Dinasti Ikhshidiyah
Meneruskan pola Mesir semi-independen di bawah bayang-bayang Abbasiyah sebelum akhirnya digantikan Fatimiyah.
Ibu kota
Fustat
Wilayah inti
Mesir, Palestina, dan Syam selatan
Uraian sejarah
Ikhshidiyah meneruskan pola Mesir semi-independen sebelum Fatimiyah mengambil alih (969). Mereka menjaga jalur dagang dan posisi strategis antara Afrika dan Syam.
Warisan
Menjaga Mesir sebagai wilayah strategis dengan struktur birokrasi dan militer yang tetap kuat.
Sorotan
- •Menjaga Mesir pra-Fatimiyah
- •Kontrol Syam selatan
Tokoh penting
Ibrah untuk santri
- ✓Fase peralihan sering kurang “glamor” tapi penting stabilitas
Bola dunia wilayah (skema)
Seret untuk memutar · gulir untuk zoomGeser mendatar untuk memutar
Peta Wilayah
Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.
Ibu kota: Fustat
Wilayah disorot
Ringkasan data: Mesir, Palestina, dan Syam selatan.
Sumber sejarah (kronik)
- 1. Kitab Al-Kamil fit-Tarikh — Ibnul Atsir (w. 630 H) , Muhammad bin Thughj al-Ikhsyid
- 2. Kitab An-Nujum az-Zahirah fi Muluk Mishr wal-Qahirah — Ibnu Taghribirdi (w. 874 H) , Bani Ikhsyid
- 3. Kitab Al-Mawa’izh wal-I’tibar (Al-Khithath) — Al-Maqrizi (w. 845 H)



