— Bagian 2 · Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut: —
Bagian 2
| Daftar hadir | قَائِمَةٌ | lumpur | طِينٌ |
|---|---|---|---|
| hubungan | عَلَاقَةٌ | bel | جَرَسٌ |
| Arti | مَعْنَى | api | نَارٌ |
| Sesa'at | لَحْظَةٌ | sejumlah buku | عِدَّةُ كُتُبٍ |
| sejumlah<br/>pertanyaan<br/>Hadir | عِدَّةُ أَسْئِلَةٍ<br/>حَضَرَ | ibu kota<br/>bercampur | عَاصِمَةٌ<br/>مُخْتَلِطٌ |
| berdering | رَنَّ | seperti itu,<br/>begitu | كَذَلِكَ |
| dia menciptakan | خَلَقَ | jin | جَانٌّ |
| dia menaikkan | رَفَعَ | besi | حَدِيدٌ |
| Kamu (lk)<br/>bagus !! | أَحْسَنْتَ | seperti ini | هَكَذَا |
Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:
-
fi'il mudhari. Bahasa Arab hanya memiliki tiga bentuk kata kerja, yaitu:
a. Bentuk Lampau disebut madhi الماضي.
b. Bentuk sekarang atau yang akan datang disebut mudhari' المضارع.
c. Bentuk perintah disebut amr الأمر.
Kita telah mempelajari fi'il madhi. Pada bab ini, kita akan mempelajari fi'il mudhari'. Kita akan belajar fi'il amr pada Pelajaran 14.
Pada fi'il mudhari' salah satu dari empat huruf ي ت أ ن mengawali kata kerja. Kita telah mempelajari bahwa 'dia (telah) menulis' adalah كَتَبَ (kataba). Sekarang 'dia menulis' adalah يَكْتُبُ (ya-ktubu). Perhatikan bahwa يَكْتُبُ berarti 'dia menulis', 'dia sedang menulis' atau 'dia akan menulis'.
Sekarang mari kita lihat perbedaan diantara bentuk madhi dan mudhari'.
كَتَبَ / يَكْتُبُ
Kita telah belajar bahwa sebagian besar kata kerja dalam Bahasa Arab memiliki tiga huruf atau tsulatsi mujarrad. Dalam fi'il madhi, huruf pertama berharakat fathah dan dalam mudhari' berharakat sukun. Huruf ketiga berharakat fathah, dalam madhi dan dhammah dalam mudhari'. Huruf kedua dapat memiliki salah satu dari ketiga huruf hidup (fathah, kasrah atau dhammah) baik dalam madhi maupun mudhari'.
Berdasarkan harakat vokal pada huruf kedua, fi'il terbagi kedalam enam kelompok. Pada bagian ini, kita mempelajari empat diantaranya.
- Kelompok a-u: Dalam kelompok ini, huruf kedua berharakat 'a' dalam madhi dan 'u' dalam mudhari. Contoh:
كَتَبَ 'dia (lk) (telah) menulis' يَكْتُبُ 'dia (lk) ( sedang/akan )menulis' (kataba / ya ktubu)
قَتَلَ 'dia (lk) (telah) membunuh' يَقْتُلُ 'dia (lk) (sedang/akan) membunuh' (qatala / ya qtulu)
سَجَدَ 'dia (lk) (telah) sujud' يَسْجُدُ 'dia (lk) ( sedang/akan )sujud' (sajₐda / ya sjudu)
- Kelompok a-i: dalam kelompok ini, huruf kedua berharakat 'a' dalam madhi dan 'i' dalam mudhari. Contoh:
جَلَسَ 'dia (lk) (telah) duduk' يَجْلِسُ 'dia (lk) (sedang/akan) duduk' (jalasa / ya jlisu)
ضَرَبَ 'dia (lk)(telah) memukul' يَضْرِبُ 'dia (lk) ( sedang/akan ) memukul' (dharaba / ya dhribu)
غَسَلَ 'dia (lk)(telah) mencuci' يَغْسِلُ 'dia (lk)(sedang/akan)mencuci' (ghasala / ya ghsilu)
- Kelompok a-a: dalam kelompok ini huruf kedua berharakat 'a' dalam madhi demikian pula dalam mudhari. Contoh:
ذَهَبَ 'dia (lk)(telah) pergi' يَذْهَبُ 'dia (lk)(sedang/akan) pergi' (dzahaba / ya dzhabu)
فَتَحَ 'dia (lk)(telah) membuka' يَفْتَحُ 'dia (lk)(sedang/akan) membuka' (fataha / ya ftahu)
قَرَأَ 'dia (lk) (telah) membaca' يَقْرَأُ 'dia (lk)(sedang/akan)membaca' (qara'a / ya qra'u)
- Kelompok i-a: dalam kelompok ini huruf kedua berharakat 'i' dalam madhi dan 'a' dalam mudhari. Contoh:
فَهِمَ 'dia (lk)(telah) faham' يَفْهَمُ 'dia (lk) (sedang/akan) faham' (fahima / ya fhamu)
شَرِبَ 'dia (lk)(telah) minum' يَشْرَبُ 'dia (lk) (sedang/akan) minum' (syariba / ya syrabu)
حَفِظَ 'dia (lk) (telah) menghafal' يَحْفَظُ 'dia (lk) (sedang/akan) menghafal' (hafizha /ya hfazhu)
Karena tidak ada kaidah yang menetapkan kelompok dari sebuah kata kerja, siswa harus mempelajari kelompok kata kerja setiap kali mempelajari kata kerja baru. Semua kamus yang baik menyebutkan hal ini. Apabila menyangkut kata kerja, biasanya bentuk madhi dan mudhari disebutkan bersama. Jika anda ditanya kata 'menulis' dalam Bahasa Arab, maka anda katakan: يَكْتُبُ كَتَبَ
- Angka hitungan –adad- 21 sampai 30. Kedua bagian angka disatukan dengan وَ. Contoh: وَاحِدٌ وَ عِشْرُونَ طَالِبًا Perhatikan bahwa:
a) Bagian pertama dari bilangan ini berharakat tanwin, contoh:
وَاحِدٌ وَعِشْرُونَ ، ثَلَاثَةٌ وَعِشْرُونَ ، أَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ ، ... تِسْعَةٌ وَعِشْرُونَ
Tentu saja kata اثْنَانِ tidak memiliki tanwin.
b. وَاحِدٌ dan اثْنَانِ adalah mudzakar dengan ma'dud mudzakar. Tetapi bilangan dari 3 sampai 9 adalah muannats. Contoh:
وَاحِدٌ وَعِشْرُونَ رِجَالًا، اثْنَانِ وَعِشْرُونَ رِجَالًا، ثَلَاثَةٌ وَعِشْرُونَ رِجَالًا، أَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ رِجَالًا، خَمْسَةٌ وَعِشْرُونَ رِجَالًا، سِتَّةٌ وَعِشْرُونَ رِجَالًا، ... تِسْعَةٌ وَعِشْرُونَ رِجَالًا
c. Ma'dud berbentuk mufrad dan manshub.
- السَّاعَةُ التَّاسِعَةُ إِلَّا رُبْعًا 'jam sembilan kurang seperemapt': إِلَّا secara harfiah berarti 'kecuali'. Perhatikan bahwa isim setelah إِلَّا adalah manshub. Perhatikan juga yang berikut:
| 'Jam satu kurang sepuluh menit' | السَّاعَةُ الوَاحِدَةُ إِلَّا عَشْرَ دَقَائِقَ |
|---|---|
| 'Jam dua kurang lima menit' | السَّاعَةُ الثَّانِيَةُ إِلَّا خَمْسَ دَقَائِقَ |
| 'Jam lima kurang satu menit' | السَّاعَةُ الخَامِسَةُ إِلَّا دَقِيقَةً وَاحِدَةً |
-
Kita telah mempelajari dua arti dari لَعَلَّ pada Pelajaran 1, yaitu: (a) Saya harap, dan (b) Saya khawatir. Yang pertama disebut التَّرَجِّي dan yang kedua disebut الإِشْفَاقُ. Dalam لَعَلَّهُ يَرْجِعُ الْيَوْمَ مُتَأَخِّرًا ia adalah الإِشْفَاقُ sebab artinya adalah 'Saya khwatir dia akan pulang terlambat hari ini'.
-
بَيْنَ 'antara': Isim yang mengikutinya adalah majrur karena berkedudukan sebagai mudhaf ilahihi. Contoh:
'Hamid telah duduk di antara Bilal dan Faisal'. جَلَسَ حَامِدٌ بَيْنَ بِلَالٍ وَفَيْصَلٍ
بَيْنَ harus diulang (bila digunakan) dengan dhamir, contoh:
'Ini antara saya dan anda'. هَذَا بَيْنِي وَ بَيْنَكَ
🖎 Latihan:
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
- Benarkanlah kalimat-kalimat berikut.
- Pelajarilah madhi dan mudhari.
- Tulislah bentuk mudhari dari fi'il berikut dengan harakat yang lengkap seperti yang ditunjukkan dalam contoh.
- Isilah bagian yang kosong dengan fi'il yang sesuai dalam bentuk mduahri.
- Pelajarilah adad dari 21 sampai 30.
- Bacalah kalimat-kalimat berikut dan kemudian tulislah dengan mengganti angka dengan kata-kata.
- Pelajarilah yang berikut.
- Gunakanlah setiap kata-kata berikut ke dalam kalimat.
