Mengapa 50 Shalat Dikurangi Menjadi 5?
15 Agu 2026, 23.02

Pada peristiwa Isra' Mi'raj, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menerima perintah shalat dari Allah. Awalnya, kewajiban shalat ditetapkan 50 kali sehari semalam. Namun, setelah pertemuan dengan Nabi Musa 'alaihis salam, jumlah shalat dikurangi menjadi 5 kali sehari semalam.
Alasan Pengurangan Shalat
Pertanyaan yang muncul adalah mengapa Allah menetapkan 50 shalat jika sudah tahu beban hamba-Nya? Apa makna di balik pengurangan ini? Menurut penjelasan para ulama, pengurangan shalat dari 50 menjadi 5 kali sehari semalam memiliki makna yang mendalam.
Allah sudah mengetahui kemampuan dan kelemahan hamba-Nya. Namun, dengan menetapkan 50 shalat, Allah ingin menunjukkan kemurahan dan kebaikan-Nya kepada hamba-Nya. Pengurangan shalat menjadi 5 kali sehari semalam merupakan bentuk kemurahan Allah, sehingga hamba-Nya dapat melaksanakan kewajiban shalat dengan ringan dan menyenangkan.
Konteks Umum
Peristiwa Isra' Mi'raj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Pada peristiwa ini, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, kemudian naik ke langit untuk menerima perintah shalat dari Allah.
Peristiwa Isra' Mi'raj mengajarkan kita tentang pentingnya shalat dan kewajiban kita sebagai hamba Allah. Shalat merupakan sarana untuk kita berkomunikasi dengan Allah, memohon ampun, dan memohon pertolongan-Nya.
Pelajaran dan Adab
Peristiwa pengurangan shalat dari 50 menjadi 5 kali sehari semalam mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah. Kita harus menyadari bahwa Allah sudah mengetahui kemampuan dan kelemahan kita, namun kita harus tetap berusaha melaksanakan kewajiban kita dengan baik.
Peristiwa ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya memohon ampun dan memohon pertolongan Allah. Kita harus menyadari bahwa kita tidak dapat melakukan apa-apa tanpa pertolongan Allah, sehingga kita harus selalu memohon ampun dan memohon pertolongan-Nya.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



