Dinasti Ayyubiyah
Dinasti Salahuddin yang mengakhiri Fatimiyah dan menyatukan Mesir-Syam untuk menghadapi Perang Salib.
Ibu kota
Kairo dan Damaskus
Wilayah inti
Mesir, Syam, Hijaz, Yaman pada periode tertentu
Uraian sejarah
Salahuddin mengakhiri Fatimiyah, menyatukan Mesir-Syam, dan memimpin pembebasan al-Quds setelah Hattin. Ayyubiyah menjadi simbol kepemimpinan yang menggabungkan militer, diplomasi, dan citra keadilan. Dinasti kemudian terpecah di cabang keluarga sebelum Mamluk mengambil alih.
Warisan
Pemulihan orientasi Sunni di Mesir, kemenangan Hattin, dan pembebasan al-Quds menjadi simbol terbesarnya.
Sorotan
- •Mengakhiri Fatimiyah
- •Hattin & pembebasan al-Quds
- •Persatuan Mesir–Syam
- •Orientasi Sunni di Mesir
Tokoh penting
Ibrah untuk santri
- ✓Persatuan umat lebih strategis daripada heroisme individu
- ✓Kemenangan butuh logistik dan moral
- ✓Citra adil memperkuat legitimasi
Bola dunia wilayah (skema)
Seret untuk memutar · gulir untuk zoomGeser mendatar untuk memutar
Peta Wilayah
Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.
Ibu kota: Kairo dan Damaskus
Wilayah disorot
Ringkasan data: Mesir, Syam, Hijaz, Yaman pada periode tertentu.
Sumber sejarah (kronik)
- 1. Kitab An-Nawadir as-Sulthaniyah (Sirah Shalahuddin) — Ibnu Syaddad (w. 632 H)
- 2. Kitab Ar-Raudhatain fi Akhbar ad-Daulatain — Abu Syamah al-Maqdisi (w. 665 H) , daulah Shalahiyah
- 3. Kitab Al-Kamil fit-Tarikh — Ibnul Atsir (w. 630 H) , Shalahuddin dan Hittin
- 4. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , Shalahuddin al-Ayyubi