<ins>🕮 Kosa-kata Baru:</ins>
| Selalu | دَائِمًا | Kantor / meja | مَكْتَبٌ |
|---|---|---|---|
| kadang-<br/>kadang<br/>sekali lagi | أَحْيَانًا<br/>مَرَّةً أُخْرَى | pekerja<br/>panjang | عَامِلٌ<br/>طُولٌ |
| Lebar | عَرْضٌ | sujud | سَجَدَ يَسْجُدُ |
| Jarak | مَسَافَةٌ | sentimeter | سَنْتِيمِتْرٌ |
| Kilometer | كِيلُومِتْرٌ | melakukan | فَعَلَ يَفْعَلُ |
| Meter | مِتْرٌ | menaiki | رَكِبَ يَرْكَبُ |
| Bekerja | عَمِلَ يَعْمَلُ | antara | بَيْنَ |
| ruku' | رَكَعَ يَرْكَعُ | antara<br/>keduanya | بَيْنَهُمَا |
Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:
-
Pada pelajaran terdahulu kita telah berkenalan dengan fi'il mudhari, dan kita telah belajar يَذْهَبُ 'dia (lk) (sedang/akan) pergi'. Sekarang kita belajar mengenai isnad untuk dhamir yang lain:
a. Bentuk jamak dari يَذْهَبُ adalah يَذْهَبُونَ (ya-dhab-ūna) 'mereka (lk) (sedang/akan) pergi'. Berikut satu contoh lagi: إِخْوَتِي يَدْرُسُونَ بِالْجَامِعَةِ 'Saudara-saudaraku (lk) sedang belajar di Universitas'.
b. 'Dia (pr) telah pergi' adalah تَذْهَبُ (ta-dzhabu).
'Apa yang (sedang) Amina tulis sekarang?' مَاذَا تَكْتُبُ آمِنَةُ الْآنَ ؟
'Dia sedang menulis surat untuk ibunya.' تَكْتُبُ رِسَالَةً إِلَى أُمِّهَا
c. Bentuk jamak dari تَذْهَبُ adalah يَذْهَبْنَ (ya-dhab-na) 'mereka (pr) (sedang/akan) pergi'. Berikut contoh lainnya:
'Saudara-saudaraku sedang إِخْوَتِي يَدْرُسُونَ بِالْجَامِعَةِ، وَ أَخَوَاتِي يَدْرُسْنَ بِالْمَدْرَسَةِ belajar di Universitas, dan saudari-saudariku sedang belajar di sekolah.'
d. Kita baru saja melihat bahwa تَذْهَبُ berarti 'dia (pr) telah pergi'. Itu juga berarti 'anda (mudzakar mufrad) pergi.'
e. 'Saya (sedang/akan) pergi' adalah أَذْهَبُ (a-dzhabu), contoh:
'Hendak kemana engkau pergi Bilal?' أَيْنَ تَذْهَبُ يَا بِلَالُ
'Saya )hendak( pergi ke pasar.' أَذْهَبُ إِلَى السُّوقِ
f. 'Anda pergi' untuk jamak mudzakar adalah تَذْهَبُونَ (ta-dhab-ūna). Berikut contoh yang lain:
'Apa yang (sedang) kalian minum saudara-saudara?' مَاذَا تَشْرَبُونَ يَا إِخْوَانُ؟
-
Kita telah belajar sebelumnya bahwa يَذْهَبُ berarti 'dia (lk)(sedang)pergi' atau 'dia akan pergi'. Sekarang, untuk membuat bentuk mudhari hanya untuk bentuk masa yang akan datang , maka awalan س ditambahkan kepada kata kerja. Contoh:
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
'Ayahku akan pergi ke Makkah besok' سَيَذْهَبُ أَبِي إِلَى مَكَّةَ غَدًا
'Saya akan menulis surat untukmu, insya Allah' سَأَكْتُبُ لَكَ رِسَالَةً إِنْ شَاءَاللهُ
سَ ini disebut حَرْفُ الاِسْتِقْبَالِ (partikel yang menunjukkan masa yang akan datang).
Perhatikan bahwa سَ tidak digunakan dalam bentuk pertanyaan, contoh:
'Kapan anda akan pergi ke India? مَتَى تَذْهَبُ إِلَى الْهِنْدِ ؟
- Sebelumnya kita telah mempelajari madhi dibuat dalam bentuk negatif dengan menggunakan مَا . Contoh: مَا أَكَلْتُ شَيْئًا 'Saya tidak makan apapun'
Partikel negatif yang digunakan dengan mudhari adalah لَا , contoh:
'Saya tidak mengerti Bahasa Prancis' لَا أَفْهَمُ الْفَرَنْسِيَّةَ
'Saya tidak minum kopi' لَا أَشْرَبُ الْقَهْوَةَ
- Masdar adalah kata kerja tanpa tense dan subyek. Maka دَخَلَ berarti'dia (telah) masuk' dan يَدْخُلُ 'dia (sedang/akan) masuk'. Tetapi دُخُولٌ berarti 'masuk'. Masdar dalam Bahasa Arab memiliki banyak pola. Disini kita hanya belajar satu, yaitu فُعُولٌ, contoh:
دُخُولٌ 'masuk' dari دَخَلَ.
خُرُوجٌ 'keluar' dari خَرَجَ.
سُجُودٌ 'sujud' dari سَجَدَ.
رُكُوعٌ 'ruku' dari رَكَعَ.
جُلُوسٌ 'duduk' dari جَلَسَ.
Masdar adalah isim maka dapat dimasuki tanwin, contoh:
'Dilarang masuk' الدُّخُولُ مَمْنُوعٌ
'Ruku adalah sebelum sujud' الرُّكُوعُ قَبْلَ السُّجُودِ
'Kami keluar dari kelas sebelum keluarnya guru' خَرَجْنَا مِنَ الْفَصْلِ قَبْلَ خُرُوجِ الْمُدَرِّسِ
- أَمَّا : Ini adalah kata yang sering sekali digunakan. Ia digunakan ketika kita berbicara tentang dua hal atau lebih. Ia dapat diartikan 'adapun…', contoh:
'(Berasal) dari mana anda?' مِنْ أَيْنَ أَنْتَ ؟
أَنَا مِنَ الْمَانِيَا . أَمَّا بِلَالٌ فَهُوَ مِنْ بَاكِسْتَانَ ، وَأَمَّا إِبْرَاهِيمُ فَهُوَ مِنَ الْيَابَانِ
Saya (berasal) dari Jerman, adapun Bilal, dia dari Pakistan, dan adapun Ibrahim, dia dari Jepang.
Perhatikan bahwa khabar setelah أَمَّا harus diawali ف. Berikut beberapa contoh tambahan:
'Dimana saudara dan saudarimu tinggal? أَيْنَ يَسْكُنُ أَخُوكَ وَ أُخْتُكَ ؟
'Saudariku tinggal bersamaku." أُخْتِي تَسْكُنُ مَعِي، أَمَّا أَخِي فَهُوَ يَسْكُنُ مَعَ أَبِي وَ أُمِّي
Adapun saudaraku, dia tinggal bersama ayah dan ibuku'.
'Berapa harga kedua pulpen ini?' بِكَمْ هَذَانِ الْقَلَمَانِ ؟
'Ini harganya satu riyal. Adapun itu, harganya sepuluh riyal. هَذَا رِيَالٌ، أَمَّا ذَلِكَ فَبِعَشَرَةٍ
- أَخِي berarti 'saudaraku' dan أَخٌ لِي berarti saudara milikku'. salah satu saudara laki-lakiku'. Yang pertama ma'rifah dan yang kedua nakirah.
🖎 Latihan:
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
- Benarkanlah kalimat-kalimat berikut.
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut. Pertanyaan-pertanyaan ini tidak berdasarkan (bacaan) pelajaran ini.
- Isilah bagian yang kosong dengan bentuk mudhari ذَهَبَ dengan isnad pada dhamir yang sesuai.
- Isilah bagian yang kosong dengan kata kerja yang sesuai dalam bentuk mudhari.
- Ubahlah mubtada dalam setiap kalimat berikut ke dalam bentuk jamak.
- Ubahlah fa'il setiap kalimat berikut ke dalam bentuk muannats.
- Pelajarilah yang berikut.
- Ubahlah kata kerja dalam setiap kalimat berikut ke dalam bentuk mudhari.
- Ubahlah kata kerja dalam setiap kalimat berikut ke dalam bentuk negatif sebagaimana yang ditunjukkan dalam contoh.
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut menggunakan partikel (yang menunjukkan) bentuk masa depan.
- Tulislah masdar setiap kata kerja berikut.
- Garis bawahi lah mudhari dalam setiap kalimat berikut.
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
-
Jawblah pertanyaan-pertanyaan berikut menggunakan أَمَّا .
-
Pelajarilah yang berikut.
🕮 <ins>Kosa-kata Baru:</ins>
(a-u) belajar
Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:
- Isnad dari mudhari untuk beberapa dhamir lainnya:
a. Kita telah mempelajari bahwa تَذْهَبُ 'anda pergi' adalah antuk mufrad mudzakar.
Sekarang kita belajar تَذْهَبِينَ (ta-dzhab-îna) untuk mufrad muannats, contoh:
'Kemana engkau pergi, Bilal?' أَيْنَ تَذْهَبُ يَا بِلَالُ؟
'Kemana engkau pergi, Aminah?' أَيْنَ تَذْهَبِينَ يَا أَمِينَةُ؟
b. Kita telah mempelajari يَذْهَبُونَ 'kalian pergi' untuk jamak mudzakar. Sekarang kita
belajar تَذْهَبْنَ (ta-dzab-na) untuk jamak muannats. Berikut beberapa contoh:
'Apakah kalian mengerti Bahasa Inggris, أَتَفْهَمُونَ الْإِنْكِلِيزِيَّةَ يَا إِخْوَانُ؟ saudara-saudara?
