Kesultanan Sunni 1037-1194 M 429-590 H

Dinasti Seljuk Agung

Seljuk menghidupkan kembali kekuatan politik Sunni dan melindungi orbit Abbasiyah lewat sistem sultanat yang kuat.

Ibu kota

Nishapur, Rayy, lalu Isfahan

Wilayah inti

Persia, Irak, Anatolia, Syam pada berbagai fase

Uraian sejarah

Seljuk menghidupkan kembali kekuatan politik Sunni dan melindungi orbit Abbasiyah. Nizam al-Mulk membangun jaringan madrasah Nizamiyah yang membentuk elite ulama-birokrat. Kemenangan di Anatolia membuka jalan bagi Islamisasi Asia Kecil.

Warisan

Nizam al-Mulk, madrasah Nizamiyah, dan konsolidasi politik Sunni menjadi ciri penting eranya.

Sorotan

  • Kebangkitan politik Sunni
  • Madrasah Nizamiyah
  • Kemenangan Manzikert
  • Sistem sultanat

Tokoh penting

Thughril BegAlp ArslanMaliksyahNizam al-Mulk

Ibrah untuk santri

  • Madrasah adalah infrastruktur peradaban
  • Sultan dan khalifah bisa berbagi peran
  • Ulama-administrator menopang negara

Bola dunia wilayah (skema)

Bola dunia interaktif wilayah Dinasti Seljuk Agung: Syam / Levant, Jazirah / Irak utara, Irak, Anatolia, Persia / Iran, Khurasan

Geser mendatar untuk memutar

Peta Wilayah

Wilayah bersifat skematik, bukan batas politik presisi. Sorotan mengikuti wilayah inti yang diringkas untuk dinasti ini.

Ibu kota: Nishapur, Rayy, lalu Isfahan

Wilayah disorot

Syam / LevantJazirah / Irak utaraIrakAnatoliaPersia / IranKhurasan

Ringkasan data: Persia, Irak, Anatolia, Syam pada berbagai fase.

Sumber sejarah (kronik)

  1. 1. Kitab Al-Kamil fit-Tarikh — Ibnul Atsir (w. 630 H) , daulah Saljuqiyah
  2. 2. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah — Ibnu Katsir (w. 774 H) , Thughril Beg, Alp Arslan, Malik Syah
  3. 3. Kitab Kitab al-‘Ibar (Tarikh Ibnu Khaldun) — Ibnu Khaldun (w. 808 H) , Bani Saljuq

Disebut dalam kisah ini