Hukum Membaca Ta'awwudh Sebelum Al-Fatihah dalam Shalat Menurut Mazhab Syafi'i
27 Sep 2026, 23.04

Shalat merupakan tiang agama dan ibadah fundamental bagi setiap Muslim. Dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai rukun, syarat, dan sunnah yang perlu kita pahami dan amalkan agar ibadah kita sempurna di hadapan Allah SWT. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di kalangan umat, khususnya para santri dan Muslimin yang ingin mendalami fiqih, adalah mengenai bacaan Ta'awwudh sebelum melafalkan Surat Al-Fatihah dalam shalat.
Memahami detail-detail dalam shalat adalah bentuk kecintaan kita terhadap syariat dan upaya maksimal dalam meneladani Rasulullah SAW. Artikel ini akan mengulas pandangan Mazhab Syafi'i terkait hukum membaca Ta'awwudh, yakni lafal "A'udzu billahi minasy syaithonir rojim" (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk), sebelum memulai pembacaan Surat Al-Fatihah dalam setiap rakaat shalat.
Memahami Sunnah dalam Shalat
Dalam khazanah fiqih Islam, Mazhab Syafi'i memiliki pandangan yang jelas mengenai berbagai tata cara ibadah. Terkait pertanyaan apakah seseorang perlu membaca Ta'awwudh sebelum melafalkan Surat Al-Fatihah dalam shalat, para ulama Mazhab Syafi'i menegaskan bahwa hukumnya adalah sunnah. Ini berarti, seorang Muslim dianjurkan untuk membaca Ta'awwudh pada setiap rakaat shalat sebelum memulai bacaan Surat Al-Fatihah.
Pandangan ini didasarkan pada pemahaman terhadap dalil-dalil syariat dan praktik yang diwarisi dari para ulama terdahulu. Meskipun shalat tetap sah jika Ta'awwudh tidak dibaca, melaksanakannya akan menambah kesempurnaan dan pahala bagi pelakunya. Sunnah ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan detail-detail kecil yang dapat meningkatkan kualitas ibadah seorang hamba.
Landasan dan Hikmah Ta'awwudh
Praktik membaca Ta'awwudh memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Nahl ayat 98: "Apabila kamu membaca Al-Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." Meskipun ayat ini secara spesifik menyebutkan membaca Al-Qur'an, para ulama memahami bahwa shalat adalah bentuk pembacaan Al-Qur'an yang paling utama, sehingga anjuran Ta'awwudh juga berlaku di dalamnya.
Hikmah di balik Ta'awwudh sangatlah mendalam. Dengan membaca "A'udzu billahi minasy syaithonir rojim", seorang hamba secara sadar memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan yang selalu berusaha mengganggu kekhusyukan dan konsentrasi dalam beribadah. Ini adalah langkah awal untuk membersihkan hati dan pikiran dari bisikan-bisikan negatif, sehingga fokus sepenuhnya tertuju kepada Allah saat berdialog melalui shalat. Ta'awwudh menjadi gerbang spiritual untuk memasuki alam munajat yang suci.
Pentingnya Ilmu dan Adab dalam Beribadah
Kajian mengenai Ta'awwudh ini mengingatkan kita akan pentingnya ilmu fiqih dalam setiap aspek kehidupan Muslim, terutama dalam ibadah. Sebagai umat Ahlussunnah wal Jama'ah, kita diajarkan untuk senantiasa mencari ilmu dari sumber yang sahih dan mengikuti jejak para ulama yang telah menjaga kemurnian ajaran Islam. Memahami perbedaan pandangan antar mazhab, seperti dalam kasus Ta'awwudh ini, juga menumbuhkan sikap toleransi dan menghargai keragaman interpretasi dalam fiqih, selama masih dalam koridor syariat yang diakui.
Adab dalam mencari ilmu juga sangat ditekankan. Ketika kita menemukan pertanyaan atau keraguan, hendaknya kita merujuk kepada para ahli ilmu yang kompeten, sebagaimana teladan para santri yang tekun belajar di pesantren. Dengan demikian, kita tidak hanya mengamalkan ibadah secara fisik, tetapi juga secara spiritual dan intelektual, menjadikan setiap gerakan dan bacaan dalam shalat memiliki makna yang mendalam. Ini adalah bentuk tanggung jawab umat untuk menjaga kualitas ibadah dan keilmuan agama.
Bagi santri dan umat Muslim yang ingin terus memperdalam pemahaman agama, berbagai kajian dan artikel edukatif yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah dapat ditemukan di SantriOnline, sebuah platform yang berkomitmen menyajikan konten Islami yang mencerahkan dan membangun.
Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa membaca Ta'awwudh sebelum Surat Al-Fatihah dalam setiap rakaat shalat adalah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Mazhab Syafi'i. Mari kita terus berusaha menyempurnakan ibadah shalat kita dengan mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW, memohon pertolongan Allah agar senantiasa diberikan kekhusyukan dan keikhlasan dalam setiap amal.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