'Apakah kalian mengerti Bahasa Inggris, أَتَفْهَمْنَ الْإِنْكِلِيزِيَّةَ يَا أَخَوَاتُ؟ saudari-saudari?
c. Kita telah mempelajari bahwa أَذْهَبُ berarti 'saya (sedang/akan) pergi'. Sekarang kita
belajar bahwa نَذْهَبُ (na-dzhabu) berarti 'kami (sedang/akan) pergi'. Berikut beberapa contoh:
'Apa yang (sedang) kalian tulis, saudara-saudara?' مَاذَا تَكْتُبُونَ يَا إِخْوَانُ؟
'Kami sedang menulis surat' نَكْتُبُ رَسَائِلَ
'Apa yang (sedang) kalian tulis, saudari-saudari?' مَاذَا تَكْتُبْنَ يَا أَخَوَاتُ؟
'Kami sedang menulis pekerjaan rumah' نَكْتُبُ الْوَاجِبَاتِ
- رَجَعَ بِلَالٌ يَوْمَ السَّبْتِ 'Bilal (telah) kembali (pada) hari Sabtu.' Perhatikan bahwa
يَوْمَ adalah manshub. Hal ini dikarenakan ia berkedudukan sebagai maf'ul fihi (kata keterangan waktu), yakni isim yang menerangkan waktu terjadinya perbuatan. Berikut beberapa contoh:
'Saya (telah) pergi ke pasar di pagi ini.' ذَهَبْتُ إِلَى السُّوقِ صَبَاحًا
'Saya (telah) kembali ke universitas sore ini' رَجَعْتُ إِلَى الْجَامِعَةِ مَسَاءً
'Saya pergi ke perpustakaan setiap hari.' أَذْهَبُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ كُلَّ يَوْمٍ
'Saya akan pergi ke Taif hari Kamis.' سَأَذْهَبُ إِلَى الطَّائِفِ يَوْمَ الْخَمِيسِ
'Kemana anda akan pergi sore ini?' أَيْنَ تَذْهَبُ هَذَا الْمَسَاءَ ؟
- Sebagaimana yang telah kita pelajari dalam Pelajaran 6, إِنَّ digunakan setelah قَالَ dan أَنَّ digunakan setelah kata kerja lainnya. Contoh:
'Dia berkata: "sesungguhnya Saya adalah hamba Allah."' قَالَ : إِنَّ عَبْدُ اللهِ
'Guru berkata, "sesungguhnya Besok ujian."' قَالَ الْمُدَرِّسُ : أَنَّ الْإِمْتِحَانَ غَدًا
'Saya mendengar sesungguhnya besok ujian.' سَمِعْتُ أَنَّ الْإِمْتِحَانَ غَدًا
'Saya kira besok ujian.' أَظُنُّ أَنَّ الْإِمْتِحَانَ غَدًا
🖎 Latihan:
- Benarkanlah kalimat-kalimat berikut.
- Gantilah fa'il dalam setiap kalimat berikut ke dalam bentuk muannats.
- Gantilah fa'il dalam setiap kalimat berikut ke dalam bentuk muannats.
- Gantilah mubtada dalam setiap kalimat berikut ke dalam bentuk jamak.
- Dua bentuk kata kerja diberikan bersama dengan setiap kalimat berikut. Pilihlah yang benar dan isilah bagian yang kosong dengannya.
- Vokalkanlah hamsah أَنَّ dalam kalimat-kalimat berikut.
- Pelajarilah nama-nama hari dalam seminggu.
🕮 Kosa-kata Baru:
| Obat | دَوَاءٌ | tetangga | جَارٌ |
|---|---|---|---|
| Murid | تِلْمِيذٌ | nomor | رَقْمٌ |
| Telepon | هَاتِفٌ | waktu | وَقْتٌ |
| menteri luar negeri | وَزِيرُ الْخَارِجِيَّةِ | )i-a) menyaksikan | شَهِدَ يَشْهَدُ |
| pekerjaan rumah pekerjaan | وَاجِبَاتٌ<br/><br/>عَمَلٌ | tertawa | ضَحِكَ يَضْحَكُ |
Ini adalah bab pelajaran revisi yang menjelaskan ismad dari mudhari untuk semua dhamir kecuali dhamir mutsanna.
🖎 Latihan:
-
Isilah bagian yang kosong dengan kata kerja ذَهَبَ dalam bentuk mudhari dengan isnad pada dhamir yang sesuai.
-
Isilah bagian yang kosong dengan kata kerja yang sesuai dalam bentuk mudhari.
-
Benarkanlah kalimat-kalimat berikut.
-
Pelajarilah perbedaan komponen dari mudhari, contoh:
يَذْهَبُ = ي : tanda mudhari + ذَهَبَ + fa'il (dhamir mustatir) + u: berakhiran marfu'.
يَذْهَبُونَ = ي : tanda mudhari + ذَهَبَ + و : fai'il + ن : berakhiran majrur
Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:
- Amr (perintah). Amr adalah bentuk kata kerja yang menunjukkan perintah, seperti 'pergi!', 'duduk!'. 'bangun!'.
Fi'il amr dibentuk dari mudhari dhamir mukhathab (kata ganti orang kedua) dengan menghilangkan huruf awal 'ta-' dan huruf terakhir '-u', sebagaimana yang dijelaskan dibawah ini.
تَكْتُبُ ⟶ كْتُبُ ta-ktub-u → ktub
Akibatnya dibentuk kata yang dimulai dengan sukun, yakni huruf yang tidak ditandai bunyi vokal. Hal ini tidak diperbolehkan dalam Bahasa Arab. Untuk mengatasi kesulitan ini, hamzat al-wasl ditambahkan pada kata kerja. Hamzat ini berharakat dhammah jika huruf kedua dari amr berharakat dhammah, selain itu ia berharakat kasrah. contoh:
تَكْتُبُ ⟶ كْتُبُ ⟶ اُكْتُبْ ta-ktub-u ⟶ ktub ⟶ uktub
تَجْلِسُ ⟶ جْلِسُ ⟶ اِجْلِسْ ta-jlis-u ⟶ jlis ⟶ ijlis
تَفْتَحُ ⟶ فْتَحُ ⟶ اِفْتَحْ ta-ftah-u ⟶ ftah ⟶ iftah
Hamsat al-wasl ini diucapakan hanya ketika amr tidak didahului oleh kata. Jika didahului oleh sebuah kata, hazmah dhilangkan dalam pengucapan meskipun tetap ada dalam penulisan. Contoh:
اُكْتُبْ uktub
يَا بِلَالُ اكْتُبْ yâ Bilâlu ktub (bukan: yâ Bilâlu uktub)
اِقْرَأْ وَ اكْتُبْ iqra' wa ktub (bukan: iqra' wa uktub)
اُكْتُبْ وَ اقْرَأْ uktub wa qra' (bukan: uktub wa iqra')
Sebagaimana yang kita lihat, hamzah ini adalah hamzat al-wasl, maka tanda hamzat al-qat (ء) tidak boleh ditulis di atas atau di bawahnya:
اُكْتُبْ dan bukan أُكْتُبْ
اِجْلِسْ dan bukan إِجْلِسْ
Bentuk amr تَأْكُلُ adalah كُلْ, dan تَأْخُذُ adalah خُذْ. Bentuk ini tidak beraturan dan huruf pertama (ء) telah dihilangkan.
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
Jika amr dari dhamir mukhathab mufrad diikuti oleh kata yang dimulai dengan hamzat al-wasl, huruf terakhir dari amr berharakat kasrah untuk menghindari اَلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ. Contoh:
| اِشْرَبِ الْمَاءَ | isharb –i l-mâ'-a 'minum air!' | (bl → bil) |
|---|---|---|
| اِفْتَحِ الْبَابَ | iftah-i l-bâb-a 'buka pintu!' | (hl → hil) |
| خُذِ الْكِتَابَ | khudz-i l-kitâb-a 'ambil buku (itu!' | (dzl → dzil) |
Berikut isnad dari amr untuk dhamir mukhathab yang lain:
| اُكْتُبْ يَا مُحَمَّدُ | uktub | اُكْتُبُوا يَا إِخْوَانُ | uktb-û |
|---|---|---|---|
| اُكْتُبِي يَا آمِنَةُ | uktub-î | اُكْتُبْنَ يَا أَخَوَاتُ | uktub-na |
- أَعَقْرَبٌ فِي الْفَصْلِ ؟ : Mubtada biasanya adalah ma'rifah, tetapi dapat pula berbentuk nakirah dengan keadaan tertetnu. Salah satunya adalah mubtada yang berbentuk nakirah harus didahului oleh kata tanya sebagaimana di dalam contoh:
'apakah kalajengking di dalam kelas?!' أَعَقْرَبٌ فِي الْفَصْلِ ؟
Berikut beberapa contoh dalam Al-Qur'an:
'Adakah tuhan lain bersama Allah?' أَإِلَـهٌ مَعَ اللهِ ؟
- فَإِنَّ الْغُرْفَةَ مُظْلِمَةٌ : Disini فَإِنَّ berarti 'sebab'. Berikut beberapa contoh:
| 'Makanlah ini karena kamu lapar.' | كُلْ هَذَا فَإِنَّكَ جَوْعَانُ |
|---|---|
| 'Ambillah ini karena pelajaran telah dimulai.' | خُذْ هَذَا فَإِنَّ الدَّرْسَ قَدْ بَدَأَ |
| Cucilah kemeja (itu) karena kotor.' | فَإِنَّهُ وَسِخٌ اِغْسِلِ الْقَمِيصَ |
🖎 Latihan:
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
-
Benarkanlah kalimat-kalimat berikut.
-
Pelajarilah pembentukan amr dan bacalah contoh berikut.
-
Bentuklah fi'il amr dari kata-kata kerja beikut.
-
Pelajarilah kaidah mengenai اَلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ .
-
Bacalah kalimat-kalimat berikut dengan tetap mengingat kaidah mengenai الْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ.
-
Bacalah contoh-contoh isnad untuk fi'il amr pada dhamir mukhathab.
