Kufah
Asy-Sya'bi
19–103 H / 640–721 M
Ahli riwayat Kufah, bertemu banyak sahabat
Fokus: Hadis, qadha, fiqih masyarakat
Ringkasan
Keluasan riwayat dan keterlibatan qadha; mewariskan tradisi ilmu Irak ke generasi sesudahnya.
Biografi
Asy-Sya'bi hidup di persimpangan sahabat dan fitnah Irak. Ia banyak mendengar, lalu menjadi rujukan qadha dan riwayat. Atmosfer keilmuan yang ia bantu bentuk bersifat realistis terhadap persoalan masyarakat.
Guru (sahabat / senior)
Ali bin Abi Thalib, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Abu Musa al-Asy'ari
Murid utama
Abu Hanifah, Ismail bin Abi Khalid, Mughirah bin Miqsam
Jasa & capaian
- •Bertemu banyak sahabat (riwayat)
- •Qadhi/faqih sosial
- •Guru tidak langsung tradisi Hanafi
Pelajaran
- ✓Fiqih lahir dari problem nyata
- ✓Jangan ceroboh dalam fitnah
- ✓Keluasan riwayat butuh filter
Sifat menonjol
Rujukan biografi (kitab rijal)
- 1. Kitab Ath-Thabaqat al-Kubra — Ibnu Sa’d (w. 230 H) , tarjamah Amir asy-Sya’bi
- 2. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H) , tarjamah Amir asy-Sya’bi
- 3. Kitab Tahdzib at-Tahdzib — Ibnu Hajar al-Asqalani , tarjamah Amir asy-Sya’bi
- 4. Kitab Tadzkiratul Huffazh — Adz-Dzahabi (w. 748 H) , thabaqah ke-3: asy-Sya’bi
Lihat juga
Catatan: biografi ringkas untuk pembinaan. Detail khilafiyah sanad/jarh dirujuk ke kitab rijal dan guru.



