Nabi Ibrahim AS
Khalilullah · Abul Anbiya · Ulul Azmi
Khalilullah, penghancur berhala, diuji api, membangun Ka’bah.
Informasi dasar
- Urutan
- Nabi ke-6
- Ayah
- Azar (Tarih)
- Istri
- Sarah, Hajar
- Anak
- Ismail, Ishaq
- Saudara
- Haran, Nahor (riwayat)
Konteks sejarah
- Kaum
- Kaum penyembah berhala Babilonia
- Penguasa/zaman
- Nimrod (riwayat) saat awal dakwah
- Era
- Sekitar 2000–1800 SM
- Usia/riwayat
- ±175 tahun
Inti keteladanan
Khalilullah, bapak para nabi, pembawa risalah tauhid luas.
Kisah ringkas
Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai kekasih Allah. Ia mendakwahi ayah dan kaumnya yang menyembah berhala, menghancurkan berhala sebagai hujjah, lalu dilempar ke api namun diselamatkan Allah. Ia diuji dengan hijrah, pengorbanan, dan perintah menyembelih putranya. Bersama Ismail, ia membangun Ka’bah. Dari garisnya lahir banyak nabi, dan millah Ibrahim menjadi rujukan tauhid yang lurus.
Poin penting
- Dialog tauhid dengan ayah dan kaumnya
- Diuji dengan api lalu selamat
- Membangun Ka’bah bersama Ismail
- Tauhid lebih utama daripada tradisi nenek moyang yang batil
- Ujian besar mengangkat derajat orang beriman
- Pengorbanan karena Allah membuahkan kebaikan luas
Pelajaran untuk santri
- ✓ Tauhid lebih utama daripada tradisi nenek moyang yang batil
- ✓ Ujian besar mengangkat derajat orang beriman
- ✓ Pengorbanan karena Allah membuahkan kebaikan luas
- ✓ Doa dan tawakkal adalah senjata da’i
Dalil dan rujukan
- 1. Al-Qur’an QS Al-Anbiya 21:51-71
- 2. Al-Qur’an QS Al-Baqarah 2:124-127
- 3. Hadits HR Bukhari no. 3358 , Abu Hurairah: tiga ucapan Ibrahim (“aku sakit”, “berhala besar itu yang melakukannya”, tentang Sarah)
- 4. Hadits HR Bukhari no. 3364 , Ibnu Abbas: Ibrahim membawa Hajar dan Ismail ke lembah Makkah; kisah zamzam
- 5. Kitab Qashash al-Anbiya’ — Ibnu Katsir , kisah Ibrahim al-Khalil
- 6. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , kisah Ibrahim
Untuk tafsir mendalam: Ibn Katsir, Al-Qurthubi, dan jalur guru bersanad. Hindari israiliyyat yang bertentangan dengan akidah.



