Dinasti Fatimiyah
Saingan besar Abbasiyah yang membangun kekhalifahan tersendiri dan mendirikan Kairo sebagai kota kekuasaan baru.
Ibu kota
al-Mahdiyyah lalu Kairo
Wilayah inti
Afrika Utara, Mesir, Hijaz, dan Syam pada periode tertentu
Uraian sejarah
Fatimiyah membangun kekhalifahan Ismailiyah yang menandingi Abbasiyah, lalu memindahkan pusat ke Kairo. Al-Azhar didirikan dan kelak bertransformasi menjadi lembaga ilmu besar. Dinasti ini digantikan Ayyubiyah yang mengembalikan orientasi Sunni di Mesir.
Warisan
Pendirian al-Azhar, pembangunan Kairo, dan jaringan dagang Laut Tengah - Laut Merah menjadi peninggalan utamanya.
Sorotan
- •Pendirian Kairo
- •Al-Azhar
- •Kekhalifahan tandingan
- •Jaringan dagang Laut Merah–Mediterania
Tokoh penting
Ibrah untuk santri
- ✓Kota baru bisa mengubah peta peradaban
- ✓Lembaga ilmu bisa melampaui dinasti pendirinya
- ✓Kompetisi politik menghasilkan pusat-pusat tandingan
Bola dunia wilayah (skema)
Seret untuk memutar · gulir untuk zoomGeser mendatar untuk memutar
Peta Wilayah
Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.
Ibu kota: al-Mahdiyyah lalu Kairo
Wilayah disorot
Ringkasan data: Afrika Utara, Mesir, Hijaz, dan Syam pada periode tertentu.
Sumber sejarah (kronik)
- 1. Kitab Itti’azh al-Hunafa’ bi Akhbar al-A’immah al-Fathimiyyin — Al-Maqrizi (w. 845 H)
- 2. Kitab Al-Mawa’izh wal-I’tibar (Al-Khithath) — Al-Maqrizi (w. 845 H) , pendirian al-Qahirah
- 3. Kitab Al-Kamil fit-Tarikh — Ibnul Atsir (w. 630 H) , daulah Ubaidiyah/Fatimiyah
- 4. Kitab Kitab al-‘Ibar (Tarikh Ibnu Khaldun) — Ibnu Khaldun (w. 808 H) , Bani Ubaid



