Nabi Isa AS
Al-Masih · Ruhullah (sebutan syar’i dengan makna yang benar) · Ulul Azmi · Pembawa Injil
Lahir tanpa ayah, mukjizat menyembuhkan, Injil, mengabarkan Rasul penutup.
Informasi dasar
- Urutan
- Nabi ke-24
- Ayah
- Lahir tanpa ayah
- Istri
- Tidak ada
- Anak
- Tidak ada
- Saudara
- —
Konteks sejarah
- Kaum
- Bani Israel
- Penguasa/zaman
- Penguasa Romawi (Herodes/Pilatus era)
- Era
- Sekitar 1–33 M
- Usia/riwayat
- Diangkat, diutus usia ±30
Inti keteladanan
Ulul azmi, mukjizat banyak, membawa Injil.
Kisah ringkas
Nabi Isa AS dilahirkan tanpa ayah sebagai tanda kekuasaan Allah. Sejak bayi ia berbicara membela kesucian Maryam. Ia diutus kepada Bani Israel dengan Injil dan mukjizat: menyembuhkan, menghidupkan atas izin Allah, serta menegaskan tauhid. Ia mengabarkan datangnya Rasul penutup. Umat Islam mengimani Isa tanpa ghuluw: ia hamba dan rasul Allah, bukan tuhan.
Poin penting
- Mukjizat menyembuhkan, menghidupkan atas izin Allah
- Menegaskan tauhid dan syariat
- Memberi kabar tentang Nabi Muhammad ﷺ
- Mukjizat tidak meniadakan status kehambaan
- Tauhid harus dijaga dari sikap berlebihan (ghuluw)
- Kabar gembira tentang Nabi Muhammad adalah bagian risalah Isa
Pelajaran untuk santri
- ✓ Mukjizat tidak meniadakan status kehambaan
- ✓ Tauhid harus dijaga dari sikap berlebihan (ghuluw)
- ✓ Kabar gembira tentang Nabi Muhammad adalah bagian risalah Isa
- ✓ Ibu salehah (Maryam) adalah fondasi generasi mulia
Dalil dan rujukan
- 1. Al-Qur’an QS Ali Imran 3:45-52
- 2. Al-Qur’an QS As-Saff 61:6
- 3. Hadits HR Bukhari no. 3443 , Abu Hurairah: “Aku manusia paling dekat dengan Isa putra Maryam di dunia dan akhirat; para nabi bersaudara seayah”
- 4. Kitab Qashash al-Anbiya’ — Ibnu Katsir , kisah Isa AS
Untuk tafsir mendalam: Ibn Katsir, Al-Qurthubi, dan jalur guru bersanad. Hindari israiliyyat yang bertentangan dengan akidah.



