Allah mencatat di sisi-Nya suatu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat dengan keburukan kemudian ia melakukannya maka Allah mencatatnya hanya satu keburukan."

(HR. Bukhari no. 6491 dan Muslim no. 131 dalam kedua kitab shahihnya mereka.)

Wahai saudaraku, -semoga Allah memberi taufiq kepada kita semua- perhatikanlah besarnya kasih sayang Allah. Coba cermati kata-kata berikut ini: "di sisi-Nya" menunjukkan perhatian Allah dengan perbuatan hamba, "dengan sempurna" memperkuat perhatian-Nya. Dalam masalah keburukan yang ingin dilakukan kemudian ditinggalkan dikatakan, "Allah akan mencatatnya sebagai kebaikan yang sempurna di sisi-Nya." Di sana ada kata penguat, sempurna. Dan jika dilakukan maka dikatakan, "Allah akan mencatatnya satu keburukan saja." Di sana ada kata pemerkuat, satu saja bukan kata sempurna. Segala puji dan anugrah milik Allah ﷻ. Kita tidak dapat menghimpun pujian bagi-Nya. Dan karena taufq-Nya jua kita mendapat keridhoan-Nya.

❀ ❀ ❀

Bagian 57 dari 64