-
Isilah bagian yang kosong dengan bentuk amr dari kata kerja yang sesuai.
| kalajengking | عَقْرَبٌ | (a-u) diam | سَكَتَ يَسْكُتُ |
|---|---|---|---|
| sepatu | حِذَاءٌ | (a-a) mengumpulkan | جَمَعَ يَجْمَعُ |
| surga | الْجَنَّةُ | (a-u) memasak | طَبَخَ يَطْبُخُ |
| Gelas | كُوبٌ | (a-a) memotong | قَطَعَ يَقْطَعُ |
| tangan | يَدٌ | (a-i) mencukur | حَلَقَ يَحْلِقُ |
| Suami<br/>(pasangan )<br/>segumpal darah | زَوْجٌ<br/>عَلَقٌ | (a-u) beribadah<br/>(i-a) mengetahui | عَبَدَ يَعْبُدُ<br/>عَلِمَ يَعْلَمُ |
| radio | مِذْيَاعٌ | (a-a) mencegah | مَنَعَ يَمْنَعُ |
| Udara ( cuaca ) | جَوٌّ | (a-u) kembali | عَادَ يَعُودُ |
| asing | غَرِيبٌ | kertas | وَرَقَةٌ |
| pisau cukur | مُوسَى | Surat ( Attiin ) | تِينٌ |
| mengantuk | نَعْسَانُ | 'saya tidak tahu' | لَا أَدْرِي |
| gelap | مُظْلِمٌ | kuat | قُوَّةٌ |
| (a-u) menyapu | كَنَسَ يَكْنُسُ | dengan kuat, cepat | بِقُوَّةٍ |
| (a-u)<br/> |
Pada bagian ini kita mempelajari yang berikut:
- Bagaimana berkata dalam Bahasa Arab; "Jangan pergi!" Kita telah belajar pada pelajaran sebelumnya bahwa تَذْهَبُ berarti 'pergi!' Sekarang kita belajar 'jangan pergi!' adalah لَا تَذْهَبْ. Sebagaimana yang anda lihat bentuknya adalah mudhari, tetapi dengan penghilangan dhammah pada huruf ketiga. Partikel لَا yang digunakan disini disebut لَا (لَا النَّاهِيَةُ larangan) sedangkan لَا dalam لَا أَفْهَمُ الْفَرَنْسِيَّةَ 'saya tidak mengerti Bahasa Prancis' disebut (لَا النَّافِيَةُ لَا pengingkaran). Perhatikan yang berikut:
Anda (lk) (sedang/akan) pergi : تَذْهَبُ
Anda (lk) tidak (sedang/akan) pergi : لَا تَذْهَبُ
Jangan pergi!(lk) : لَا تَذْهَبْ
Berikut beberapa contoh tambahan:
Jangan duduk di sini! لَاتَجْلِسْ هُنَا
Jangan menulis dengaan pulpen (tinta merah)! لَا تَكْتُبْ بِالْقَلَمِ الْأَحْمَرِ
Jangan keluar dari kelas! لَا تَخْرُجْ مِنَ الْفَصْلِ
Jangan menyembah syaithan! لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ
Perhatikan, pada contoh terakhir huruf ketiga berharakat kasrah karena الْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ. Berikut ini isnad dari kata kerja ini untuk dhamir mukhathab yang lain.
لَا تَذْهَبُوا يَا إِخْوَانُ لَا تَذْهَبْ يَا بِلَالُ
lâ tadzhab-û lâ tadzhab
لَا تَذْهَبْنَ يَا أَخَوَاتُ لَا تَذْهَبِي يَا آمِنَةُ
lâ tadzhab-na lâ tadzhab-î
- 'Anak laki-laki (itu) hampir tertawa'. Hal ini diekspresikan dalam Bahasa Arab dengan kata kerja كَادَ يَكَادُ :
'Anak laki-laki (itu) hampir tertawa.' كَادَ الْوَلَدُ يَضْحَكُ
[Logo with Arabic calligraphy and "RM" text]
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
'Guru hampir keluar' كَادَ الْمُدَرِّسُ يَخْرُجُ
Bentuk mudhari adalah يَكَادُ.
'Bel hampir berdering' يَكَادُ الْجَرَسُ يَرِنُّ
'Imam hampir ruku' يَكَادُ الْإِمَامُ يَرْكَعُ
Perhatikan, كَادَ / يَكَادُ diikuti oleh isim, dan kemudian kata kerja berbentuk mudhari.
كَادَ + isim berbentuk marfu (مَرْفُوعٌ) + mudhari.
- Kita telah mempelajari bahwa partikel negatif yang digunakan dengan mudhari adalah لَا. Contoh:
'Saya tidak mengerti Bahasa Prancis' لَا أَفْهَمُ الْفَرَنْسِيَّةَ
'Kami tidak pergi ke lapangan bermain hari Jum'at' لَا نَذْهَبُ إِلَى الْمَلْعَبِ بِيَوْمِ الْجُمُعَةِ
Jika مَا digunakan dengan bentuk mudhari, maka kata kerja tersebut merujuk kepada waktu sekarang saja. Perhatikan perbedaan antara لَا dan مَا :
مَا أَشْرَبُ الْقَهْوَةَ 'Saya tidak minum kopi', yakni sebagai kebiasaan, tetapi مَا أَشْرَبُ الْقَهْوَةَ berarti 'saya tidak minum kopi sekarang'.
-
Perhatikan, 'Saya (sedag) makan' adalah آكُلُ. Asalnya adalah أَأْكُلُ tetapi perpaduan أَ أْ menjadi آ. Dengan cara yang sama 'Saya mengambil' آخُزُ untuk أَأْخُزُ, dan 'Saya menyuruh' adalah آمُرُ untuk أَأْمُرُ.
-
إِنَّمَا أَنْظُرُ إِلَى الصُّوَرِ 'Saya hanya melihat pada gambar-gambar'. إِنَّمَا berarti 'hanya'. Berikut ini beberapa contoh tambahan:
'Kamu tidak sedang menulis pelajaran. أَنْتَ لَا تَكْتُبُ الدَّرْسَ . إِنَّمَا تَكْتُبُ رِسَالَةَ Kamu hanya sedang menulis surat'.
'Sesungguhnya amal (itu) hanya dengan niat' إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
'Sesungguhnya sedekah (itu) hanya bagi orang fakir' إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ
🖎 Latihan:
-
Bnarkanlah kalimat-kalimat berikut.
-
Bacalah contoh-contoh لَا النَّاهِيَةُ berikut.
-
Tulislah kembali kata kerja berikut dengan menggunakan لَا النَّاهِيَةُ .
-
Pelajarilah isnad mudhari dengan لَا النَّاهِيَةُ untuk dhamir lainnya.
-
Isilah bagian yang ksong dengan kata kerja yang sesuai dalam bentuk mudhari. Perhatikan, kata kerja ini diawali dengan لَا النَّاهِيَةُ .
-
Pelajarilah perbedaan antara لَا النَّافِيَةُ dan لَا النَّاهِيَةُ .
-
Pelajarilah kaidah-kaidah berikut mengenai dua hamdzah yang bersamaan.
-
Pelajarilah penggunaan كَادَ .
-
Pelajarilah penggunaan مَا dengan fi'il mudhari.
-
Pelajarilah penggunaan فِعْلُ التَّعَجُّبِ .
-
Tulislah kembali kalimat-kalimat yang digarisbawahi menggunakan فِعْلُ التَّعَجُّبِ .
🕮 Kosa-kata Baru:
| tempat duduk | مَقْعَدٌ |
|---|---|
| Di tengah-tengah | فِي أَثْنَاءِ |
| wahai ayah! | يَا أَبَتِ |
| (a-i) berbohong | كَذَبَ يَكْذِبُ |
| (a-i) menangis | بَكَى يَبْكِي |
| terbolak-balik | اِنْقَلَبَ |
| jalan | الطَّرِيقُ |
Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:
- Kata kerja يُرِيدُ 'dia (lk) ingin' dengan isnad untuk semua dhamir, contoh:
'Apa yang kamu inginkan, Bilal?'
مَاذَا تُرِيدُ يَا بِلَالُ ؟
'Saya ingin air'
أُرِيدُ مَاءً
"Apa yang kalian inginkan, saudara-saudara?'
مَاذَا تُرِيدُونَ يَا إِخْوَانُ ؟
'Kami ingin pulpen'
نُرِيدُ أَقْلَامًا
"Apa yang kamu inginkan, Laila?'
مَاذَا تُرِيدِينَ يَا لَيْلَى ؟
Perhatikan bahwa huruf-huruf awal yang menunjukkan mudhari ن ، أ ، ت ، ي berharakat dhammah. Hal ini berlaku ketika kata kerja memiliki empat huruf dalam bentuk madhi. Anda akan mempelajarinya di Buku 3.
Bentuk madhi kata kerja tersebut adalah أَرَادَ 'dia ingin'/ Dan 'Saya ingin' adalah أَرَدْتُ dan 'kamu ingin adalah أَرَدْتَ .
- Kita telah mempelajari kata tanya dan negatif مَا . Contoh:
'Siapa namamu (lk)?'
مَا اسْمُكَ؟
'Saya tidak memahami pelajaran'
مَا فَهِمْتُ الدَّرْسَ
Jenis مَا yang lain adalah مَا maushul (kata sambung) yang berarti 'apa', atau 'yang mana', contoh:
'Saya lupa apa yang telah kamu katakan kepadaku.'
نَسِيتُ مَا قُلْتَ لِي
'Saya (akan) minum apa yang kamu minum'
أَشْرَبُ مَا تَشْرَبُ .
'Saya tidak menyembah apa yang kalian sembah.'
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
Dalam Bahasa Arab, ini disebut مَا الْمَوْصُولَةُ.
