Syaikh Abdul Qadir al-Jailani
Abdul Qadir bin Abi Shalih Musa al-Jili al-Hanbali
Wali besar dan faqih Hanbali, pendiri Tarekat Qadiriyah yang tersebar sampai Nusantara. Majelisnya di Baghdad dihadiri ribuan orang dan mengislamkan banyak Yahudi dan Nasrani.
📖 Kisah & Kontribusi
Datang ke Baghdad dalam usia muda untuk belajar fiqih dan hadits, lalu mengalami masa riyadhah panjang di padang pasir Irak. Setelah itu ia membuka madrasah dan majelis nasihat yang menggetarkan; Ibnu Rajab mencatat bahwa ia disegani para ulama dan penguasa. Ajaran tasawufnya berpijak pada tauhid, taubat, dan ketaatan pada syariat, sebagaimana tertulis dalam Al-Ghunyah dan Futuhul Ghaib. Manaqibnya dibaca di banyak pesantren dan majelis Nusantara.
📚 Karya utama
- • Al-Ghunyah li Thalibi Thariq al-Haqq
- • Futuhul Ghaib
- • Al-Fath ar-Rabbani
🧭 Guru
- Abu Sa’id al-Mukharrimi (fiqih Hanbali)
- Hammad ad-Dabbas (tasawuf)
Rujukan biografi
- 1. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ — Adz-Dzahabi (w. 748 H) , jilid 20
- 2. Kitab Wafayat al-A’yan — Ibnu Khallikan (w. 681 H)
- 3. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , peristiwa tahun 561 H
🌟 Warisan Keilmuan
Syaikh Abdul Qadir al-Jailani adalah salah satu ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah yang karyanya menjadi rujukan pesantren di Nusantara. Beliau menjaga sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan tabi'in.



