Imam Jalaluddin as-Suyuthi
Abdurrahman bin Abi Bakr bin Muhammad as-Suyuthi
Ulama ensiklopedis dengan lebih dari lima ratus karya: Tafsir Jalalain (bersama al-Mahalli), Al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, Ad-Durr al-Mantsur, Al-Jami’ ash-Shaghir, dan Tarikh al-Khulafa’. Jalalain adalah tafsir pertama yang dipelajari di hampir semua pesantren.
📖 Kisah & Kontribusi
Hafal Al-Qur’an sebelum usia delapan tahun, belajar kepada ratusan guru, dan pada usia empat puluh tahun menarik diri dari pergaulan umum untuk menulis di Raudhah, Kairo. Ia menolak hadiah sultan dan menolak jabatan, mengaku sebagai mujaddid abad kesembilan. Tafsir Jalalain yang ia sempurnakan dari karya gurunya al-Mahalli menjadi jembatan santri memahami Al-Qur’an secara ringkas.
📚 Karya utama
- • Tafsir Jalalain
- • Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an
- • Ad-Durr al-Mantsur
- • Al-Jami’ ash-Shaghir
- • Tarikh al-Khulafa’
- • Al-Asybah wan-Nazha’ir
🧭 Guru
- Jalaluddin al-Mahalli
- Syarafuddin al-Munawi
- Taqiyuddin asy-Syumunni
🌱 Murid
- Syamsuddin ad-Dawudi
- Ibnu Iyas (sejarawan)
Rujukan biografi
- 1. Kitab Husnul Muhadharah fi Tarikh Mishr wal-Qahirah — Jalaluddin as-Suyuthi (w. 911 H) , biografi pengarang sendiri
- 2. Kitab At-Tahadduts bi Ni’matillah (autobiografi) — Jalaluddin as-Suyuthi
🌟 Warisan Keilmuan
Imam Jalaluddin as-Suyuthi adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



