Nabi Ishaq AS
Putra Ibrahim · Penerus garis nubuwwah Syam
Putra Ibrahim, meneruskan dakwah tauhid di Syam.
Informasi dasar
- Urutan
- Nabi ke-9
- Ayah
- Nabi Ibrahim AS
- Istri
- Rifqah (Rebecca)
- Anak
- Yaqub
- Saudara
- Ismail
Konteks sejarah
- Kaum
- Bani Israel awal
- Penguasa/zaman
- Penguasa Syam kuno
- Era
- Sekitar 1900–1700 SM
- Usia/riwayat
- ±180 tahun (riwayat)
Inti keteladanan
Penerus tauhid di garis keturunan Ibrahim.
Kisah ringkas
Nabi Ishaq AS adalah kabar gembira bagi Ibrahim dan Sarah di usia lanjut. Ia meneruskan dakwah tauhid di wilayah Syam. Dari Ishaq lahir Yaqub (Israil), dan dari situ garis Bani Israel yang di dalamnya banyak nabi. Kisahnya mengajarkan bahwa karunia Allah datang sesuai kehendak-Nya, dan keluarga nabi dijaga untuk risalah.
Poin penting
- Dianugerahi sebagai kabar gembira
- Menjaga garis tauhid keluarga Ibrahim
- Karunia anak adalah amanah dakwah
- Garis nubuwwah dijaga dengan tauhid
- Kabar gembira Allah tidak terikat ukuran manusia
Pelajaran untuk santri
- ✓ Karunia anak adalah amanah dakwah
- ✓ Garis nubuwwah dijaga dengan tauhid
- ✓ Kabar gembira Allah tidak terikat ukuran manusia
Dalil dan rujukan
- 1. Al-Qur’an QS Hud 11:71-73
- 2. Hadits HR Bukhari no. 3390 , nasab mulia Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim
- 3. Kitab Qashash al-Anbiya’ — Ibnu Katsir , kisah Ishaq AS
Untuk tafsir mendalam: Ibn Katsir, Al-Qurthubi, dan jalur guru bersanad. Hindari israiliyyat yang bertentangan dengan akidah.