- Kita telah belajar mengenai ذُو . Dalam bentuk manshub menjadi ذَا, contoh:
'Di dalam kelas ada siswa berambut panjang' فِي فَصْلِنَا طَالِبٌ ذُو شَعْرٍ طَوِيلٍ
'Saya melihat siswa berambut panjang' وَرَأَيْتُ طَالِبًا ذَا شَعْرٍ طَوِيلٍ
'Saya ingin 1 copy Al-Qur'an dengan huruf yang besar' أُرِيدُ مُصْحَفًا ذَا حَرْفٍ كَبِيرٍ
- Isim alam<sup>9</sup> yang sesuai dengan pola فُعُلُ adalah مَمْنُوعٌ مِنَ الصَّرْفِ . Contoh: زُحَلُ ، زُفَرُ ، هُبَلُ . Kata هُبَلُ adalah nama salah satu berhala sebelum Islam. زُحَلُ berarti Satum(nama bintang ) dan زُفَرُ adalah sebuah nama.
Pola dari nama-nama ini disebut مَعْدُولٌ.
Perhatikan i'rab isim jenis ini.
'Umar (telah) keluar' خَرَجَ عُمَرُ
'Saya (telah) beratanya kepada Umar' سَأَلْتُ عُمَرَ
'Saya (telah) menulis kepada Umar' كَتَبْتُ إِلَى عُمَرَ
- Kita telah mempelajari pada Buku 1 beberapa kata yang menunjukkan warna, contoh: أَسْوَدُ ، أَحْمَرُ ، أَصْفَرُ. Ini adalah bentuk mufrad mudzakar. Bentuk mufrad muannats berdasarkan pola فَعْلَاءُ .
| أَبْيَضُ | بَيْضَاءُ |
|---|---|
| أَسْوَدُ | سَوْدَاءُ |
| أَحْمَرُ | حَمْرَاءُ |
Keduanya baik mudzakar dan muannats adalah مَمْنُوعٌ مِنَ الصَّرْفِ.
Berikut beberapa contoh bentuk muannats.
'Rambut dikepalaku hitam, dan janggutku putih' شَعْرُ رَأْسِ أَسْوَدُ ، وَ لِحْيَتِي بَيْضَاءُ
<sup>9</sup> Isim alam adalah isim yang menunjukkan arti nama baik nama manusia atau lainnya, -pent)
'Pohon ini hijau' هٰذِهِ الشَّجَرَةُ خَضْرَاءُ
'Langit biru' السَّمَاءُ زَرْقَاءُ
Hanya ada satu bentuk jamak baik untuk bentuk mudzakar dan muannats. Polanaya adalah فُعْلٌ, contoh:
'Indian merah' اَلْهُنُودُ الْحُمْرُ
'Siapakah para laki-laki hitam itu مَنْ هٰؤُلَاءِ الرِّجَالُ السُّوْدُ وَ هٰؤُلَاءِ النِّسَاءُ السُّمْرُ ؟ dan para wanita coklat itu?'
- Isim 'alam عُمَرُ ditulis dengan waw yang tidak dilafalkan. Hal ini dilakukan untuk
membedakannya dari عَمْرٌ. Namun demikian waw tersebut, dihilangkan dalam bentuk manshub karena pelafalannya berbeda.
عَمْرًا ('Amr-an) ditulis dengan alif, sedangkan عُمَرَ ('Umar-a) ditulis tanpa alif karena
ia adalah مَمْنُوعٌ مِنَ الصَّرْفِ dan tidak memiliki tanwin.
- أَيْنَ أَخُوكَ حُسَيْنٌ ؟ 'Dimana saudara laki-lakimu Husain?'
Disini, isim حُسَيْنٌ disebut badal الْبَدَلُ. Dia adalah pengganti dari أَخُوكَ. Badal
menempati keadaan yang sama dengan mubdal minhu الْمُبْدَلُ مِنْهُ yakni isim yang digantikan. Berikut beberapa contoh lanjutan:
'Anak perempuannya, Zainab, adalah seorang dokter' بِنْتُهُ زَيْنَبُ طَبِيبَةٌ
'Saya (telah) melihat teman sekelasmu, Abbas' رَأَيْتُ زَمِيلَكَ عَبَّاسًا
'Dia (telah) menulis kepada profesor kami, DR. Bilal' كَتَبَ إِلَى أُسْتَاذِنَا الدُّكْتُورِ بِلَالٍ
- آخَرُ berarti 'yang lain'. Bentuk muannats-nya adalah أُخْرَى.
'Hari ini Ibrahim dan seorang siswa lain tidak masuk' غَابَ الْيَوْمَ إِبْرَاهِيمُ وَ طَالِبٌ آخَرُ
'Saya memiliki pulpen yang lain' عِنْدِي قَلَمٌ آخَرُ
'Saya bertanya kepada guru kami dan yang lainnya' سَأَلْتُ مُدَرِّسَنَا وَ مُدَرِّسًا آخَرَ
'Zainab dari Amerika, زَيْنَبُ مِنْ أَمْرِيكَا ، وَ فِي الْفَصْلِ طَالِبَةٌ أُخْرَى مِنْ أَمْرِيكَا
dan di kelas ada seorang lagi dari Amerika'
'Saya menghafal surat Ar-Rahman حَفِظْتُ سُورَةَ الرَّحْمَنِ وَ صُورَةً أُخْرَى
dan surat lainnya'
Keduanya آخَرُ dan أُخْرَى adalah مَمْنُوعٌ مِنَ الصَّرْفِ .
-
Kata أَشْيَاءُ adalah مَمْنُوعٌ مِنَ الصَّرْفِ.
-
Perbedaan antara الْقُرْآنُ dan الْمُصْحَفُ . Copy Al-Qur'an disebut الْمُصْحَفُ . Itu
sebabnya kita dapat mengatakan عِنْدِي مُصْحَفَانِ 'saya memiliki dua copy Al-Qur'an'.
'Ini adalah mushaf India هَذَا الْمُصْحَفُ هِنْدِيٌّ وَ هَذَا الْمُصْحَفُ مِصْرِيٌّ
(yakni edisi India) dan itu mushaf Mesir'
Tetapi salah jika menyebutkan قُرْآنٌ untuk konteks di atas.
- مَا أَكَلْتُ شَيْئًا berarti 'saya tidak makan apapun'.
Berikut beberapa contoh lagi:
'Saya tidak melihat apapun' مَا رَأَيْتُ شَيْئًا
'Kami tidak membaca apapun' مَا قَرَأْنَا شَيْئًا
- 'Kertas bergaris' وَرَقٌ مُسَطَّرٌ 'kertas tidak bergaris' وَرَقٌ غَيْرُ مُسَطَّرٍ
'Benar' صَحِيحٌ 'tidak benar' غَيْرُ صَحِيحٍ
'Muslim' مُسْلِمٌ 'bukan muslim' غَيْرُ مُسْلِمٍ
Perhatikan bahwa kata غَيْرُ adalah mudhaf dan oleh karena itu kata yang mengikutinya berbentuk majrur.
🖎 Latihan:
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
- Benarkanlah kalimat-kalimat berikut.
- Isilah bagian yang kosong dengan fi'il يُرِيدُ dengan isnad untuk dhamir yang sesuai.
- Guru bertanya kepada setiap siswa dua pertanyaan berikut ini:
مَاذَا تُرِيدُ ؟ وَ مَاذَا يُرِيدُ زَمِيلُكَ ؟
- Isilah bagian yang kosong pada setiap kalimat berikut dengan bentuk muannats dari kata-kata warna yang digunakan di dalam kalimat sebagaimana yang ditunjukkan dalam contoh.
- Garis bawahi lah kata yang menunjukkan warna pada kalimat-kalimat berikut.
- Isilah bagian yang kosong dengan kata yang sesuai yang menunjukkan warna/
- Pelajarilah contoh kata-kata مَفْعُولٌ.
- Pelajarilah ortografi عَمْرُو.
- Bacalah kalimat berikut dan pelajarilah kata-kata أُخْرَى dan آخَرُ.
- Isilah bagian yang kosong dengan آخَرُ dan أُخْرَى.
- Isilah bagian yang kosong dengan ذُو dan ذَا.
- Bacalah contoh-contoh berikut tentang مَا mauhsul.
- Pelajarilah tiga bentuk مَا.
- Pelajarilah yang berikut.
- Pelajarilah perbedaan antara الْمُصْحَفُ dan الْقُرْآنُ.
- Pelajarilah penggunaan غَيْرُ.
| copy dari Qur'an | مُصْحَفٌ | coklat | أَسْمَرُ |
|---|---|---|---|
| Permen | حَلْوَى | Bergaris | مُسَطَّرٌ |
| baris | صَفٌّ | (a-i) absen<br/>(tidak hadir) | غَابَ يَغَابُ |
| kain | قُمَاشٌ | membeli | إِشْتَرَى يَشْتَرِي |
| contoh | نَمُوذَجٌ | Map | مِلَفَّةٌ |
| Gambar, bentuk | صُورَةٌ | kapur | طَبَاشِيرُ |
| sesuatu | شَيْءٌ | bunga | زَهْرَةٌ |
| sempit | ضَيِّقٌ | kotamadya | بَلَدِيَّةٌ |
| yang lain | آخَرُ | Nama bintang | زُحَلُ |
Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:
- Bagaimana mengatakan dalam Bahasa Arab: 'Saya ingin pergi'. Bahasa Arabnya adalah: أُرِيدُ أَنْ أَذْهَبَ. Secara harafiah berarti 'Saya ingin bahwa saya pergi'. Perhatikan kata أَذْهَبَ adalah manshub (yakni berakhiran fathah). Dan hal ini disebabkan karena didahului oleh أَنْ. Berikut beberapa contoh tambahan:
'Apakah anda ingin makan?' أَتُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَ ؟
'Anda ingin minum apa?' مَاذَا تُرِيدُ أَنْ تَشْرَبَ ؟
'Kami ingin duduk didepan anda' نُرِيدُ أَنْ نَجْلِسَ أَمَامَكَ
'Zainab ingin memasak daging' تُرِيدُ زَيْنَبُ أَنْ تَطْبُخَ اللَّحْمَ
'Dokter (itu) ingin pulang ke negaranya' يُرِيدُ الطَّبِيبُ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى بَلَدِهِ
- Bagaimana mengatakan dalam Bahasa Arab: 'Saya belajar Bahasa Arab untuk memahami Al-Qur'an'. Bahasa Arabnya adalah: أَدْرُسُ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ لِأَفْهَمَ الْقُرْآنَ. Perhatikan bahwa bentuk mudhari أَفْهَمَ adalah manshub (yakni berakhiran fathah), dan hal ini karena didahului oleh lam. Lam ini disebut لَامُ التَّعْلِيلِ.
