Imam Abul Hasan al-Asy’ari
Ali bin Isma’il bin Abi Bisyr al-Asy’ari, keturunan Abu Musa al-Asy’ari
Perumus manhaj aqidah Ahlussunnah yang memadukan nash dan akal, membantah Mu’tazilah dengan senjata mereka sendiri. Aqidah Asy’ariyah dianut mayoritas ulama Syafi’iyah dan Malikiyah termasuk pesantren Nusantara.
📖 Kisah & Kontribusi
Empat puluh tahun pertama hidupnya ia murid al-Jubba’i, tokoh Mu’tazilah, hingga meninggalkan aliran itu setelah pergulatan panjang tentang keadilan Allah dan nasib tiga bersaudara. Ia naik mimbar Masjid Bashrah, mengumumkan taubatnya dari Mu’tazilah, dan sejak itu menulis puluhan karya membela aqidah salaf dengan argumentasi kalam. Al-Ibanah dan Al-Luma’ menjadi rujukan; murid-muridnya menyebar ke Baghdad, Naisabur, dan Maghrib.
📚 Karya utama
- • Al-Ibanah ‘an Ushul ad-Diyanah
- • Al-Luma’ fi ar-Radd ‘ala Ahlil Zaigh
- • Maqalat al-Islamiyyin
🧭 Guru
- Abu Ali al-Jubba’i (Mu’tazilah, sebelum bertaubat)
- Zakariya as-Saji (hadits dan fiqih)
🌱 Murid
- Abu Abdillah bin Mujahid
- Abul Hasan al-Bahili
Rujukan biografi
- 1. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H) , biografi al-Asy’ari, jilid 15
- 2. Kitab Wafayat al-A’yan — Ibnu Khallikan (w. 681 H)
- 3. Kitab Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra — Tajuddin as-Subki (w. 771 H) , jilid 3
- 4. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , peristiwa tahun 324 H
🌟 Warisan Keilmuan
Imam Abul Hasan al-Asy’ari adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



