← Daftar Sahabat Adab: Kami mencintai seluruh sahabat dan Ahlul Bait. Perkara fitnah dibahas dengan adab ahlus
sunnah, tanpa mencaci. Untuk kajian mendalam, rujuk sirah dan syarah ulama mu’tabar.
Anshar
Mu’adz bin Jabal
Abu Abdurrahman
— – 18 H
Ahli halal-haram, utusan pengajar ke Yaman
Ringkasan
Dipuji sebagai yang paling tahu halal-haram; diutus Nabi ke Yaman dengan metodologi ijtihad yang masyhur.
AnsharAhli fiqihGuru wilayah
Biografi
Mu’adz adalah pemuda Anshar yang dalam ilmunya. Rasulullah mengutusnya ke Yaman dan bertanya bagaimana ia memutus hukum: Kitabullah, lalu sunnah, lalu ijtihad. Percakapan itu menjadi fondasi usul bagi para qadhi. Ia mengajar tauhid, shalat, dan zakat dengan hikmah. Wafat di masa wabah setelah menunaikan amanah ilmu.
Jasa & capaian
- • Utusan pengajar dan qadhi ke Yaman
- • Rujukan halal-haram
- • Teladan metodologi berfatwa berjenjang
Pelajaran
- ✓ Fatwa berjenjang: nash dulu, baru ijtihad
- ✓ Daerah butuh guru, bukan hanya pasukan
- ✓ Ilmu yang diamalkan lebih berharga daripada gelar
Sifat yang menonjol
FaqihBijakPendakwah
Dalil dan rujukan
- 1. Hadits HR Bukhari no. 3760 , “Ambillah Al-Qur’an dari empat orang…” termasuk Mu’adz
- 2. Hadits HR Tirmidzi no. 3790 , “yang paling tahu halal dan haram adalah Mu’adz bin Jabal”
- 3. Kitab Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah — Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) , biografi Mu’adz bin Jabal