Berikut beberapa contoh tambahan:
'Saya telah pergi ke kamar kecil untuk mencuci mukaku' ذَهَبْتُ إِلَى الْحَمَّامِ لِأَغْسِلَ وَجْهِي
'Saya telah membuka jendela agar lalat dapat keluar' فَتَحْتُ النَّافِذَةَ لِيَخْرُجَ الذُّبَابُ
'Allah menciptakan kita agar kita beribadah kepada-Nya' خَلَقَنَا اللهُ تَعَالَى لِنَعْبُدَهُ
- يُمْكِنُ 'Bisa/boleh'.
'Bolehkan saya duduk disini?' أَيُمْكِنُنِي أَنْ أَجْلِسَ هُنَا
(Secara harfiah berarti: "Apakah saya bisa duduk disini?")
'Ya, kamu boleh duduk.' نَعَمْ ، يُمْكِنُكَ أَنْ تَجْلِسَ
'Dia tidak boleh keluar sekarang'
لَا يُمْكِنُهُ أَنْ يَخْرُجَ الْآنَ
- مُنْذُ Adalah kata depan yang berarti 'sejak'. Contoh:
'Saya tidak melihatnya sejak hari Sabtu'
مَا رَأَيْتُهُ مُنْذُ يَوْمِ السَّبْتِ
'Bilal absen (tidak hadir) sejak satu minggu'
غَابَ مُنْذُ أُسْبُوعٍ بِلَالٌ
- Jika fa'il adalah muannats, maka fi'il juga harus muannats. Contoh:
'Muhammad telah masuk'
دَخَلَ مُحَمَّدٌ
'Aminah telah masuk'
دَخَلَتْ آمِنَةُ
'Ibrahim sedang belajar Bahasa Jerman'
يَدْرُسُ إِبْرَاهِيمُ اللُّغَةَ الْأَلْمَانِيَّةَ
'dan Maryam sedang belajar Bahasa Prancis'
وَ تَدْرُسُ مَرْيَمُ اللُّغَةَ الْفَرَنْسِيَّةَ
Jika fa'il adalah muannats dari manusia atau hewan, maka fi'il-nya harus muannats. Jika tidak demikian, fi'il boleh muannats. Contoh:
'Sapi (itu) telah keluar'
خَرَجَتِ الْبَقَرَةُ
Tetapi:
'Mobil (itu) telah keluar.
خَرَجَ السَّيَّارَةُ atau خَرَجَتِ السَّيَّارَةُ
Itu sebabnya mengapa dalam pelajaran ini terdapat:
بَقِيَتْ ثَلَاثُ دَقَائِقَ "Masih ada tiga menit lagi', dan bukan … بَقِيَتْ.
Masih ada rincian yang lain yang akan anda pelajari, insya Allah.
- 'Dia telah mengizinkannya keluar'
سَمَحَ لَهُ بِالْخُرُوجِ
'Izinkan saya duduk disini'
إِسْمَحْ لِي بِالْجُلُوسِ هُنَا
'Saya tidak mengizinkanmu masuk'
لَا أَسْمَحُ لَكَ بِالدُّخُولِ
-
أَرْجُو 'Saya mengharap/meminta'
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
-
Bacalah apa yang dikatakan Humayun kepada guru, dan isilah bagian yang kosong.
-
Guru bertanya kepada setiap siswa: أَيْنَ تُرِيدُ أَنْ تَذْهَبَ فِي عُطْلَةِ الصَّيْفِيَّةِ ؟
-
Guru bertanya kepada setiap siswa: فِي أَيِّ كُلِّيَّةٍ تُرِيدُ أَنْ تَدْرُسَ ؟
-
Guru bertanya kepada setiap siswa: لِمَاذَا خَرَجْتَ مِنَ الْفَصْلِ ؟
-
Bacalah contoh-contoh أَنْ berikut.
-
Jawablah pertanyaan berikut dengan menggunakan أَنْ .
-
Bacalah contoh-contoh لاَمُ التَّعْلِيلِ berikut.
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut menggunakan لاَمُ التَّعْلِيلِ .
-
Pelajarilah penggunaan يُمْكِنُ .
-
Pelajarilah penggunaan مُنْذُ .
-
Pelajarilah تَرَ 'kamu melihat', أَرَى 'saya melihat', نَرَى 'kami melihat'
-
Pelajarilah penggunaan …. أَرْجُو أَنْ تَسْمَحَ 'Saya meminta kepadamu untuk membolehkan…'
-
Pelajarilah nama-nama musim yang emapt.
| hari libur | عُطْلَةٌ | makan malam | عَشَاءٌ |
|---|---|---|---|
| tahun depan | الْعَامُ الْمُقْبِلُ | perlakuan | عِلاَجٌ |
| lalat | الذُّبَابُ | saya meminta, mengharap | أَرْجُو |
| Mesir (mamnu' min as-sarf) tenang, sunyi | مِصْرُ هُدُوءٌ | (a-u) meludah udara | بَصَقَ يَبْصُقُ هَوَاءٌ |
| dengan tenang, dengan tanpa suara | بِهُدُوءٍ | (a-u) mengunjungi | زَارَ يَزُورُ |
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
| pengumuman | إِعْلَانٌ | (a-a)<br/>mengizinkan | سَمَحَ يَسْمَحُ |
|---|---|---|---|
| orang-orang | أَهْلٌ | (a-a)<br/>mendahului<br/>dapat , bisa | بَدَأَ يَبْدَأُ<br/>أَمْكَنَ يُمْكِنُ |
| amplop | ظَرْفٌ | ||
| ribut, gaduh | ضَوْضَاءُ | (i-a) sisa | بَقِيَ يَبْقَى |
| musim dingin | الشِّتَاءُ | musim gugur | الْخَرِيفُ |
| musim panas | الصَّيْفُ | (a-u) meminta,<br/>mengharap | رَجَا يَرْجُو |
| musim semi | الرَّبِيعُ |
Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:
- Kita telah belajar pada bab sebelumnya bahwa mudhari menjadi manshub setelah أَنْ
dan لَامُ التَّعْلِيلِ. Empat bentuk mudhari yang berikut memiliki akhiran '-u' (dhammah) dalam bentuk marfu dan akiran '-a' (fathah) dalam bentuk manshub.
| يَذْهَبُ | ya-dzhab-u | يَذْهَبَ | ya-dzhab-a |
|---|---|---|---|
| تَذْهَبُ | ta-dzhab-u | تَذْهَبَ | ta-dzhab-a |
| أَذْهَبُ | a-dzhab-u | أَذْهَبَ | a-dzhab-a |
| نَذْهَبُ | na-dzhab-u | نَذْهَبَ | na-dzhab-a |
Bentuk mudhari yang berakhiran 'nun', nun dihilangkan setelah ditambahan أَنْ. Contoh:
| تَذْهَبِينَ | ta-dzhab-îna | تَذْهَبِي | ta-dzhab-î |
|---|---|---|---|
| تَذْهَبُونَ | ta-dzhab-ûna | تَذْهَبُوا | ta-dzhab-û |
| يَذْهَبُونَ | ya-dzhab-ûna | يَذْهَبُوا | ya-dzhab-û |
Pada bentuk ini, tanda kata kerja berbentuk marfu adalah kehadiran nun, dan tanda berbentuk manshub adalah penghilangan nun. Berikut beberapa contoh:
| 'Anda ingin minum apa, Aminah?' | مَاذَا تُرِيدِينَ أَنْ تَشْرَبِي يَا آمِنَةُ ؟ |
|---|---|
| 'Kemana kalian ingin pergi, saudara-saudara?' | أَيْنَ تُرِيدُونَ أَنْ تَذْهَبُوا يَا إِخْوَانُ ؟ |
| 'Mereka ingin keluar dari kelas' | يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ الْفَصْلِ |
Kedua bentuk يَذْهَبْنَ dan تَذْهَبْنَ tidak berubah setelah penambahan أَنْ, contoh:
| 'Apakah kalian ingin mendengarkan berita,<br/>saudari-saudari?' | أَتُرِدْنَ أَنْ تَسْمَعْنَ الْأَخْبَارَ يَا أَخَوَاتُ ؟ |
|---|---|
| 'Siswi-siswi ingin duduk di taman' | تُرِيدُ الطَّالِبَاتُ أَنْ تَجْلِسْنَ فِي الْحَدِيقَةِ |
- سَاعَتِي كَسَاعَتِكَ 'Jam tanganku seperti jam tanganmu'. Kata كَ adalah kata depan, dan kata yang mengikutinya adalah majrur. Artinya 'seperti'. Berikut beberapa contoh:
'Rumah ini seperi masjid' هَذَا الْبَيْتُ كَالْمَسْجِدِ
'Kopi ini seperti air' هَذِهِ الْقَهْوَةُ كَالْمَاءِ
Kata depan ini tidak digunakan bersama dhamir. Maka kita tidak dapa mengatakan 'saya seperti (diri)nya'. أَنَا كَهُ 'Dia sepertiku'. Dalam kasus seperti ini, kata مِثْلَ ditambahkan diantara kata depan dan dhamir: أَنَا كَمِثْلِهِ 'Saya seperti (diri)nya', هُوَ كَمِثْلِي 'Dia sepertiku'.
