← Kembali ke Jaringan Ulama
🎓

Imam Abu Hanifah

An-Nu’man bin Tsabit bin Zutha al-Kufi

📅 80–150 H / 699–767 M 📍 Kufah, Irak 🕌 Pendiri Mazhab Hanafi

Guru besar fiqih di Kufah, murid Hammad bin Abi Sulaiman, sanad ilmunya bersambung ke Sayyidina Ali dan Ibnu Mas’ud. Perumus fiqih ra’yi yang sistematis.

📖 Kisah & Kontribusi

Dikenal sebagai An-Nu’man bin Tsabit, beliau teladan dalam kedermawanan dan keteguhan kepada kebenaran. Ia berdagang kain sutra dan menyokong murid-muridnya dari hasil dagangnya, lalu menolak jabatan qadhi dari Khalifah al-Manshur demi menghindari tekanan politik hingga dipenjara. Majelisnya di Kufah menjadi forum musyawarah fiqih: masalah dibahas bersama murid seperti Abu Yusuf dan Muhammad bin al-Hasan, lalu diputuskan. Mazhab Hanafi menyebar ke Irak, Turki, Asia Tengah, dan anak benua India.

💬 Kata Bijak

"“Al-fiqhu ma’rifatun nafsi ma laha wa ma ‘alaiha.” Fiqih adalah mengenal hak dan kewajiban diri."

📚 Karya utama

  • • Al-Fiqh al-Akbar (aqidah, dinisbatkan)
  • • Al-‘Alim wal-Muta’allim
  • • Musnad Abu Hanifah (kumpulan murid)

🧭 Guru

🌱 Murid

Rujukan biografi

  1. 1. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H) , biografi Abu Hanifah, jilid 6
  2. 2. Kitab Wafayat al-A’yan — Ibnu Khallikan (w. 681 H)
  3. 3. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , peristiwa tahun 150 H

🌟 Warisan Keilmuan

Imam Abu Hanifah adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.

Disebut dalam biografi ini