Nabi Ismail AS
Dzabihullah (dalam riwayat) · Pembangun Ka’bah bersama ayahnya
Putra Ibrahim, teladan sabar dan patuh, menjadi cikal kabilah Arab.
Informasi dasar
- Urutan
- Nabi ke-8
- Ayah
- Nabi Ibrahim AS
- Istri
- Perempuan Jurhum (riwayat putri Mudad)
- Anak
- Nabit dan keturunan Arab
- Saudara
- Ishaq
Konteks sejarah
- Kaum
- Arab Jurhum
- Penguasa/zaman
- Kabilah Jurhum di Mekah
- Era
- Sekitar 1900–1750 SM
- Usia/riwayat
- ±137 tahun (riwayat)
Inti keteladanan
Teladan patuh dan sabar, cikal Rasulullah ﷺ.
Kisah ringkas
Nabi Ismail AS putra Ibrahim yang tumbuh di lembah Bakkah. Ia teladan ketaatan saat ujian penyembelihan: siap menyerahkan diri karena Allah. Bersama ayahnya ia meninggikan fondasi Ka’bah. Dari keturunannya muncul bangsa Arab dan akhirnya Rasulullah ﷺ. Kisah Ismail adalah pelajaran patuh, sabar, dan doa orang tua yang mustajab.
Poin penting
- Siap disembelih sebagai ujian ketaatan
- Membantu membangun Ka’bah
- Ketaatan anak saleh adalah warisan terbesar
- Ujian ketaatan membentuk generasi kuat
- Ka’bah dibangun di atas tauhid dan pengorbanan
Pelajaran untuk santri
- ✓ Ketaatan anak saleh adalah warisan terbesar
- ✓ Ujian ketaatan membentuk generasi kuat
- ✓ Ka’bah dibangun di atas tauhid dan pengorbanan
Dalil dan rujukan
- 1. Al-Qur’an QS As-Saffat 37:102-107
- 2. Al-Qur’an QS Al-Baqarah 2:125-127
- 3. Hadits HR Bukhari no. 3364 , Ibnu Abbas: Hajar dan Ismail di Makkah, zamzam, pembangunan Ka’bah
- 4. Kitab Qashash al-Anbiya’ — Ibnu Katsir , kisah Ismail AS
Untuk tafsir mendalam: Ibn Katsir, Al-Qurthubi, dan jalur guru bersanad. Hindari israiliyyat yang bertentangan dengan akidah.