- أَرْجُو أَنْ لَا تَأْخُذْنَ هَذِهِ الْأَشْيَاءَ كُلَّهَا 'Saya memintamu untuk tidak mengambil semuanya'. 'semua' digunakan untuk penekanan. Dalam Bahasa Arab disebut ta'kid. Kata كُلَّ dihubungkan kepada mu'akkad (kata yang ditekankannya) dengan dhamir.
'Semua siswa (telah) hadir' حَضَرَ الطُّلَّابُ كُلُّهُمْ
'Semua siswi (telah) keluar' خَرَجَتِ الطَّالِبَاتُ كُلُّهُنَّ
'Saya (telah) membaca buku (itu) seluruhnya' قَرَأْتُ الْكِتَابَ كُلَّهُ
'Saya (telah) mencarinya di seluruh sekolah' بَحَثْتُ عَنْهُ فِي الْمَدْرَسَةِ كُلِّهَا
Perhatikan bahwa كُلَّ bentuknya sama dengan mu'akkad-nya.
- Kata seruan حَرْفُ النِّدَاءِ adalah يَا , contoh: ! يَا بِلَالُ ! يَا رَجُلُ
Ketika يَا digunakan dengan isim yang mengandung ال maka kata أَيُّهَا disisipkan diantara يَا dan isim tersebut.
'Hai manusia!' ! يَا أَيُّهَا النَّاسُ ( bukan يَا النَّاسُ )
'Hai laki-laki!' ! يَا أَيُّهَا الرَّجُلُ
- هَيَّا بِنَا 'beserta'. Ia disebut إِسْمُ الْفِعْلِ yakni isim namun memiliki fungsi sebagai fi'il.
Berikut beberapa contoh dari إِسْمُ الْفِعْلِ :
'Saya merasa sakit' آهِ
'Saya bosan' أُفٍّ
'terimalah (doaku)' آمِينَ
- عُلْبَةُ الْحَلْوَى هٰذِهِ 'Ini kaleng manisan ( permen )'
Kita telah melihat dalam Buku 1 bahwa هٰذَا الْكِتَابُ berarti 'buku ini'. Tetapi jika kita ingin mengatakan 'ini buku sejarah', kita katakan: كِتَابُ التَّارِيْخِ هٰذَا. Dalam bentuk ini هٰذَا diletakkan di akhir sebab kita tidak dapat mengatakan الْكِتَابُ التَّارِيْخِ هٰذَا karena كِتَابُ adalah mudhaf sehingga tidak dapat dimasuki الْ.
Berikut beberapa contoh:
'Pensil ini' قَلَمُ الرَّصَاصِ هٰذَا
'Kamar ini' غُرْفَةُ النَّوْمِ هٰذِهِ
'Jam tangan milikmu ini bagus' سَاعَتُكَ هٰذِهِ جَمِيْلَةٌ
'Ambillah buku milikku ini' خُذْ كِتَابِيْ هٰذَا
🖎 Latihan:
-
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
-
Benarkanlah kalimat berikut ini.
-
Guru bertanya kepada setiap siswa: مَاذَا تُرِيْدُ هٰؤُلاَءِ الطُّلاَّبُ ؟
Dan para siswa menjawab: هٰؤُلاَءِ يُرِيْدُوْنَ أَنْ ... dan lengkapilah jawaban dengan menggunakan fi'il yang tersedia.
-
Pelajarilah mudhari manshub.
-
Isilah bagian yang kosong dengan bentuk mudhari dari ذَهَبَ dengan isnad-nya untuk dhamir yang sesuai.
-
Isilah bagianyang ksoong dengan fi'il mudhari yang sesuai.
-
Pelajarilah mudhari manshub dan marfu.
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
-
Pelajarilah penggunaan أَرْجُو. Perhatikan bahwa أَلَّا adalah adalah untuk أَنْ لَا.
-
Pelajarilah penggunan kata depan لِ.
| kebiasaan | عَادَةٌ | Tuan | سَيِّدٌ |
|---|---|---|---|
| museum | مَتْحَفٌ | libur musim panas | عُطْلَةُ الصَّيْفِيَّةِ |
| paket, kaleng | عُلْبَةٌ | Alamat | عُنْوَانٌ |
| pakaian | مَلَابِسُ | kebun binatang | حَدِيقَةُ الحَيَوَانَاتِ |
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2
Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:
- Kita telah mempelajari partikel negatif yang digunakan dengan madhi adalah مَا , dan
yang digunakan dengan mudhari adalah لَا , contoh:
'Saya tidak belajar Bahasa Spanyol' مَا دَرَسْتُ اللُّغَةَ الْإِسْبَانِيَّةَ
'Saya tidak tahu nomor teleponnya' لَا أَعْرِفُ رَقْمَ هَاتِفِهِ
Sekarang kita mempelajari partikel negatif yang digunakan untuk kalimat yang akan datang adalah لَنْ . Partikel ini seperti أَنْ , maka mudhari yang mengikutinya berbentuk manshub. Contoh:
'Saya akan pergi ke Riyadh besok' سَأَذْهَبُ إِلَى الرِّيَاضِ غَدًا
'Saya tidak akan pernah pergi ke Riyadh besok' لَنْ أَذْهَبَ إِلَى الرِّيَاضِ غَدًا
Perhatikan, ketika لَنْ digunakan, maka partikel yang menunjukkan waktu yang akan datang ( سَ ) dihilangkan.
Sebagaimana أَنْ , nun dihilangkan dari تَذْهَبِينَ , تَذْهَبُونَ dan يَذْهَبِينَ ketika لَنْ digunakan dengan bentuk-bentuk ini. Kedua bentuk يَذْهَبْنَ dan تَذْهَبْنَ tetap tidak berubah, contoh:
'Hai Aminah, apakah kamu tidak akan pergi ke Taif liburan musim panas ini?' يَا أَمِينَةُ! أَلَنْ تَذْهَبِي إِلَى الطَّائِفِ فِي عُطْلَةِ الصَّيْفِيَّةِ ؟
'Wahai sadari-saudariku, apakah kalian tidak akan belajar Bahasa Turki tahun depan?' يَا أَخَوَاتُ! أَلَنْ تَدْرُسْنَ اللُّغَةَ التُّرْكِيَّةَ فِي الْعَامِ الْمُقْبِلِ ؟
- 'Saya tidak akan pernah minum khamar' لَنْ أَشْرَبَ الْخَمْرَ أَبَدًا
Kata digunakan untuk menekankan pengingkaran di waktu yang akan datang, Berikut beberapa contoh:
'Saya tidak akan pernah menulis kepadanya' لَنْ أَكْتُبَ إِلَيْهِ أَبَدًا
'Bahasamu sangat sulit. Saya tidak akan pernah mempelajarinya.' إِنَّ لُغَتَكَ صَعْبَةٌ جِدًّا. لَنْ أَدْرُسَهَا أَبَدًا
Untuk menekankan pengingkaran di masa lalu digunakan قَطُّ. Contoh: 'Saya tidak
pernah melihatnya sekalipun' مَا رَأَيْتُهُ قَطُّ (lihat Pelajaran 29).
🖎 Latihan:
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
- Benarkanlah pernyataan-pernyataan berikut.
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan menggunakan لَنْ.
- Pelajarilah kata penginkaran ( أَدَوَاتُ النَّفْيِ ) di bawah ini
- Bacalah contoh-contoh berikut.
- Masukanlah
🕮 Kosa-kata Baru:
| masa yang akan<br/>datang<br/>selamanya | مُسْتَقْبَلٌ<br/>أَبَدًا | menyesal<br/>India | أَسِفَ<br/>هِنْدِيٌّ (ج هُنُودٌ ) |
|---|---|---|---|
| (a-u)<br/>meninggalkan<br/>tahun | تَرَكَ يَتْرُكُ<br/>عَامٌ (ج أَعْوَامٌن | Lelah, capek<br/>akhirat | مُتْعَبٌ<br/>الآخِرَةُ |
| ada | مَوْجُودٌ | satu | أَحَدٌ |
| dunia | الدُّنْيَا | (a-i) sabar | صَبَرَ يَصْبِرُ |
| permulaan, awal | بَدْءٌ | umrah | عُمْرَةٌ |
| (i-a) memakai | لَبِسَ يَلْبَسُ | kedutaan | سِفَارَةٌ |
| mengerjakan<br/>Umrah | اِعْتَمَرَ يَعْتَمِرُ | khamar<br/>sutera | خَمْرٌ (ج خُمُورٌ )<br/>حَرِيرٌ |
Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:
- Bentuk dual dalam keadaan manshub dan majrur: Kita telah mempelajari dalam Buku 1 bentuk dual dalam posisi marfu'. Contoh:
'Saya memiliki dua saudara laki-laki' لِيَ أَخَوَانِ
'Di rumahku ada dua kamar besar' فِي بَيْتِي غُرْفَتَانِ كَبِيرَتَانِ
Kita telah mempelajari harakat terakhir marfu' adalah '-u', manshub adalah '-a', dan majrur adalah '-i'. Contoh:
'Dimana guru (itu)?" أَيْنَ الْمُدَرِّسُ ؟ (al-mudarris-u)
'Saya telah menanyai guru' سَأَلْتُ الْمُدَرِّسَ (al-mudarris-a)
'Saya telah berkata kepada guru' قُلْتُ لِلْمُدَرِّسِ (al-mudarris-i)
Tetapi isim mutsanna mempunyai akhiran yang berbeda. Akhiran pada bentuk marfu adalah '-âni', dan akhiran bentuk majrur dan manshub adalah '-aini'. Contoh:
'Ini dua riyal' هَذَانِ رِيَالَانِ (riyal- âni)
'Saya ingin dua riyal' أُرِيدُ رِيَالَيْنِ (riyal-aini)
'Saya membelinya (seharga) dua riyal' إِشْتَرَيْتُهُ بِرِيَالَيْنِ (riyal-aini)
Berikut beberapa contoh tambahan:
'Saya membaca dua buku' قَرَأْتُ كِتَابَيْنِ
'Saya kembali setelah dua hari' رَجَعْتُ بَعْدَ يَوْمَيْنِ
'Telah datang dua orang guru baru' جَاءَ الْمُدَرِّسَانِ جَدِيدَانِ
'Saya telah mendengar berita ini dari dua stasiun radio' سَمِعْتُ هَذَا الْخَبَرَ مِنْ إِذَاعَتَيْنِ
- ... أَحَدُهُمَا ... وَالْآخَرُ 'salah satu dari keduanya …. dan yang lain …'. Contoh:
'Saya mempunyai dua saudara laki-laki, لِيَ أَخَوَانِ : أَحَدُهُمَا طَبِيبٌ وَالْآخَرُ مُهَنْدِسٌ
salah satu dari keduanya adalah seorang dokter dan lainnya adalah insinyur.'
