Rencana Pemulihan Gaza Dibatalkan

17 Jul 2026, 23.02

Thumbnail Rencana Pemulihan Gaza Dibatalkan

Presiden AS Donald Trump memiliki 'Board of Peace' yang sebelumnya berencana membangun 'Gaza Riviera' yang megah, namun sekarang telah membatalkan rencana tersebut dan beralih ke rencana pembangunan kamp sementara berupa 'portable cabins' di bawah administrasi Palestina, kepolisian, dan kekuatan keamanan internasional kecil.

Rencana Pembangunan Kamp Sementara

Rencana ini akan dilaksanakan di zona penyangga sepanjang garis gencatan senjata dekat Rafah, menurut investigasi The Guardian yang dipublikasikan pada hari Kamis. Rencana ini tidak banyak mencerminkan presentasi yang dibuat oleh menantu Trump, Jared Kushner, tentang 'Gaza bebas pasar' pada Januari, yang menjanjikan infrastruktur dasar dalam waktu 100 hari.

Tidak ada konstruksi atau pekerjaan persiapan yang telah dimulai untuk skema ini melalui International Stabilisation Force (ISF), sebuah kekuatan perdamaian multinasional yang diamanatkan oleh PBB yang didirikan oleh rencana perdamaian Gaza 2025.

Kurangnya Dana dan Persetujuan

Basis logistik untuk ISF hampir selesai di pintu perlintasan Kerem Shalom antara Israel dan Gaza, dan kekuatan ini diharapkan akan dilatih di Mesir dengan pasukan dari Maroko, Kosovo, dan mungkin Albania dan Kazakhstan. Akan membutuhkan beberapa bulan untuk melatih mereka, dan kerangka hukum untuk kehadiran mereka masih dalam negosiasi dengan pemerintah Israel.

Skema pilot ini dirancang dua minggu yang lalu di Siprus oleh anggota 'Board of Peace', pemerintahan Trump, Institut Tony Blair, dan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza.

Refleksi dan Pelajaran

Hal ini menunjukkan bahwa upaya perdamaian dan pemulihan di Gaza masih menghadapi banyak tantangan dan hambatan. Oleh karena itu, kita perlu terus mendukung upaya perdamaian dan mempromosikan kesadaran akan pentingnya kerja sama internasional untuk menyelesaikan konflik di Gaza.

Kita juga perlu memahami bahwa perdamaian dan keamanan tidak dapat dicapai tanpa adanya kesadaran dan pengertian yang mendalam tentang akar konflik dan kebutuhan masyarakat setempat.

Oleh karena itu, kita perlu terus berusaha untuk mempromosikan pendidikan, kesadaran, dan kerja sama internasional untuk menyelesaikan konflik di Gaza dan mencapai perdamaian yang langgeng.

Dirangkum dari: Middle East Eye