Mengenal Bulan Safar dengan Perspektif Islam
17 Jul 2026, 05.03

Bulan Safar adalah salah satu bulan dalam kalender Islam, tetapi seringkali dianggap sebagai bulan yang tidak baik. Banyak orang yang percaya bahwa bepergian pada awal bulan Safar dapat membawa kesialan. Namun, apakah keyakinan ini sesuai dengan ajaran Islam?
Asal Muasal Keyakinan
Keyakinan bahwa bulan Safar adalah bulan sial sebenarnya berasal dari zaman Jahiliyah, sebelum Islam datang. Pada saat itu, masyarakat Arab memiliki berbagai keyakinan dan praktik yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Dalam Islam, tidak ada larangan untuk bepergian pada awal bulan Safar atau memulai sesuatu yang penting. Yang terpenting adalah niat dan tujuan kita dalam melakukan sesuatu, bukan waktu atau bulan tertentu.
Konteks Umum
Islam mengajarkan kita untuk tidak mempercayai takhayul atau keyakinan yang tidak berdasar. Kita harus selalu mencari kebenaran dan melakukan sesuatu dengan niat yang baik. Dalam hal ini, kita tidak boleh membiarkan keyakinan bahwa bulan Safar adalah bulan sial menghalangi kita untuk melakukan kebaikan atau memulai sesuatu yang positif.
Bulan Safar sebenarnya memiliki sejarah yang penting dalam Islam, seperti peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Ini menunjukkan bahwa bulan Safar tidaklah identik dengan kesialan, melainkan dapat menjadi momentum untuk memulai sesuatu yang baru dan baik.
Pelajaran Adab
Menghadapi keyakinan tentang bulan Safar ini, kita harus mengembalikan diri kepada ajaran Islam yang sebenarnya. Kita harus berhati-hati dalam menerima informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh takhayul atau keyakinan yang tidak berdasar.
Kita juga harus mengingatkan diri kita sendiri dan orang lain tentang pentingnya memulai sesuatu dengan niat yang baik dan melakukan kebaikan tanpa terpengaruh oleh keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