Bentuk muannats adalah ... إِحْدَاهُمَا ... وَالْأُخْرَى. Contoh:
'Saya memiliki dua saudara perempuan, لِي أُخْتَانِ : إِحْدَاهُمَا مُدَرِّسَةٌ وَالأُخْرَى مُمَرِّضَةٌ
salah satu dari keduanya adalah guru dan yang lainnya adalah perawat.'
🖎 Latihan:
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
- Pelajarilah i'rab bentuk dual.
- Jawablah pertanyaan berikut dengan menggunakan bentuk daal (dalam posisi marfu)
- Jawablah pertanyaan berikut dengan menggunakan bentuk dual (dalam posisi manshub).
- Jawablah pertanyaan berikut dengan menggunakan bentuk dual (dalam posisi majrur).
- Tulislah kembali setiap kalimat berikut setelah mengubah kata yang digarisbawahi ke dalam bentuk dual.
- Gunakanlah setiap kata-kata berikut ke dalam kalimat.
- Pelajarilah penggunaan ... أَحَدُهُمَا ... وَالآخَرُ
- Pelajarilah penggunaan ... إِحْدَاهُمَا ... وَالأُخْرَى .
- Pelajarilah contoh-contoh dual dalam bentuk majrur berikut.
🕮 <ins>Kosa-kata Baru:</ins>
| bermuka dua<br/>(munafik) | ذُو وَجْهَيْنِ | berguna | مُفِيدٌ |
|---|---|---|---|
| sisir | مِشْطٌ | Sejarah | السِّيرَةُ |
| bantal | مِخَدَّةٌ (ج مِخَادُّ ) | Tafsir | تَفْسِيرٌ |
| kancing | زِرٌّ | (a-a) menyembelih | ذَبَحَ يَذْبَحُ |
| cermin | مِرْآةٌ | (a-a) menjelaskan | شَرَحَ يَشْرَحُ |
| pencuri | لِصٌّ | pund | جُنَيْهٌ |
Pada bagian ini, kita mempelajari yang berikut:
- Penggunaan لَمْ: Ia adalah partikel negatif. Digunakan dengan mudhari. Ia menimbulkan dua perubahan:
a) Merubah makna dari mudhari menjadi madhi, dan
b) Merubah mudhari dari bentuk marfu menjadi majzum.
Contoh:
'Dia (lk) (sedang/akan) pergi' يَذْهَبُ 'Dia tidak pergi' لَمْ يَذْهَبْ (di waktu yang lalu<sup>bsnt</sup>)
(mudhari) (madhi dalam makna)
Akhiran mudhari majzum:
a) Dhammah pada huruf ketiga dihilangkan pada empat bentuk:
| يَذْهَبُ | لَمْ يَذْهَبْ | ya-dzhab-u | lam ya-dzhab |
|---|---|---|---|
| تَذْهَبُ | لَمْ تَذْهَبْ | ta-dzhab-u | lam ta-dzhab |
| أَذْهَبُ | لَمْ أَذْهَبْ | a-dzhab-u | lam a-dzhab |
| نَذْهَبُ | لَمْ نَذْهَبْ | na-dzhab-u | lam na-dzhab |
b) Sebagaimana dalam mudhari manshub, nun juga dihilangkan dari bentuk-bentuk berikut dalam mudhari majzum:
| تَذْهَبِينَ | لَمْ تَذْهَبِي | ta-dzhab-îna | lam ta-dzhab-î |
|---|---|---|---|
| تَذْهَبُونَ | لَمْ تَذْهَبُوا | ta-dzhab-ûna | lam ta-dzhab-û |
| يَذْهَبُونَ | لَمْ يَذْهَبُوا | ya-dzhab-ûna | lam ya-dzhab-û |
c) Kedua bentuk يَذْهَبْنَ dan تَذْهَبْنَ tetap tidak berubah:
| يَذْهَبْنَ | لَمْ يَذْهَبْنَ | lam ya-dzhab-na |
|---|---|---|
| تَذْهَبْنَ | لَمْ تَذْهَبْنَ | lam ta-dzhab-na |
Berikut beberapa contoh penggunaan لَمْ:
'Saya tidak memahami pelajaran ini' لَمْ أَفْهَمْ هَذَا الدَّرْسَ
'Apakah siswa-siswa yang baru (itu) hadir?' أَحَضَرَ الطُّلَّابُ الْجُدَدُ ؟
'Tidak, mereka (lk) tidak hadir.'
لا، لَمْ يَحْضُرُوا
'Siswi-siswi tidak pergi ke perpustakaan.'
الطَّالِبَاتُ لَمْ يَذْهَبْنَ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
Jika يَذْهَبُ ، تَذْهَبُ ، أَذْهَبُ ، نَذْهَبُ diikuti oleh hamzat al-wasl maka huruf terakhir berharakat kasrah untuk menghindari الْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ . Contoh:
'Apakah kamu tidak menulis surat (itu)? أَلَمْ تَكْتُبِ الرِّسَالَةَ ؟ (a lam taktub-i-rrisâlah?)
'Siswi (itu) tidak menghafal Al-Qur'an.' لَمْ تَحْفَظِ الطَّالِبَةُ الْقُرْآنَ
- لَمَّا : Juga merupakan partikel negatif, dan digunakan bersama mudhari. Ia bertindak sama seperti لَمْ . Artinya 'belum', contoh:
'Saya belum minum kopi'
لَمَّا أَشْرَبِ الْقَهْوَةَ
'Dan iman belum masuk ke dalam hati kalian'
وَلَمْ يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ
'Ayaku pergi ke Makkah, dan belum kembali'
ذَهَبَ أَبِي إِلَى مَكَّةَ ، وَلَمَّا يَرْجِعْ
Setelah لَمَّا kata kerja dapat dihilangkan. Contoh:
'Apakah para siswa telah keluar?'
'Belum' لَمَّا ، yakni 'Mereka belum keluar' لَمَّا يَخْرُجُوا
- Bagian-bagian kalimat: Dalam Bahasa Arab hanya ada tiga bagian (yang membentuk) kalimat.
a) Kata benda ( الاِسْمُ ), seperti: كِتَابٌ ، قَلَمٌ ، هُوَ ، أَنَا ، هَذَا ، قَبْلَ
b) Kata kerja ( الْفِعْلُ ), seperti : كَتَبَ ، يَكْتُبُ ، اُكْتُبْ ، لَيْسَ
c) Huruf ( الْحَرْفُ ), seperti : مَا ، لَا ، نَعَمْ ، لَمْ ، مِنْ
-
Kalimat nominal dan kalimat verbal ( الْجُمْلَةُ الاِسْمِيَّةُ وَ الْجُمْلَةُ الْفِعْلِيَّةُ ). Ini telah dijelaskan pada Pelajaran 1.
-
مَهْلًا berarti 'perlahan-lahan, jangan tergesa-gesa'.
-
'Saya tidak memiliki pulpen dan tidak juga buku'
مَا عِنْدِي قَلَمٌ وَلَا كِتَابٌ
Berikut beberapa contoh:
'Di dalam kulkas tidak ada air dan tidak juga jus'
مَا فِي الثَّلَّاجَةِ مَاءٌ وَلَا عَصِيرٌ
'Di dalam dompetku tidak ada riyal dan tidak juga qirsh.' مَا فِي جِيبِي رِيَالٌ وَلَا قِرْشٌ
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
- Pelajarilah penggunaan لَمْ.
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan di berikut ini dalam bentuk negatif dengan menggunakan لَمْ.
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dalam bentuk negatif dengan menggunakan لَمَّا.
- Pelajarilah akhiran dari mudhari marfu dan mudhari manshub.
- Tulislah kembali kata-kata kerja berikut menggunakan .
- Isilah bagian yang kosong dengan kata kerja yang sesuai dalam bentuk mudhari.
- Gambarlah satu garis di bawah mubtada dan dua garis di bawah khabar.
- Bedakanlah kalimat nominal dan kalimat verbal .
- Tunjukkanlah isim, fi'il dan harf pada kalimat-kalimat berikut.
- Pelajarlah الَّائِي yang merupakan bentuk lain dari الَّتِي.
| Penyambutan | اِسْتِقْبَالٌ | istirahatlah! | اِسْتَرِحْ |
|---|---|---|---|
| Presiden<br/>(ketua)<br/>perbedaan | رَئِيسٌ | (a-i) datang<br/><br/>الَّائِي = الَّتِي | أَتَى يَأْتِي<br/><br/>الَّائِي |
| misal, contoh | مِثَالٌ | terlarang | مَمْنُوعٌ |
| (a-u)<br/>menghadiri | حَضَرَ يَحْضُرُ | pelan-pelan, jangan<br/>tergesa-gesa | مَهْلًا |
Panduan Durusul Lughah al-Arabiyyah - 2



